Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu

Jumat, 21 Agustus 2026 20:06 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang

Jumat, 21 Agustus 2026 20:02 WIB

Gratis dari Liverpool! Real Madrid Amankan Bek Prancis Ibrahima Konate hingga 2030

Jumat, 21 Agustus 2026 19:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu
  • Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang
  • Gratis dari Liverpool! Real Madrid Amankan Bek Prancis Ibrahima Konate hingga 2030
  • Bukan GBLA! Ini Venue Baru Persib vs Manila Digger di Play-off ACL 2
  • 7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu
  • 25 Agustus 2026 Maulid Nabi, Jangan Lewatkan 7 Amalan Penuh Makna Ini
  • Orang Tua Wajib Tahu! Instagram Kini Kirim Notifikasi Jika Remaja Cari Konten Menyakiti Diri
  • Bobotoh Wajib Tahu! Launching Persib 2026/27 Digelar sebelum Kontra Manila Digger
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Didesak Bubarkan Komite Sekolah, Dedi Mulyadi Siap Lakukan Reformasi Pendidikan

By SusanaSabtu, 22 Februari 2025 16:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti sejumlah kegiatan seremonial berlebihan di tingkat pendidikan dasar hingga menengah yang dinilai tidak relevan dengan perkembangan anak.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi keluhan warganet yang mendesak agar seremonial sekolah yang dianggap tidak perlu segera dihentikan.

“Ada pertanyaan, Kang Dedi kalo TK, SD, SMP bagaimana, masih kegiatannya dilaksanakan, study tour, masih kenaikan kelas dibikin wisuda-wisuda’an, kelulusan dibikin seperti pesta kawinan, masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatannya menjadi aneh-aneh,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (22/2/2025).

Dedi menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP berada di bawah Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

Ia berencana mengajak para bupati dan wali kota untuk membuat komitmen bersama dalam merombak sistem pendidikan di Jawa Barat.

Kurangi Penggunaan Perangkat Digital di Sekolah

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyinggung penggunaan perangkat digital di sekolah, terutama smart phone. Ia mengungkapkan bahwa di negara-negara maju telah terbukti penggunaan perangkat digital dapat menurunkan daya ingat anak.

“Lebih baik kembali menggunakan buku karena otak kiri dan otak kanan anak-anak kita sedang dalam masa pertumbuhan dan harus berkembang optimal,” tambahnya.

Komitmen Pendidikan Berkarakter

Dedi menyatakan akan mengadakan pertemuan dengan para bupati dan wali kota setelah retret di Magelang untuk membahas pengembangan pendidikan berkarakter di Jabar. Ia menargetkan agar anak-anak di setiap wilayah memahami karakter khas daerahnya.

“Anak-anak gunung harus paham karakter gunung, anak-anak laut memahami karakter laut, dan anak-anak kota memahami karakter kehidupan di perkotaan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap sistem pendidikan ini mampu membekali generasi muda Jabar agar menjadi pemimpin di tingkat nasional, bahkan internasional.

“Sehingga anak-anak Jawa Barat kedepan menjadi penguasa di nusantara ini, dan bila perlu mereka bisa berekspansi menjadi tokoh-tokoh dunia,”

Respon Warganet: Bubarkan Komite Sekolah

Pernyataan Dedi ini muncul sebagai respons terhadap keluhan warganet di media sosial. Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun @yy_***, yang menulis, “Pak, bubarkan Komite Sekolah dan hapus wisuda SD, SMP, SMA.”

Komentar tersebut menjadi sorotan publik, mengingat banyak orang tua yang merasa terbebani oleh biaya dan kegiatan seremonial yang dinilai tidak esensial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Komite Sekolah Pendidikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang

7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Saldo Bansos Belum Masuk? Ini Penyebab PKH, BPNT dan Bantuan Beras Agustus 2026 Belum Cair

Karhutla Ancam Kalimantan, 1.487 Titik Panas Terdeteksi hingga Udara Masuk Zona Berbahaya

Emak Gila

1.066 ASN di Kabupaten Bandung Terjerat Judol, Nilai Deposit Tembus Rp6,5 Miliar

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.