Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil

Rabu, 28 Oktober 2026 14:39 WIB
Persib Bandung

Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah

Rabu, 28 Oktober 2026 13:41 WIB

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Rabu, 28 Oktober 2026 13:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus
  • Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung
  • Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad

By SusanaSelasa, 31 Maret 2026 19:46 WIB3 Mins Read
Ribuan pengemudi ojol melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, 20 Mei 2025.
Ilustrasi, Ojol. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Universitas Padjadjaran (Universitas Padjadjaran) memberikan klarifikasi terkait kebijakan sistem gerbang berbasis QR Code yang sempat menjadi sorotan usai aksi pengemudi ojek online (ojol) di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Selasa (31/3/2026).

Kebijakan ini sebelumnya memicu protes dari sejumlah pengemudi ojol karena dinilai menambah jarak tempuh menuju titik penjemputan maupun pengantaran di dalam area kampus.

Sistem QR Code SAUNPAD untuk Keamanan Kampus

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, menjelaskan bahwa sistem tersebut merupakan bagian dari aplikasi SAUNPAD yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan kampus.

Sistem ini mewajibkan sivitas akademika melakukan pemindaian QR Code saat keluar-masuk kampus sebagai bentuk pengelolaan akses kendaraan.

“Tujuan awal dari sistem ini untuk meningkatkan keamanan. Melalui sistem ini, sivitas akademika melakukan pemindaian QR Code untuk keluar masuk kampus sebagai bagian dari pengelolaan akses,” ujar Dandi di Sumedang.

Baca Juga:  Akademisi Unpad Kritisi Putusan Hakim Soal Perkara Mardani H Maming

Akses Tetap Dibuka untuk Pengunjung Tanpa Aplikasi

Meski berbasis digital, Unpad menegaskan bahwa akses kampus tetap terbuka untuk masyarakat umum.

Pengunjung yang tidak memiliki akses aplikasi tetap dapat masuk melalui Gerbang C dengan mekanisme pelaporan kepada petugas keamanan.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga untuk pengemudi ojol, kurir, tamu, hingga alumni.

Protes Ojol: Dinilai Menambah Jarak dan Waktu Tempuh

Kebijakan tersebut memunculkan keluhan dari para pengemudi ojek online. Mereka menilai sistem baru itu berdampak langsung pada efisiensi perjalanan, terutama saat harus menjemput atau mengantar penumpang di dalam area kampus.

Sejumlah pengemudi menyebut rute yang harus ditempuh menjadi lebih panjang, sehingga waktu pelayanan meningkat dan berdampak pada pendapatan harian.

Baca Juga:  Bey Tinjau Uji Coba Program Makan Siang Bergizi di SDN Pamoyanan 2 Sumedang

Situasi ini kemudian menjadi perhatian publik, terutama di media sosial, yang ikut menyoroti kebijakan akses kampus tersebut.

Unpad Buka Gerbang Tambahan dan Evaluasi Kebijakan

Menanggapi dinamika tersebut, Unpad akhirnya mengambil langkah penyesuaian sementara.

Pihak kampus membuka akses tambahan melalui Gerbang D atau Pintu Tugu Makalangan selama lima hari ke depan sambil melakukan evaluasi menyeluruh.

Selain itu, Unpad juga berencana menggelar dialog dengan perwakilan pengemudi ojek online untuk mencari solusi terbaik yang lebih seimbang.

“Unpad juga akan mengundang perwakilan pengemudi ojek online untuk melakukan dengar pendapat guna mencari solusi terbaik,” tambah Dandi.

Dishub Juga Lakukan Penyesuaian Rekayasa Lalu Lintas

Di sisi lain, Dinas Perhubungan juga melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jatinangor, termasuk penutupan putaran di kawasan Pangdam lama.

Baca Juga:  Sanjung Dirty Vote, Guru Besar Unpad: Film yang Fenomenal

Kebijakan tersebut sebelumnya turut menuai perhatian dari pengemudi ojol karena berdampak pada perubahan rute perjalanan.

Namun, Dishub menjelaskan bahwa langkah itu diambil karena titik tersebut kerap menjadi lokasi pelanggaran lalu lintas, terutama pengendara yang memotong arus dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sebagai tindak lanjut, akses di lokasi tersebut kini dibuka kembali sementara untuk evaluasi bersama pihak terkait.

Harapan Solusi Seimbang untuk Semua Pihak

Unpad berharap dalam masa evaluasi lima hari ke depan, akan ditemukan solusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban kampus, tetapi juga tetap mengakomodasi kebutuhan mobilitas para pengemudi ojek online.

Kebijakan ini diharapkan menjadi titik temu antara sistem keamanan digital kampus dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Sumedang Universitas Padjadjaran Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.