Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Salah satu wisata dekat Stasiun Padalarang adalah Wahoo Waterworld.

Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa

Rabu, 23 September 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru

Rabu, 23 September 2026 04:00 WIB

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Rabu, 23 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa
  • Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru
  • Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya
  • 8 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kuningan untuk Liburan Keluarga
  • Menjelajah Cita Rasa Sunda: Deretan Kuliner Legendaris Khas Kuningan yang Wajib Dicicipi
  • Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat
  • Oktober Mencekam! Persib Harus Jalani 7 Pertandingan di Tengah Jadwal Super Padat
  • MENGEJUTKAN! 12 Tahun Tanpa Gosip Miring, Borok Rumah Tangga Sara Wijayanto dan Demian Akhirnya Terbongkar?!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

INDEF Wanti-wanti Pemerintahan Prabowo-Gibran Naikkan Rasio Utang 50 Persen dari PDB

By Putra JuangJumat, 26 Juli 2024 21:08 WIB2 Mins Read
Sekolah Demokrasi bertajuk "Tantangan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di era Prabowo- Gibran". (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka diingatkan untuk berhati-hati dalam meningkatkan rasio utang negara yang mencapai angka 50 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, dalam Sekolah Demokrasi bertajuk “Tantangan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di era Prabowo- Gibran” melalui zoom meeting, Jumat (26/7/2024).

“Saya mendengar pada saat pemerintahan Prabowo-Gibran nanti akan dinaikan menjadi 50% atau bahkan 60%. Hal ini menurut saya tidak masuk akal,” ucap Esther.

“Karena ketika rasio utang terhadap PDB itu naik sampai 60% bahkan, meskipun IMF mengatakan ‘ini masih aman’, tetapi kalau tidak diimbangi dengan kenaikan Tax Revenue atau penerimaan utang pajak, maka ini sangat berbahaya,” tambahnya.

Baca Juga:  Bukan Pindad, Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Besok?

Esther menyebut, saat ini bahwa rasio utang terhadap produk domestik bruto mencapai 38 persen. Sehingga, jika mencapai angkat 50-60 persen maka akan sangat berbahaya.

“Sehingga ini sangat berbahaya. Karena saat ini kita sudah dalam kondisi ‘gali lubang, tutup lubang’, nantinya kita utang untuk membayar utang,” ungkapnya.

Esther menilai, investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan menjadi solusi dalam persoalan ini.

“Selama ini kalau kita cermati, data dari tahun 2018-2022, ternyata investasi yang masuk itu belum cukup untuk menciptakan lapangan pekerjaan, artinya di sini investasi belum ramah terhadap penciptaan lapangan pekerjaan,” katanya.

Baca Juga:  Dilepas Presiden, Ratusan Jemaah Haji Sukabumi Nikmati Layanan Premium dan Fast Track

Sehingga kita berharap bahwa Indonesia Special Economic Zones yang sekarang sudah dibangun berkisar 20 (kota/kabupaten), 10 kawasan ekonomi khusus untuk industri, 10 kawasan ekonomi khusus untuk pariwisata, itu bisa lebih menarik investasi ke Indonesia, dari Sabang-Merauke, dari Aceh sampai dengan Morotai (Maluku) semuanya ada,” sambungnya.

Esther tak menampik, jika pemerintah Indonesia sudah mencoba melakukan upaya untuk bisa menarik investasi ke Special Economic Zones dengan Fiscal Incentives maupun dengan Non Fiscal Incentives.

Kendati demikian, pemerintah juga harus menyelesaikan terkait ketidakpastian hukum yang saat ini masih terselesaikan.

Baca Juga:  Satpol PP Garut Periksa Anggotanya yang Beri Dukungan untuk Gibran

“Kemudian infrastruktur juga masih kurang. Lalu integrasi terhadap fasilitas publik itu masih kurang,” ujarnya.

Menurutnya, jika kawasan industri itu tidak terintegrasi dengan pelabuhan, bandara, akan lebih sulit melakukan proses ekspor-impor, Sehingga akan mengganggu proses produksi.

Kemudian, untuk bisa menarik investasi masuk ke Indonesia adalah harus menyelesaikan inkonsistensi kebijakan dari pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Meskipun kita tahu, kita masih punya PR besar bagaimana getting business licenses itu masih problem, itu bisa dilihat dari publikasi World Bank khusus untuk Indonesia,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gibran Rakabuming Raka Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit

Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci

Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.