Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Kamis, 2 April 2026 17:07 WIB

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Kamis, 2 April 2026 17:01 WIB

Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan

Kamis, 2 April 2026 17:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
  • Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!
  • Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025
  • Heboh Liga Belanda! Pemain Naturalisasi ‘Diparkir’ Akibat Masalah Paspor, Timnas Indonesia Terdampak
  • KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi
  • Momen Emosional Putros, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
  • Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pertama di Jawa Barat! Warga Desa Kini Bisa Memilih Kepala Desa Secara Digital

By SusanaSelasa, 7 Oktober 2025 14:18 WIB3 Mins Read
Kegiatan PressTalk di Gedung Sate, Selasa (7/10/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Digital bakal digelar secara efektif dan efisien di dua daerah, yakni Kabupaten Indramayu dan Karawang, pada akhir tahun ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Jawa Barat, Ade Afriandi, menyampaikan bahwa Pilkades digital akan menjadi langkah penting menuju tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan dan modern.

“Di Indramayu akan ada 139 desa, sedangkan di Karawang sebanyak 9 desa yang mengikuti pilkades secara elektronik,” ujar Ade dalam kegiatan PressTalk di Gedung Sate, Selasa (7/10/2025).

Indramayu dan Karawang Jadi Percontohan Pilkades Elektronik

Pilkades di Indramayu dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2025, disusul Karawang pada 23 Desember 2025.

Menurut Ade, persiapan teknis dan simulasi sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, termasuk studi ke daerah yang lebih dulu menerapkan sistem serupa seperti Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Baca Juga:  Garut dan Duka di Tengah Pesta: Ketika Euforia Berujung Tragedi

DPMDes juga intens berdiskusi dengan pemerintah kabupaten untuk memetakan potensi kendala, seperti ancaman serangan siber dan gangguan jaringan yang bisa memengaruhi kelancaran pemilihan.

“Kami mendapat masukan di lapangan terkait kekhawatiran serangan hacker atau buzzer. Bahkan dalam sistem manual pun masih ada upaya intervensi,” jelas Ade.

Ia menegaskan, Pemprov Jabar terus menyiapkan langkah mitigasi agar Pilkades elektronik tetap aman, jujur, dan adil (Luber Jurdil).

Sistem Pemilihan Digital dan Edukasi Masyarakat

Dalam sistem baru ini, warga akan datang ke TPS dengan membawa undangan berisi barcode.

Saat barcode dipindai di bilik suara, akan muncul kertas suara elektronik yang menampilkan nama calon kepala desa.

Setelah memilih, warga akan menerima bukti mencoblos digital, yang otomatis tersimpan sebagai arsip keamanan.

“Bukti tersebut akan masuk ke kotak khusus untuk antisipasi bila hasil pemungutan suara dipertanyakan,” tutur Ade.

Baca Juga:  16 Medali Diborong Atlet Tarung Derajat Jabar di PON XXI 2024

Selain teknologi, literasi digital masyarakat desa juga menjadi fokus utama agar warga memahami proses pemilihan berbasis elektronik dan tidak terpengaruh isu negatif.

Efisiensi Anggaran dan Penggunaan Vendor Aplikasi

DPMDes Jabar mengalokasikan anggaran Rp750 juta dari APBD Perubahan 2025 untuk pelaksanaan tahap awal Pilkades Digital, terutama dalam bimbingan teknis bagi panitia dan penyediaan sistem pemilihan.

Ade menjelaskan, pihaknya akan menyewa vendor aplikasi agar lebih efisien.

“Kalau buat aplikasi sendiri, penggunaannya hanya 8 tahun sekali, jadi tidak efisien. Karena itu, kami sewa penyedia layanan digital untuk platform pemilihan,” katanya.

Minimalisir Politik Uang dan Kecurangan

Dengan sistem digital, DPMDes optimistis praktik money politics dan kecurangan manual di lapangan dapat diminimalkan.

Selain efisiensi dan transparansi, pendekatan ini juga diharapkan menjaga kearifan lokal setiap daerah.

Baca Juga:  Selama Liburan Akhir Tahun, Satgas Saber Pungli Jaga Ketat Kawasan Wisata

Ade menegaskan, Pilkades elektronik tetap akan dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

“Pilkades digital tidak bisa diintervensi pihak mana pun, termasuk pemerintah provinsi. Semua proses terbuka dan hasilnya bisa dipantau masyarakat,” tegasnya.

Persetujuan Resmi dari Kemendagri

Pelaksanaan Pilkades Digital di Jawa Barat telah mendapatkan restu dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui surat Nomor 7458/PMD.01.02/PEMOTD.

Surat tersebut menyebutkan bahwa sebanyak 528 desa di Jawa Barat akan menggelar pilkades pada 2026, diawali dengan tahap uji coba di Kabupaten Indramayu Desember mendatang.

Transformasi digital dalam Pilkades menjadi tonggak penting bagi Jawa Barat menuju pemerintahan desa yang lebih akuntabel, efisien, dan transparan.

Jika sukses di Indramayu dan Karawang, model ini berpotensi diterapkan di seluruh wilayah Jabar pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

digitalisasi desa DPMDes Jabar Indramayu jawa barat Karawang pemilihan kepala desa digital Pilkades digital Pilkades elektronik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Ilustrasi gempa

Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan

Fakta Mengejutkan KPK! CCTV Ono Surono Jadi Sorotan

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.