Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen

Selasa, 23 Juni 2026 20:46 WIB

Hengkang dari Persib, Dewangga Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Bandung

Selasa, 23 Juni 2026 20:34 WIB

Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus

Selasa, 23 Juni 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Hengkang dari Persib, Dewangga Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Bandung
  • Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus
  • Pratama Arhan Resmi Dilepas Bangkok United, Balik ke Indonesia?
  • Polisi Endus Dugaan Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Pelarian Taufik Hidayat
  • Hanya Semusim di Bandung, Ini Alasan Persib Lepas Alfeandra Dewangga ke Arema FC
  • Ramalan Tirta Siregar Terbukti? Pelaku Penyekapan Bandung Disebut Bakal Tertangkap dalam 3 Hari!
  • Emas Antam Anjlok Rp5.000 per Gram, Saat yang Tepat Beli atau Jual?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 24 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Trauma dan Luka Berat, Korban Kekerasan di Bandung Bakal Jalani Operasi Bedah Plastik

By SusanaSenin, 22 Juni 2026 19:55 WIB2 Mins Read
Kasus penyekapan di Bandung menimpa wanita berinisial YTR asal Rancaekek. Foto: Instagram @azis_docs.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kondisi YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya berinisial TH (30) di Kabupaten Bandung, dilaporkan menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DP3AKB memastikan korban kini sudah mulai bisa diajak berkomunikasi meski masih terbatas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan kondisi korban berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Sudah bisa berkomunikasi, tapi masih terbatas ya,” ujar Siska saat ditemui di RSHS Bandung, Senin (22/6/2026).

Pembatasan Penjenguk untuk Percepat Pemulihan

Siska menjelaskan bahwa pihak rumah sakit bersama DP3AKB Jawa Barat menerapkan pembatasan ketat terhadap kunjungan pasien. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan korban, baik secara fisik maupun psikologis, dapat berjalan optimal.

Baca Juga:  Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

“Kita batasi jumlah orang yang menjenguk supaya proses pemulihan lebih cepat dan korban bisa beristirahat dengan baik,” jelasnya.

Luka Fisik Ditangani dengan Bedah Rekonstruktif Bertahap

Terkait kondisi luka fisik yang dialami korban akibat dugaan penganiayaan dalam jangka panjang, DP3AKB Jabar menyebut bahwa pemulihan masih memungkinkan dilakukan melalui tindakan medis lanjutan.

Rencananya, korban akan menjalani prosedur bedah plastik rekonstruktif secara bertahap untuk memperbaiki kondisi fisiknya.

Baca Juga:  Heboh Dugaan Sindikat Bayi di RSHS, Ibu Pasien Ungkap Kronologi

“Dengan kemajuan ilmu kedokteran, tindakan bedah plastik rekonstruktif bisa dilakukan, tetapi tentu bertahap dan tidak bisa sekaligus,” kata Siska.

Namun, ia menegaskan tidak dapat merinci kondisi medis korban secara detail karena menyangkut privasi pasien serta proses hukum yang sedang berjalan.

“Hal-hal yang bersifat substansi penyidikan maupun rekam medis tidak bisa kami sampaikan,” tegasnya.

Trauma Psikologis Masih Ditangani Tim Medis

Selain pemulihan fisik, kondisi psikologis korban juga menjadi perhatian serius. Tim dokter spesialis kejiwaan telah dilibatkan untuk membantu proses pemulihan trauma yang dialami YTR.

Baca Juga:  Kasus Pelecehan di RSHS: Kuasa Hukum Tersangka Sebut Sudah Ada Perdamaian Tertulis

“Dokter psikiatri sudah menangani dan terus melakukan pendampingan,” ujarnya.

Korban diketahui masih mengalami trauma berat akibat peristiwa yang menimpanya.

Kasus Dugaan Penyekapan Masih Diselidiki

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah Afif Shandy (30), kakak korban, melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh TH di sebuah indekos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan laporan tersebut, korban diduga mengalami penyekapan dan kekerasan selama kurang lebih tiga tahun.

Hingga saat ini, kasus masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Sementara itu, pelaku berinisial TH masih dalam pencarian aparat penegak hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DP3AKB Jabar kasus Cileunyi kekerasan perempuan korban penyekapan Bandung RSHS Bandung TH tersangka penganiayaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen

Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus

Polisi Endus Dugaan Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Pelarian Taufik Hidayat

Ramalan Tirta Siregar Terbukti? Pelaku Penyekapan Bandung Disebut Bakal Tertangkap dalam 3 Hari!

Heboh Pengakuan Ketua BEM UBK Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Wapres Gibran Biar Batal Demo

Buru Tersangka Penganiayaan Berat di Bandung, Ini Karakteristik Fisik Taufik Hidayat DPO yang Paling Menonjol

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.