Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Tempat Makan Pecel Lele Enak di Bandung: Lengkap dengan Harga dan Lokasinya

Sabtu, 17 Oktober 2026 17:15 WIB

Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis

Sabtu, 17 Oktober 2026 16:47 WIB

Dihantam Hujatan Se-Indonesia! Keputusan Drastis Reno Ferdinand Usai Pulang Tanpa Gelar di Mister Global 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 16:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Tempat Makan Pecel Lele Enak di Bandung: Lengkap dengan Harga dan Lokasinya
  • Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis
  • Dihantam Hujatan Se-Indonesia! Keputusan Drastis Reno Ferdinand Usai Pulang Tanpa Gelar di Mister Global 2026
  • Diduga Kalap Akibat Tekanan Kerja, Pria di Sukabumi Tega Bacok Istri Tanpa Cekcok
  • Kabar Gembira Pekerja! BSU 2026 Disalurkan Sekaligus Rp900 Ribu Akhir Tahun, Ini Penjelasan Pemerintah
  • Langit Jakarta dan Jawa Barat Dirayapi Asap Karhutla Kalimantan, Kualitas Udara Mulai Terancam?
  • Bukti Bakat Indonesia Itu Real! Dari Lapangan Semen Kampung, Devina Digodok Pelatih Berlisensi UEFA
  • Usai Debut Manis di ACL Two, Sandy Walsh Siap Tempur di Laga Persib vs Persik Kediri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Beras Premium di Jabar Langka, Bey Sebut Karena Banyak Warga yang Borong

By Putra JuangRabu, 13 Maret 2024 15:25 WIB2 Mins Read
Beras Premium di Jabar Langka. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengungkap dugaan penyebabnya langkanya peredaran beras premium di supermarket atau swalayan. Kondisi ini sudah berjalan dari sebelum hingga sesudah memasuki bulan Ramadan 1445 Hijrah.

Berdasarkan pantauan di beberapa supermarket di Kota Bandung, seperti wilayah Ciwastra dan Antapani, beras premium memang tidak ada sejak 9-12 Maret 2024. Namun, untuk penjualan di pasar tradisional seperti di Kiaracondong beras jenis premium masih ada dengan harga yang tergolong naik.

Menurut Bey, beras di toko modern langka karena begitu datang stok beras masyarakat langsung membeli banyak.

“Jadi begitu beras masuk swalayan, langsung habis diserbu masyarakat. Makanya harusnya ada solusi lebih permanen. Ini kadang kan dikirim itu beberapa kali, dan ada masalah di distribusi center. Jadi begitu datang sedikit langsung habis,” ucap Bey, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga:  Pastikan Kesiapan, Bey Minta Asrama Haji Indramayu Layanani Jemaah Sesuai Standar

Disinggung soal dugaan adanya permaian dari distributor beras premium, Bey mengatakan hal itu akan menjadi urusan aparat penegak hukum. Namun, pihaknya meminta agar masyarakat tetap membeli beras dengan sewajarnya dan tidak panik buying ketika beras masuk swalayan.

Baca Juga:  Anugerah PNS Berprestasi 2024, Pemprov Jabar Apresiasi Dedikasi dan Inovasi ASN

“Kalau dugaan ada permainan atau apa, itu kami serahkan pada aparat berwajib, yang penting masyarakat jangan panik sekali stok beras dari Bulog masih ada,” ungkapnya.

Disinggung kaitannya dengan defisit beras, Bey memastikan hal itu tidak berkaitan. Menurutnya, stok beras di Jabar masih aman hingga Idulfitri 2024 ini.

“Kita enggak defisit, justru stoknya aman sekali hingga lebaran. Jadi kondisinya saat ini itu, masyarakat ingin dapat beras lebih murah dan harusnya gak boleh panik buying, sesuaikan dengan kebutuhan saja,” katanya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Klaim Berhasil Turunkan Angka Stunting di Bawah 20 Persen

Bey sudah memikirkan beberapa solusi yang akan diterapkan untuk meminimalisir terjadinya kelangkaan beras premium di swalayan. Salah satunya dengan Operasi Pasar Murah (OPM) yang dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten kota.

“Kalau untuk solusi jangka pendek, kami akan berkoordinasi dengan Bulog untuk memenuhi penyediaan di ritel. Kalau pasar murah itu kabupaten dan kota juga harusnya bisa ikut menggelar lebih masif, tapi harus sesuaikan anggaran apakah mencukupi atau tidak,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

beras Bey Machmudin Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis

Diduga Kalap Akibat Tekanan Kerja, Pria di Sukabumi Tega Bacok Istri Tanpa Cekcok

Langit Jakarta dan Jawa Barat Dirayapi Asap Karhutla Kalimantan, Kualitas Udara Mulai Terancam?

Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga

Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.