Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bos Persib Meledak! Wasit FIFA Asia Dinilai Paling Parah di Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026 19:01 WIB

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita

Jumat, 20 Februari 2026 18:44 WIB
Ilustrasi berdoa

Haid saat Ramadhan? Ini 5 Amalan yang Tetap Berpahala Besar

Jumat, 20 Februari 2026 18:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bos Persib Meledak! Wasit FIFA Asia Dinilai Paling Parah di Indonesia
  • Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita
  • Haid saat Ramadhan? Ini 5 Amalan yang Tetap Berpahala Besar
  • Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?
  • Misi Balas Dendam Maung Bandung: Menanti Duel Panas Persib vs Persita di GBLA!
  • Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!
  • Jadwal Buka Puasa DKI Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026 Lengkap dengan Waktu Salat
  • Benarkah Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor? Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ditinggal NTB dan Yogyakarta, Pendapatan-Belanja Jabar Merosot di Era Dedi Mulyadi

By Aga GustianaRabu, 9 Juli 2025 09:20 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Demul). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Capaian kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan penurunan pada pertengahan tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu kini tergeser ke peringkat ketiga dalam realisasi pendapatan dan belanja daerah nasional.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Senin (7/7/2025) dan disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemendagri. Dalam kesempatan itu, Tito menyebut bahwa Jawa Barat yang sebelumnya konsisten berada di puncak, kini harus mengakui keunggulan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dulu Jawa Barat nomor satu, sekarang Kang Dedi Mulyadi (KDM) kalah sama Ngarso Dalem Sri Sultan. Dan Pak Lalu Iqbal dari NTB sekarang di atas Jawa Barat,” ungkap Tito dikutip Rabu (9/7/2025).

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, Jawa Barat mencatatkan realisasi pendapatan sebesar 44,72 persen dan belanja 38,79 persen per Juni 2025. Angka ini masih tergolong tinggi, namun tak mampu mempertahankan posisi teratas yang sebelumnya menjadi langganan Jabar dalam pengelolaan anggaran.

Baca Juga:  Terbang ke Medan, Sekda Herman Suntik Semangat Atlet Jabar di PON XXI 2024

Sebagai perbandingan, Yogyakarta kini memimpin nasional dengan pendapatan 57,43 persen dan serapan belanja mencapai 41,92 persen. Sementara NTB berhasil menyalip Jabar di posisi kedua, dengan pendapatan 46,26 persen dan belanja 38,99 persen.

“NTB, Pak Lalu Iqbal. Terima kasih, Pak. Bapak hebat, Pak,” ujar Tito saat memuji Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.

Baca Juga:  Lisa Mariana Siap Jalani Tes DNA, Polemik dengan Ridwan Kamil Memanas

Mendagri menilai bahwa capaian NTB sangat impresif mengingat provinsi tersebut sedang menghadapi tantangan ekonomi akibat penundaan ekspor tambang di wilayah Sumbawa. Tito menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dari tim Pemerintah Provinsi NTB, mulai dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Dispenda, hingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain Jabar, provinsi lain yang masuk dalam 10 besar nasional untuk realisasi pendapatan dan belanja adalah:

  • Kepulauan Riau (Pendapatan: 39,48% | Belanja: 38,25%)
  • Jawa Timur (48,59% | 37,71%)
  • Lampung (39,94% | 37,70%)
  • Jawa Tengah (45,68% | 37,48%)
  • Sumatera Barat (47,59% | 37,48%)
  • Gorontalo (43,81% | 37,20%)
  • Banten (39,91% | 34,94%)

Dalam forum yang sama, apresiasi terhadap NTB juga datang dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudy. Ia mengakui belum sempat mengunjungi NTB secara langsung, namun laporan dari Wakil Menteri Bappenas menyatakan kondisi provinsi tersebut sangat kondusif dan progresif.

Baca Juga:  DPRD Jabar Konsultasi ke Kemendagri Bahas Perubahan Pajak Daerah untuk APBD 2026

“Saya minta maaf Bapak Gubernur Lalu Muhammad Iqbal, belum sempat ke tempat Bapak. Namun, kami sudah mendapat laporan dari Wakil Menteri Bappenas. Rupanya beliau ini rekan Pak Dubes Lalu Muhammad Iqbal. Insyaallah saya akan sempatkan datang ke NTB,” ujar Rahmat.

Penurunan performa Jabar dalam aspek pendapatan dan belanja menjadi catatan penting di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi. Tantangan ke depan adalah mengembalikan posisi Jawa Barat sebagai provinsi dengan tata kelola anggaran terbaik secara nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Belanja Daerah Dedi Mulyadi jawa barat Kemendagri Pendapatan Jabar Realisasi Anggaran 2025 Tito Karnavian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita

Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?

Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!

Jadwal Pencairan THR CPNS 2026, Siap-siap Terima di Minggu Pertama Puasa

Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa

Geger! Jasad Pria Ditemukan di Arboretum Unpad Jatinangor, Kondisinya Sudah Membusuk

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.