Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen

Selasa, 23 Juni 2026 20:46 WIB

Hengkang dari Persib, Dewangga Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Bandung

Selasa, 23 Juni 2026 20:34 WIB

Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus

Selasa, 23 Juni 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Hengkang dari Persib, Dewangga Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Bandung
  • Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus
  • Pratama Arhan Resmi Dilepas Bangkok United, Balik ke Indonesia?
  • Polisi Endus Dugaan Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Pelarian Taufik Hidayat
  • Hanya Semusim di Bandung, Ini Alasan Persib Lepas Alfeandra Dewangga ke Arema FC
  • Ramalan Tirta Siregar Terbukti? Pelaku Penyekapan Bandung Disebut Bakal Tertangkap dalam 3 Hari!
  • Emas Antam Anjlok Rp5.000 per Gram, Saat yang Tepat Beli atau Jual?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 24 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

FKSS Jabar Curiga Dana Sekolah Swasta Gratis Bakal Caplok Jatah Siswa Miskin

By Aga GustianaSenin, 22 Juni 2026 20:21 WIB4 Mins Read
Siswa sekolah. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Titik terang atas polemik ribuan calon siswa yang tersingkir dari ketatnya persaingan masuk SMA/SMK negeri di Jawa Barat akhirnya mulai kelihatan. Pemerintah daerah sepakat menggunakan jalur penyelamat berupa skema Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) demi mengamankan hak belajar para murid.

Namun, di balik layar kesepakatan tersebut, riak kecurigaan justru ditiupkan oleh Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat. Mereka blak-blakan mempertanyakan dari mana asal-usul dana subsidi sebesar Rp2,7 juta per tahun untuk tiap siswa tersebut. Pasalnya, pos anggaran bernilai jumbo ini terindikasi gaib alias belum terdaftar dalam dokumen resmi APBD Murni 2026.

Kekhawatiran terbesar para pengelola sekolah adalah jika Pemprov Jabar nekat mengambil jalan pintas dengan menggerogoti atau memindahkan pagu anggaran yang sebenarnya hak milik siswa miskin.

“Nah, yang jadi pertanyaannya adalah sekarang apakah anggaran untuk SSK ini sudah dianggarkan atau belum? Setahu saya bahwa di dalam APBD murni, berdasarkan informasi dari DPRD Provinsi Jawa Barat, yang dianggarkan itu hanya baru beasiswa siswa miskin dari keluarga ekonomi tidak mampu (KETM),” buka Ketua FKSS SMA Jabar, Ade Hendriana, Senin (22/6/2026).

Baca Juga:  Ono Surono Ungkap Strategi DPRD Jabar Kawal Infrastruktur dan Pendidikan Pro-Rakyat

Skema Rp2,7 Juta Dikabarkan Bakal Dicicil Dua Kali

Sesuai cetak biru kebijakan, Pemprov Jabar berniat mengalihkan calon murid baru (CMB) yang gagal masuk negeri ke sekolah swasta mitra dengan jaminan biaya pendidikan total Rp2,7 juta. Angka tersebut mencakup subsidi uang pangkal (DSP) sebesar Rp1,5 juta dan sokongan SPP bulanan senilai Rp100 ribu selama satu tahun penuh.

Sayangnya, implementasi di lapangan terancam berjalan tersendat. Ade membeberkan informasi internal yang ia terima bahwa dana bantuan tersebut tidak akan digelontorkan sekaligus, melainkan dicicil dua tahap hingga tahun depan.

“Dari Rp 2,7 juta itu berdasarkan informasi bahwa ini akan dibayarkan setengahnya dulu. Artinya 50 persen di tahun ini, di tahun 2026, sisanya di tahun berikutnya,” ungkap Ade cemas.

Wanti-wanti Jangan Senggol Jatah Siswa Miskin

Kondisi keuangan daerah yang tampak belum stabil ini memicu alarm waspada dari kalangan pendidik swasta. FKSS mendesak dengan keras agar skema transisi ini jangan sampai mengorbankan hak-hak kelompok masyarakat paling rentan yang berada di kategori KETM.

