Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan

Minggu, 8 November 2026 10:39 WIB

10 Laga dalam 30 Hari! Igor Tolic Ungkap Kondisi Persib Jelang Lawan Java United

Minggu, 8 November 2026 09:44 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Diam di Rp2,5 Juta, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Minggu, 8 November 2026 09:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan
  • 10 Laga dalam 30 Hari! Igor Tolic Ungkap Kondisi Persib Jelang Lawan Java United
  • Harga Emas Antam Hari Ini Diam di Rp2,5 Juta, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?
  • Tumbuh Jauh dari Azan, Bobotoh Cilik Ini Justru Khatam 30 Juz di Usia 9 Tahun
  • Bansos Salah Sasaran? Begini Cara Lapor Lewat Fitur Sanggah Aplikasi Kemensos!
  • Cek NIK KTP Anda! Begini Alur Verifikasi Penerima BSU Akhir Tahun 2026
  • Heboh 7 Versi Video Mesum Karyawati Pabrik di Jombang, Mantan Kekasih Diringkus Polisi!
  • Heboh Isu Video Syur Fina-Egar Asal Banyuwangi, Waspada Tautan Palsu Berbayar!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bappeda Jabar Rancang Strategi Raih Bonus Demografi pada 2030

By SusanaSelasa, 7 November 2023 18:19 WIB3 Mins Read
Bappeda Jabar rancang strategi raih bonus demografi tahun 2030.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat menitikberatkan strategi meraih bonus demografi dalam rancangan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Jawa Barat 2025-2045.

Kepala Bappeda Jabar, Iendra Sofyan mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan perumusan dokumen RPJPD dengan menggaet berbagai stakeholder untuk mendapatkan masukan terutama terkait bonus demografi.

Menurut Iendra, Jawa Barat akan mendapatkan bonus demografi pada 2030 mengingat jumlah penduduk usia produktif akan mengalami lonjakan atau berkisar 60%.

Di sisi lain, Pemerintah Pusat menargetkan pendapatan per kapita penduduk pada 2045 mencapai 22 US$.

Terkait bonus demografi tentu itu tidak mudah diraih, mengingat Jawa Barat masih berjuang dengan sejumlah persoalan makro.

Pertama kemiskinan dan giri rasio yang masih tinggi, kemudian laju pertumbuhan ekonomi tinggi namun belum berkualitas.

Baca Juga:  Jeje Wiradinata Janji Perangi TBC dan Narkoba dengan Pelatihan Tenaga Medis dan Pembinaan Karakter

“Kita pertumbuhan ekonomi di angka 5%, tapi masih belum bisa disebut berkualitas karena angka pengangguran masih nomer 1 di Indonesia,” ujar Iendra.

Namun demikian, Iendra sudah menyusun 8 tantangan Jawa Barat dalam meraih bonus demografi dalam 20 tahun ke depan.

Pertama, urusan indikator makro yang butuh perbaikan dimana angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka tinggi.

Kedua, dalam rencana tata ruang tata wilayah (RTRW) 2022-2042 ada pertambahan luas wilayah dengan masuknya kawasan laut.

“Dulu RT/RW hanya ada daratan, tapi dengan UU Cipta Kerja sekarang ada penambahan 12 mil laut atau sekitar 5,3 juta hektar. Tapi kewenangan kita menggali potensi laut, misalkan menemukan sumur gas, itu masih di Pusat,” tuturnya.

Ketiga, soal Ibu Kota Nusantara (IKN). Perpindahan Ibu Kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan menurutnya akan mengubah arah ekonomi Jawa Barat ke depan, dimana Jakarta hanya akan menjadi Daerah Khusus.

Baca Juga:  Diam-Diam, Bojan Hodak Siapkan Perombakan Tim Persib Musim Depan

“Kegiatan ekonomi apa yang bisa kita dapat? Tapi dengan adanya kereta cepat berarti kegiatan ekonomi mulai mengarah ke Kota Bandung, jalan tol terhubung, nanti 2024 Tol Getaci mulai dibangun artinya peluang ekonoi akan keluar dari Jakarta,” tuturnya.

Keempat, soal daya dukung tampung dan ketahanan pangan dimana Jawa Barat akan menghadapi isu lingkungan hidup, perubahan iklim dan mekanisme transisi energi.

Kelima, jumlah penduduk akan semakin bertambah dimana pada 2045 diperkirakan jumlah penduduk Jawa Barat akan mencapai 56,8 juta jiwa.

Keenam, tantangan di sektor digitalisasi dan hi-tech lewat implementasi dan dampaknya.

“Contoh penggunaan kendaraan listrik secara luas, yang berpotensi mengurangi pendapatan. Saat ini kabupaten kota itu sektor PAD-nya cuma 30% sisanya mengandalkan dana bagi hasil dan transfer dari pusat,” katanya.

Baca Juga:  Bojan Hodak Siapkan Strategi Baru Hadapi PSM Makassar

Ketujuh, urusan sosial dan budaya, dimana tradisi dan modernisasi akan berbenturan, urbanisasi dan preservasi kawasan rural.

Kedelapan, tantangan ada pada penataan daerah otonomi lewat pembentukan kabupaten kota baru.

“Kami menargetkan 9 DOB dan 37 kabupaten kota masuk masterplan Jawa Barat, tapi sekarang masih moratorium,” paparnya.

Iendra memaparkan RPJPD 2025-2045 penting untuk menjadi pegangan arah pembangunan pemimpin Jawa Barat ke depan.

Menurutnya Bappeda Jabar mengedepankan inovasi dan kolaborasi dalam perencanaan pembangunan daerah terutama dalam menggaet potensi bonus demografi.

“RPJPD ini untuk masyarakat Jawa Barat bukan untuk Bappeda,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

strategi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan

Ilustrasi video syur

Heboh 7 Versi Video Mesum Karyawati Pabrik di Jombang, Mantan Kekasih Diringkus Polisi!

Geger Balita 2 Tahun di Garut Diculik Mobil Avanza Putih, Polisi Buru Pelaku

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.