Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Antapani, Farhan Ancam Beri Sanksi Tegas Pejabat Setempat

Selasa, 6 Oktober 2026 09:17 WIB

Ancam Posisi Kazakhstan! Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Juara ASEAN Cup 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 09:08 WIB

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Selasa, 6 Oktober 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Antapani, Farhan Ancam Beri Sanksi Tegas Pejabat Setempat
  • Ancam Posisi Kazakhstan! Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Juara ASEAN Cup 2026
  • 7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!
  • Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!
  • Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu
  • BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026
  • Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat
  • Jelang Tiga Laga Kandang Persib Bandung, Polisi Minta Bobotoh Jaga Ketertiban dan Jadi Tuan Rumah yang Baik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Didesak Bubarkan Komite Sekolah, Dedi Mulyadi Siap Lakukan Reformasi Pendidikan

By SusanaSabtu, 22 Februari 2025 16:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti sejumlah kegiatan seremonial berlebihan di tingkat pendidikan dasar hingga menengah yang dinilai tidak relevan dengan perkembangan anak.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi keluhan warganet yang mendesak agar seremonial sekolah yang dianggap tidak perlu segera dihentikan.

“Ada pertanyaan, Kang Dedi kalo TK, SD, SMP bagaimana, masih kegiatannya dilaksanakan, study tour, masih kenaikan kelas dibikin wisuda-wisuda’an, kelulusan dibikin seperti pesta kawinan, masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatannya menjadi aneh-aneh,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (22/2/2025).

Dedi menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP berada di bawah Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

Baca Juga:  Jam Malam Pelajar di Jabar Resmi Ditetapkan, Begini Aturannya

Ia berencana mengajak para bupati dan wali kota untuk membuat komitmen bersama dalam merombak sistem pendidikan di Jawa Barat.

Kurangi Penggunaan Perangkat Digital di Sekolah

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyinggung penggunaan perangkat digital di sekolah, terutama smart phone. Ia mengungkapkan bahwa di negara-negara maju telah terbukti penggunaan perangkat digital dapat menurunkan daya ingat anak.

“Lebih baik kembali menggunakan buku karena otak kiri dan otak kanan anak-anak kita sedang dalam masa pertumbuhan dan harus berkembang optimal,” tambahnya.

Baca Juga:  Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?

Komitmen Pendidikan Berkarakter

Dedi menyatakan akan mengadakan pertemuan dengan para bupati dan wali kota setelah retret di Magelang untuk membahas pengembangan pendidikan berkarakter di Jabar. Ia menargetkan agar anak-anak di setiap wilayah memahami karakter khas daerahnya.

“Anak-anak gunung harus paham karakter gunung, anak-anak laut memahami karakter laut, dan anak-anak kota memahami karakter kehidupan di perkotaan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap sistem pendidikan ini mampu membekali generasi muda Jabar agar menjadi pemimpin di tingkat nasional, bahkan internasional.

Baca Juga:  Dipinang Golkar Maju Pilgub Jabar 2024, Dedi Mulyadi Tunggu Restu Prabowo Subianto

“Sehingga anak-anak Jawa Barat kedepan menjadi penguasa di nusantara ini, dan bila perlu mereka bisa berekspansi menjadi tokoh-tokoh dunia,”

Respon Warganet: Bubarkan Komite Sekolah

Pernyataan Dedi ini muncul sebagai respons terhadap keluhan warganet di media sosial. Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun @yy_***, yang menulis, “Pak, bubarkan Komite Sekolah dan hapus wisuda SD, SMP, SMA.”

Komentar tersebut menjadi sorotan publik, mengingat banyak orang tua yang merasa terbebani oleh biaya dan kegiatan seremonial yang dinilai tidak esensial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Pendidikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Antapani, Farhan Ancam Beri Sanksi Tegas Pejabat Setempat

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Oktober 2026 Mulai Cair! 6 Bantuan Ini Siap Disalurkan, Cek Daftarnya

960 Gas Portable Sehari! Polisi Bongkar Pabrik Oplosan LPG 3 Kg di Bandung

Sempat Terdengar Teriakan, Pria Jatuh dari Flyover Kopo hingga Meninggal

Dulu Serba Pink, Sekarang Makeup?! Penampilan Terbaru Ustaz Riza Muhammad Kembali Disorot Warganet

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.