bukamata.id – Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) pada September 2025 dipastikan tidak termasuk dalam paket stimulus ekonomi 8+4+5 yang dirilis pemerintah.
Padahal sebelumnya sempat muncul wacana perpanjangan BSU hingga akhir 2025 karena dinilai efektif membantu pekerja.
Hingga kini pemerintah belum memberi jawaban resmi soal kelanjutan BSU. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hanya menyebut bahwa rencana perpanjangan BSU sempat dikaji untuk kuartal III dan IV-2025. Namun, dalam paket stimulus 8+4+5 yang sudah berjalan, BSU tidak dimasukkan.
Sebagai gantinya, pemerintah memberikan insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pekerja di sektor pariwisata, seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka) dengan gaji di bawah Rp10 juta. Melalui skema ini, pekerja mendapat tambahan penghasilan sekitar Rp60.000–Rp400.000 per bulan.
Syarat Penerima BSU BPJS Ketenagakerjaan 2025
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga 30 April 2025, kategori Pekerja Penerima Upah (PPU).
- Gaji atau upah maksimal Rp3,5 juta per bulan.
- Diprioritaskan bagi pekerja yang belum menerima Program Keluarga Harapan (PKH).
- Bukan ASN, TNI, maupun Polri.
Cara Cek Status Penerima BSU 2025
- Melalui situs Kemnaker (bsu.kemnaker.go.id)
- Buka laman bsu.kemnaker.go.id.
- Masukkan NIK dan kode keamanan, klik Cek Status.
- Sistem akan menampilkan apakah NIK Anda terdaftar sebagai penerima BSU 2025.
- Melalui situs BPJS Ketenagakerjaan (bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id)
- Kunjungi laman bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id.
- Pilih menu Cek Apakah Kamu Termasuk Calon Penerima BSU.
- Lengkapi data diri: NIK, nama sesuai KTP, tanggal lahir, nama ibu kandung, nomor HP, dan email aktif.
- Klik Lanjutkan untuk melihat hasilnya.
- Melalui situs GTK Kemendikbud (info.gtk.dikdasmen.go.id)
- Khusus guru dan tenaga kependidikan, status BSU dapat dicek melalui laman info.gtk.dikdasmen.go.id.
Dengan panduan ini, masyarakat bisa mengetahui apakah masih berhak menerima BSU 2025 meski program tersebut tidak lagi masuk paket stimulus terbaru.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










