Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siapa Terfi Meisya? Sosok Bocah Ajaib Lampung yang Bikin Atlet 78 Negara Takjub di World Junior Wushu 2026

Selasa, 31 Maret 2026 19:51 WIB
Ribuan pengemudi ojol melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, 20 Mei 2025.

Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad

Selasa, 31 Maret 2026 19:46 WIB

Idul Adha 2026 Diprediksi 27 Mei! Ini Jadwal Libur dan Long Weekend 6 Hari

Selasa, 31 Maret 2026 17:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siapa Terfi Meisya? Sosok Bocah Ajaib Lampung yang Bikin Atlet 78 Negara Takjub di World Junior Wushu 2026
  • Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad
  • Idul Adha 2026 Diprediksi 27 Mei! Ini Jadwal Libur dan Long Weekend 6 Hari
  • Momen Emosional! Bojan Hodak Harap Frans Putros Tampil di Piala Dunia
  • Kabar Gembira! Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026
  • Jangan Terkecoh! Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri ‘No Sensor’
  • Drama di Stuttgart! Jerman Menang Tipis 2-1 atas Ghana lewat Gol Menit Akhir
  • Kebakaran Hebat di Cidadap Bandung! Satu Rumah Ludes Dilalap Api
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 31 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Belum Tersentuh Teknologi Modern, Pengolahan Sampah di TPAS Cibeureum Masih Manual

By Putra JuangKamis, 31 Agustus 2023 09:11 WIB2 Mins Read
TPAS Cibeureum. (Foto: sumedangkab.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengelolaan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cibeureum, di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang masih menggunakan metode manual untuk meratakan sampah.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumedang, Helmi Hasanudin mengatakan, sejauh ini TPAS Cibeureum belum tersentuh oleh teknologi modern.

“Pengelolaan sampah di TPAS Cibeuruem masih dengan sistem manual. Belum dilakukan dengan sentuhan-sentuhan teknis yang lebih modern,” ucap Helmi, Rabu (30/8/2023).

Menurut Helmi, selama ini TPAS Cibeureum memberlakukan sistem open dumping yaitu sampah dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa ada perlakuan apapun.

Baca Juga:  Kampus di Jabar Diimbau Taati Aturan Baru Permendikbud, Skripsi Bukan Syarat Tugas Akhir

“Sebenarnya untuk pengolahan sampah dengan sistem open dumping diharuskan adanya peralatan yang lebih lengkap, seperti kendaraan dozer dan kendaraan compactor untuk memadatkan sampah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag TU TPAS Cibeureum, Sapna Sukarsa mengatakan, fasilitas lain yang diperlukan di TPAS Cibeureum adalah instalasi saluran pembuangan gas metan yang dihasilkan dari gunungan sampah.

Baca Juga:  Kereta Api Cepat Jakarta Bandung Diresmikan Pertengahan September 2023? KCIC Pastikan Hal Ini

Sebelumnya, instalasi itu tersedia saat lokasi TPAS belum dipindah ke lokasi yang sekarang. Mengingat, lokasi TPAS yang sekarang merupakan lokasi baru dari lokasi sebelumnya yang jaraknya berdekatan.

“Lokasi TPAS terpaksa dipindah lantaran lokasi sebelumnya terjadi longsor hingga menyebabkan kerusakan pada Instalasi pengolahan air limbah atau IPAL dan pengolahan gas metan. Jadi tertimbun oleh sampah, dan sekarang hanya menyisakan puing-puingnya saja. Itulah kenapa lokasi TPAS dipindah ke sini sekarang,” tuturnya.

Baca Juga:  Polisi Sudah Bertindak Sesuai Prosedur dalam Konflik Mafia Tanah di Kabupaten Bandung

Adapun berdasarkan data dari Bidang Pengelolaan Sampah, TPAS Cibeureum dalam satu harinya menampung sekitar 130 kubik sampah. Sampah-sampah itu diangkut oleh 17 truk yang tersedia.

“Jika satu bulan dihitung 30 hari maka TPAS Cibeureum menampung sekitar 3.900 kubik sampah setiap bulannya. Dari jumlah itu ada sekitar 30 ton sampah bisa berkurang per bulannya. Lantaran terbantu oleh pihak-pihak lain yang salah satunya keberadaan para pemulung yang memanfaatkan sampah bernilai ekonomi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Kabupaten Sumedang pengelolaan sampah TPAS Cibeureum
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa Terfi Meisya? Sosok Bocah Ajaib Lampung yang Bikin Atlet 78 Negara Takjub di World Junior Wushu 2026

Ribuan pengemudi ojol melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, 20 Mei 2025.

Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad

Ilustrasi isi BBM

Kabar Gembira! Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026

Kebakaran Hebat di Cidadap Bandung! Satu Rumah Ludes Dilalap Api

Remaja Hilang di Gunung Guntur, MR Ditemukan dalam Kondisi Tak Wajar

Dedi Mulyadi Pastikan Pakan Satwa dan Gaji Pegawai Bandung Zoo Aman, Pembenahan Capai 90 Persen

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.