bukamata.id – Nama influencer sekaligus aktivis muda, Salsa Erwina Hutagalung, kembali jadi bahan perbincangan publik. Sosok yang sebelumnya dikenal vokal mengkritik DPR RI soal tunjangan rumah dinas ini, kini justru menuai hujatan dari sejumlah influencer dan warganet.
Awalnya, Salsa dipuji karena keberaniannya menyuarakan aspirasi rakyat melalui media sosial. Namun belakangan, sikapnya membela sosok ibu berjilbab pink yang sempat viral sebagai simbol keberanian melawan aparat justru menjadi blunder.
Kontroversi “Ibu Jilbab Pink”
Salsa disebut ikut mengangkat narasi bahwa sosok ibu tersebut merupakan pahlawan rakyat. Dalam beberapa video, ibu yang kemudian diketahui bernama Ana bahkan berani menghina Presiden Prabowo Subianto dan menyerukan agar digantikan oleh Anies Baswedan.
Belakangan, muncul pengakuan seorang pria yang mengklaim sebagai keponakan ibu Ana. Ia menyebut bahwa keluarganya memiliki kondisi khusus dan membutuhkan perhatian, sehingga narasi “simbol perjuangan” dinilai keliru.
Kehadiran Salsa di Aksi Demo Denmark
Selain itu, Salsa juga disorot karena ikut hadir dalam aksi damai WNI di Denmark. Aksi itu bukan ditujukan ke DPR RI, melainkan menyoroti kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming.
Kehadiran Salsa di aksi tersebut membuat sebagian netizen menduga dirinya merupakan pendukung Anies Baswedan. Dugaan itu semakin memperkuat sentimen negatif yang dialamatkan padanya.
Kritik Keras dari Influencer
Gelombang kritik semakin besar setelah sejumlah influencer angkat bicara.
Tengku Zanzabella menuding Salsa sebagai provokator dari luar negeri. “Salsa yang tinggal di luar negeri itu kompor-komporin rakyat Indonesia untuk rusuh. Jadi cocoknya gua panggil dia ini oknum diaspora yang hobi banget ngejelekin negeri kelahirannya. Kau itu cuma kompor yang kau andalkan debat. Kau aja bedain video asli sama AI nggak mampu. Jadi, aku anggap kau cuma cari panggung branding diri untuk webinar,” kata Zanzabella di akun Instagramnya.
Adriel Viari Purba mempertanyakan sikap Salsa yang membela Ana. “Hei Mbak Salsa, kok modelan kayak ibu kerudung pink ini dibelain? Pas lagi bikin videonya kurang tidur, ngantuk apa gimana kok nggak fokus? Makanya reset dulu, perbanyak data, baru bikin video biar nggak malu-maluin,” ujarnya.
Adriel juga menyinggung ucapan Ana yang membawa isu suku, ras, hingga menyerukan “Prabowo turun diganti Anies” dalam aksi, yang menurutnya tidak substansial.
Jessica Fellicia menilai Salsa keliru menilai video Ana. “Orang Salsa Erwina kegocek sama buzzer, kegocek sama provokator. Narasi Kak Salsa kali ini kebablasan, tanpa cek fakta. Ibu berjilbab pink itu bukan menyuarakan rakyat, tapi malah menghina Presiden dengan bahasa binatang. Bahkan ada video yang menunjukkan ibu itu mau bakar gardu listrik,” tegas Jessica.
Jawaban Balik dari Salsa
Dihujat dari berbagai arah, Salsa menanggapi lewat unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menilai serangan yang diarahkan padanya merupakan upaya membungkam suara anak muda yang ingin kritis.
“Mereka tidak pernah membahas substansi. Mereka hanya sibuk menggugat siapa yang bicara, bukan apa yang dibicarakan,” tulis Salsa dalam salah satu unggahannya.
Ia juga menyerukan agar generasi muda tidak takut bersuara, meski dihadapkan pada upaya pembungkaman.
Dinamika Baru Aktivisme Digital
Kasus ini memperlihatkan bagaimana cepatnya opini publik di media sosial dapat berubah. Dari semula dipuji, Salsa kini menghadapi gelombang kritik tajam. Namun, ia tetap menekankan bahwa perjuangan menyuarakan keadilan tidak boleh berhenti hanya karena serangan personal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








