bukamata.id – Kondisi YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya berinisial TH (30) di Kabupaten Bandung, dilaporkan menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DP3AKB memastikan korban kini sudah mulai bisa diajak berkomunikasi meski masih terbatas.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan kondisi korban berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
“Sudah bisa berkomunikasi, tapi masih terbatas ya,” ujar Siska saat ditemui di RSHS Bandung, Senin (22/6/2026).
Pembatasan Penjenguk untuk Percepat Pemulihan
Siska menjelaskan bahwa pihak rumah sakit bersama DP3AKB Jawa Barat menerapkan pembatasan ketat terhadap kunjungan pasien. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan korban, baik secara fisik maupun psikologis, dapat berjalan optimal.
“Kita batasi jumlah orang yang menjenguk supaya proses pemulihan lebih cepat dan korban bisa beristirahat dengan baik,” jelasnya.
Luka Fisik Ditangani dengan Bedah Rekonstruktif Bertahap
Terkait kondisi luka fisik yang dialami korban akibat dugaan penganiayaan dalam jangka panjang, DP3AKB Jabar menyebut bahwa pemulihan masih memungkinkan dilakukan melalui tindakan medis lanjutan.
Rencananya, korban akan menjalani prosedur bedah plastik rekonstruktif secara bertahap untuk memperbaiki kondisi fisiknya.
“Dengan kemajuan ilmu kedokteran, tindakan bedah plastik rekonstruktif bisa dilakukan, tetapi tentu bertahap dan tidak bisa sekaligus,” kata Siska.
Namun, ia menegaskan tidak dapat merinci kondisi medis korban secara detail karena menyangkut privasi pasien serta proses hukum yang sedang berjalan.
“Hal-hal yang bersifat substansi penyidikan maupun rekam medis tidak bisa kami sampaikan,” tegasnya.
Trauma Psikologis Masih Ditangani Tim Medis
Selain pemulihan fisik, kondisi psikologis korban juga menjadi perhatian serius. Tim dokter spesialis kejiwaan telah dilibatkan untuk membantu proses pemulihan trauma yang dialami YTR.
“Dokter psikiatri sudah menangani dan terus melakukan pendampingan,” ujarnya.
Korban diketahui masih mengalami trauma berat akibat peristiwa yang menimpanya.
Kasus Dugaan Penyekapan Masih Diselidiki
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah Afif Shandy (30), kakak korban, melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh TH di sebuah indekos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan laporan tersebut, korban diduga mengalami penyekapan dan kekerasan selama kurang lebih tiga tahun.
Hingga saat ini, kasus masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Sementara itu, pelaku berinisial TH masih dalam pencarian aparat penegak hukum.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







