Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur

Rabu, 12 Agustus 2026 15:04 WIB

Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!

Rabu, 12 Agustus 2026 15:02 WIB

Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!

Rabu, 12 Agustus 2026 14:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur
  • Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!
  • Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!
  • Sumur Perkampungan Kering Total, Ratusan KK di Tasikmalaya Menjerit Krisis Air Bersih
  • MUI Ikut Campur Mulu? Aturan Baru 17 Agustusan Bikin Kreativitas Karnaval Bentrok dengan Batasan Syariat?
  • Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!
  • Terungkap! Robert Alberts Ungkap Duduk Perkara FIFA Registration Ban Persib
  • Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Trauma dan Luka Berat, Korban Kekerasan di Bandung Bakal Jalani Operasi Bedah Plastik

By SusanaSenin, 22 Juni 2026 19:55 WIB2 Mins Read
Kasus penyekapan di Bandung menimpa wanita berinisial YTR asal Rancaekek. Foto: Instagram @azis_docs.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kondisi YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya berinisial TH (30) di Kabupaten Bandung, dilaporkan menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DP3AKB memastikan korban kini sudah mulai bisa diajak berkomunikasi meski masih terbatas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan kondisi korban berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Sudah bisa berkomunikasi, tapi masih terbatas ya,” ujar Siska saat ditemui di RSHS Bandung, Senin (22/6/2026).

Pembatasan Penjenguk untuk Percepat Pemulihan

Siska menjelaskan bahwa pihak rumah sakit bersama DP3AKB Jawa Barat menerapkan pembatasan ketat terhadap kunjungan pasien. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan korban, baik secara fisik maupun psikologis, dapat berjalan optimal.

“Kita batasi jumlah orang yang menjenguk supaya proses pemulihan lebih cepat dan korban bisa beristirahat dengan baik,” jelasnya.

Luka Fisik Ditangani dengan Bedah Rekonstruktif Bertahap

Terkait kondisi luka fisik yang dialami korban akibat dugaan penganiayaan dalam jangka panjang, DP3AKB Jabar menyebut bahwa pemulihan masih memungkinkan dilakukan melalui tindakan medis lanjutan.

Rencananya, korban akan menjalani prosedur bedah plastik rekonstruktif secara bertahap untuk memperbaiki kondisi fisiknya.

“Dengan kemajuan ilmu kedokteran, tindakan bedah plastik rekonstruktif bisa dilakukan, tetapi tentu bertahap dan tidak bisa sekaligus,” kata Siska.

Namun, ia menegaskan tidak dapat merinci kondisi medis korban secara detail karena menyangkut privasi pasien serta proses hukum yang sedang berjalan.

“Hal-hal yang bersifat substansi penyidikan maupun rekam medis tidak bisa kami sampaikan,” tegasnya.

Trauma Psikologis Masih Ditangani Tim Medis

Selain pemulihan fisik, kondisi psikologis korban juga menjadi perhatian serius. Tim dokter spesialis kejiwaan telah dilibatkan untuk membantu proses pemulihan trauma yang dialami YTR.

“Dokter psikiatri sudah menangani dan terus melakukan pendampingan,” ujarnya.

Korban diketahui masih mengalami trauma berat akibat peristiwa yang menimpanya.

Kasus Dugaan Penyekapan Masih Diselidiki

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah Afif Shandy (30), kakak korban, melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh TH di sebuah indekos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan laporan tersebut, korban diduga mengalami penyekapan dan kekerasan selama kurang lebih tiga tahun.

Hingga saat ini, kasus masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Sementara itu, pelaku berinisial TH masih dalam pencarian aparat penegak hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DP3AKB Jabar kasus Cileunyi kekerasan perempuan korban penyekapan Bandung RSHS Bandung TH tersangka penganiayaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur

Sumur Perkampungan Kering Total, Ratusan KK di Tasikmalaya Menjerit Krisis Air Bersih

MUI Ikut Campur Mulu? Aturan Baru 17 Agustusan Bikin Kreativitas Karnaval Bentrok dengan Batasan Syariat?

Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.