Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 06:00 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad

By SusanaSelasa, 31 Maret 2026 19:46 WIB3 Mins Read
Ribuan pengemudi ojol melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, 20 Mei 2025.
Ilustrasi, Ojol. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Universitas Padjadjaran (Universitas Padjadjaran) memberikan klarifikasi terkait kebijakan sistem gerbang berbasis QR Code yang sempat menjadi sorotan usai aksi pengemudi ojek online (ojol) di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Selasa (31/3/2026).

Kebijakan ini sebelumnya memicu protes dari sejumlah pengemudi ojol karena dinilai menambah jarak tempuh menuju titik penjemputan maupun pengantaran di dalam area kampus.

Sistem QR Code SAUNPAD untuk Keamanan Kampus

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, menjelaskan bahwa sistem tersebut merupakan bagian dari aplikasi SAUNPAD yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan kampus.

Sistem ini mewajibkan sivitas akademika melakukan pemindaian QR Code saat keluar-masuk kampus sebagai bentuk pengelolaan akses kendaraan.

“Tujuan awal dari sistem ini untuk meningkatkan keamanan. Melalui sistem ini, sivitas akademika melakukan pemindaian QR Code untuk keluar masuk kampus sebagai bagian dari pengelolaan akses,” ujar Dandi di Sumedang.

Baca Juga:  Jadi Pasangan Terkuat di Pilkada Kabupaten Sumedang, Pasangan Erwan-Rinso Hadiri Gala Dinner Forum Invesment 

Akses Tetap Dibuka untuk Pengunjung Tanpa Aplikasi

Meski berbasis digital, Unpad menegaskan bahwa akses kampus tetap terbuka untuk masyarakat umum.

Pengunjung yang tidak memiliki akses aplikasi tetap dapat masuk melalui Gerbang C dengan mekanisme pelaporan kepada petugas keamanan.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga untuk pengemudi ojol, kurir, tamu, hingga alumni.

Protes Ojol: Dinilai Menambah Jarak dan Waktu Tempuh

Kebijakan tersebut memunculkan keluhan dari para pengemudi ojek online. Mereka menilai sistem baru itu berdampak langsung pada efisiensi perjalanan, terutama saat harus menjemput atau mengantar penumpang di dalam area kampus.

Sejumlah pengemudi menyebut rute yang harus ditempuh menjadi lebih panjang, sehingga waktu pelayanan meningkat dan berdampak pada pendapatan harian.

Baca Juga:  Tumpangi Motor, Bey Machmudin Tinjau Lokasi Puting Beliung di Sumedang

Situasi ini kemudian menjadi perhatian publik, terutama di media sosial, yang ikut menyoroti kebijakan akses kampus tersebut.

Unpad Buka Gerbang Tambahan dan Evaluasi Kebijakan

Menanggapi dinamika tersebut, Unpad akhirnya mengambil langkah penyesuaian sementara.

Pihak kampus membuka akses tambahan melalui Gerbang D atau Pintu Tugu Makalangan selama lima hari ke depan sambil melakukan evaluasi menyeluruh.

Selain itu, Unpad juga berencana menggelar dialog dengan perwakilan pengemudi ojek online untuk mencari solusi terbaik yang lebih seimbang.

“Unpad juga akan mengundang perwakilan pengemudi ojek online untuk melakukan dengar pendapat guna mencari solusi terbaik,” tambah Dandi.

Dishub Juga Lakukan Penyesuaian Rekayasa Lalu Lintas

Di sisi lain, Dinas Perhubungan juga melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jatinangor, termasuk penutupan putaran di kawasan Pangdam lama.

Baca Juga:  Pergerakan Tanah Ancam Tol Cisumdawu Sumedang, 60 Rumah Warga Terancam dan Jalur Dialihkan

Kebijakan tersebut sebelumnya turut menuai perhatian dari pengemudi ojol karena berdampak pada perubahan rute perjalanan.

Namun, Dishub menjelaskan bahwa langkah itu diambil karena titik tersebut kerap menjadi lokasi pelanggaran lalu lintas, terutama pengendara yang memotong arus dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sebagai tindak lanjut, akses di lokasi tersebut kini dibuka kembali sementara untuk evaluasi bersama pihak terkait.

Harapan Solusi Seimbang untuk Semua Pihak

Unpad berharap dalam masa evaluasi lima hari ke depan, akan ditemukan solusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban kampus, tetapi juga tetap mengakomodasi kebutuhan mobilitas para pengemudi ojek online.

Kebijakan ini diharapkan menjadi titik temu antara sistem keamanan digital kampus dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Sumedang Universitas Padjadjaran Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.