bukamata.id – Banjir melumpuhkan berbagai fasilitas publik di Bekasi, termasuk kantor pemerintahan, sekolah, perkantoran, rumah sakit, dan pasar.
Sejumlah tenda pengungsian telah didirikan di beberapa titik, termasuk di kawasan perumahan elit Kemang Pratama yang juga ikut terendam.
Kediaman Wali Kota terpilih, Tri Adhianto, juga tak luput dari banjir. Namun, ia bersama keluarganya memilih mengungsi ke Hotel Horison, berbeda dengan warga lainnya yang harus bertahan di tenda pengungsian.
Hal ini terlihat dalam unggahan di akun Instagram @pembasmi.kehaluan.real.
“Rumah bapak kebanjiran guys, jadi nginepnya d Horison,” ungkap seseorang dalam video tersebut, dikutip dari Instagram @pembasmi.kehaluan.real, Rabu (5/4/2025).
Tak hanya itu, dalam unggahan tersebut juga menampilkan komentar warga Bekasi yang menyayangkan adanya unggahan tersebut ditengah kondisi warga yang membutuhkan bantuan.
“Alhamdulillah semua elemen masyarakat bahu-membahu membantu korban banjir. Tapi miris juga melihat Pak Wali mengungsi ke hotel, sementara warga harus bertahan di tenda dengan keterbatasan,” ujar Frits Saikat, salah satu warga Bekasi.
Menanggapi hal tersebut, warganet pun turut dibuat geram dan menilainya kurang empati, seperti dikutip dari kolom komentar Instagram @pembasmi.kehaluan.real, Rabu (5/4/2025).
“Sambil ketawa yaaa.. sementara rakyatnya nangis,” tulis akun @did***
“bukan soal nginep di hotelnya mnurutku. pejabat itu kan pelayan masyarakat, harusnya lsg turun tangan mantau kondisi rakyatnya, apakah ada posko bencana? apakah tersedia air minum? balita lansia gmn? apakah sudah terevakuasi? setelah itu dia mau pulangnya leyeh” di hotel berbintang ya gpp, tanpa perlu di share sana sini,” tulis akun @fra***
“Inilah indonesia rakyat kesusahan yg diatas Malah flexing,” tulis akun @mrs***
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