Baca Juga:  DPRD Jabar Sahkan Perda APBD 2026, Total Anggaran Capai Rp30,496 Triliun

“Tentunya saya berharap nanti jangan sampai anggaran untuk beasiswa yang tidak mampu ini digunakan untuk anggaran SSK. Itu tentunya akan berdampak kepada siswa-siswa atau peserta didik yang nantinya akan menerima beasiswa tersebut,” pintanya dengan tegas.

Guna mengantisipasi terjadinya tumpang tindih anggaran yang berpotensi memicu konflik sosial baru, Ade meminta jajaran legislatif di DPRD Jawa Barat untuk memasang mata dan mengawal penuh jalur distribusi uang negara ini.

“Ya mudah-mudahan nanti saya minta kepada DPRD Provinsi Jawa Barat untuk mengawasi dan mengawal anggaran dari pada untuk SSK ini, jadi terpisah. Ada anggaran untuk SSK dan anggaran untuk beasiswa tetap ada,” sambung dia.

Ratusan Sekolah Lolos Verifikasi, Dapat Lampu Hijau dari Yayasan

Meski menaruh curiga pada sisi pembiayaan, FKSS secara kelembagaan menegaskan tidak akan memboikot program ini. Mereka tetap berkomitmen menandatangani Naskah Komitmen Bersama demi menyelamatkan nasib masa depan anak didik.

“Tentunya terkait dengan SSK ini, kita selaku pelaksana teknis sangat menyambut baik dan mendukung, apalagi program ini adalah program yang berpihak kepada sekolah swasta. Tentunya untuk memperluas akses pendidikan, kemudian juga untuk pemberdayaan sekolah swasta,” aku Ade jujur.

Baca Juga:  Propemperda Jabar 2026 Disahkan! Ini 15 Ranperda yang akan Dibahas Tahun Depan

Sejauh ini, tren dukungan dari sektor swasta terus merangkak naik. Sebanyak 879 sekolah swasta tercatat sudah lolos kurasi tim verifikasi dan resmi masuk ke dalam ekosistem SSK, bertambah signifikan dari jumlah awal yang berada di angka 751 sekolah.

“Berdasarkan data yang kami terima kemarin, bahwa jumlah sekolah swasta kerja sama itu ada 879. Artinya, dari kemarin (sekitar) 751 itu sudah bertambah lagi. Tentunya sekolah-sekolah swasta yang ikut SSK ini adalah sekolah-sekolah yang sudah lolos melalui tahap verifikasi dari cabangnya masing-masing,” jabar Ade.

Terkait kuota tampung per kelas untuk murid baru limpahan ini, Ade menyerahkan kendali sepenuhnya pada kebijakan internal dan daya tampung infrastruktur masing-masing sekolah, setelah dipastikan mengantongi izin operasional penuh dari pihak yayasan pengelola.

“Tentunya verifikasi itu kan salah satu persyaratannya ada pernyataan atau izin dari yayasan. Yayasan mengizinkan, jadi sekolah-sekolah yang ada di sini, 879 sekolah itu adalah sekolah-sekolah yang sudah dapat izin dari yayasan,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ade Hendriana APBD Jabar 2026 Berita Pendidikan Jabar FKSS Jabar Subsidi Sekolah Swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen

Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus

Polisi Endus Dugaan Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Pelarian Taufik Hidayat

Ramalan Tirta Siregar Terbukti? Pelaku Penyekapan Bandung Disebut Bakal Tertangkap dalam 3 Hari!

Heboh Pengakuan Ketua BEM UBK Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Wapres Gibran Biar Batal Demo

Buru Tersangka Penganiayaan Berat di Bandung, Ini Karakteristik Fisik Taufik Hidayat DPO yang Paling Menonjol

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.