Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Selasa, 17 Maret 2026 20:21 WIB

Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?

Selasa, 17 Maret 2026 20:00 WIB
Persib

Persib di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Sebut Super League Masuk Periode Penentu

Selasa, 17 Maret 2026 19:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan
  • Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?
  • Persib di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Sebut Super League Masuk Periode Penentu
  • Suaranya Mirip Dubbing Iklan, Ibu-Ibu Viral Ini Maki Pengunjung Minimarket Pakai Bahasa ‘Naskah Sinetron’!
  • Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!
  • Kata Inara Rusli Soal Video Syur: Akui Ada Rekaman, Bantah Tuduhan Perzinaan
  • Waktu Maghrib Kota Bandung Hari Ini Jam Berapa? Jangan Lewatkan Doa Buka Puasa
  • Kantongi Belasan Miliar dari Kompetisi Asia, Intip Proyek ‘Los Galacticos’ Persib Bandung Musim Depan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Regulasi Impor Bahan Baku Obat Jadi Pembahasan Bio Farma dan Wantannas RI

By SusanaKamis, 8 Agustus 2024 17:50 WIB4 Mins Read
Sekretaris Jenderal Wantannas RI, Laksdya TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bio Farma beserta jajaran Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Wantannas RI) menggelar forum focus group discussion menindaklanjuti pembahasan terkait dengan ketahanan kesehatan nasional.

Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Atas 1 (RRA 1) – Gedung Heritage Bio Farma Jl. Pasteur 28 Kota Bandung, Kamis (8/8/2024).

Sekretaris Jenderal Wantannas RI, Laksdya TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat, mengatakan diskusi tersebut bertujuan membahas tentang permasalahan-permasalahan kesehatan, khususnya obat-obatan di Indonesia.

“Kami merasa perlu untuk diagendakan pembahasan lanjutan secara lebih dalam mengenai kesiapan industri farmasi milik negara untuk mendukung terciptanya ketahanan kesehatan nasional,” papar Hutabarat, Kamis (8/8/2024).

Hutabarat juga menilai, kegiatan diskusi ini juga merupakan wadah untuk menampung masukan-masukan kepada pemerintah terkait dengan permasalahan regulasi maupun logistik.

“Ataupun apapun yang berkaitan dengan permasalahan-permasalahan terkait dengan vaksin, produk obat-obatan maupun dukungan-dukungan kesehatan yang otomatis akan terkait dengan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut juga, Hutabarat menyinggung terkait permasalahan bahan baku obat di Bio Farma yang menurutnya begitu kompleks.

“Permasalahan ini sebenarnya permasalahan yang pastinya kompleks, tapi tidak bisa diselesaikan hanya dengan waktu yang singkat dan tidak bisa diselesaikan dengan hanya satu pihak saja, tapi harus komprehensif dan integral,” ungkapnya.

Menurutnya, permasalahan-permasalahan bahan baku impor ini juga ternyata terjadi di negara-negara lain.

“Walaupun tadi disampaikan bahwa bahan bakunya masih banyak dari China dan India, itu bukan hanya Indonesia saja, seluruh dunia juga seperti itu. Karena menyiapkan satu bahan baku itu juga kalau tidak ada pasarnya, itu juga cost yang cukup besar,” jelasnya.

Baca Juga:  Bio Farma Didorong Jadi Sentra Vaksin Regional, Wakil Menteri BUMN Tinjau Kapasitas Produksi

“Jadi merebut pasarnya juga itu cerita lain lagi, yang terpenting saat ini saya lihat apa yang dilakukan oleh kita menurut saya sudah memilih prioritas-prioritas yang tepat,” sambungnya.

Adapun terkait regulasi-regulasi yang mungkin selama ini dianggap sudah baik seharusnya, tapi justru kurang aplikatif. Tidak salah, mungkin ketika dibuat regulasi zamannya berbeda, situasinya berbeda.

“Yang kurang aplikatif itu mungkin nanti kita akan melakukan suatu revisi mungkin, itu kembali kepada pemerintah pastinya,” ujarnya.

Kemudian, Hutabarat mengatakan terkait regulasi tersebut akan dijadikan masukan kepada pemerintah dan undang-undang.

“Tugas kami hanya melakukan pengkajian dan kami melihat, lalu kami berikan masukan kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden selaku Ketua Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia, itu yang akan kami lakukan,” tuturnya.

Disinggung terkait support secara spesifik yang dilakukan, Hutabarat mengatakan dalam setiap regulasi tersebut terdapat sub-sub yang tidak baik.

“Saya tidak bisa bilang secara spesifik apa regulasi-regulasinya, karena setiap regulasi mungkin ada sub-subnya saja yang tidak baik. Kita harus kaji lagi, kita akan melakukan ini mungkin kita bentuk seperti seminar nasional yang dilakukan dimanapun, entah di Jakarta, Bandung atau dimanapun,” jelasnya.

Baca Juga:  Berbagi Ilmu dengan Delegasi OIC Comstech 2024, Bio Farma Harap Jadi Momentum Diplomasi Kesehatan Indonesia

Kedepannya, Hutabarat mengatakan pihaknya akan mengundang semua pihak, untuk melihat pandangan-pandangan agar tercapai sebuah solusi.

“Itu adalah tugas kami untuk mencari sebenarnya mempertemukan dari segala macam pihak dan mencarikan solusi yang aplikatif,” katanya.

Sementara itu, terkait teknis dalam hal menekan impor bahan obat-obatan, Hutabarat menyampaikan pihaknya akan membandingkan dengan instansi-instansi lain.

“Contohnya misalkan menurut Bio Farma harga ini harus dikurangi atau menurut Bio Farma pajak ini harus dikurangi, nah disitulah kami akan mempertemukan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan dan seterusnya,” bebernya.

“Dengan kandungan TKDN nya juga sudah ditentukan oleh pemerintah, kita harus masukan juga aturan-aturan itu, apakah TKDN nya harus ditingkatkan atau dikurangi, disitu mudah-mudahan nanti kita bisa menjawab lebih detail lagi, lebih spesifik lagi, manakala kita sudah melakukan seminar dan sebagainya,” sambungnya.

Terakhir, melalui kegiatan diskusi ini, Hutabarat mengaku pihaknya mendapatkan banyak masukan, dan kedepannya akan dibentuk lagi kegiatan seminar yang lebih komprehensif.

“Tadi kami banyak mendapat masukan selama kami berdiskusi dan Insya Allah nanti kita akan lanjutkan lagi dalam bentuk kegiatan seminar yang lebih komprehensif yang akan melibatkan berbagai stakeholder, dalam hal ini pentahelix,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Medis & Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki mengatakan sebagai BUMN Farmasi, Bio Farma mendapatkan semacam amanah dari pemerintah untuk memberikan kecukupan dari obat-obatan.

Baca Juga:  Jelang Debat, Gibran Lakukan Persiapan dengan Perbanyak Diskusi

“Jadi mungkin Bio Farma sebagai BUMN Farmasi mendapatkan semacam amanah dari pemerintah untuk memberikan kecukupan dari obat-obatan yang ada di Indonesia, khususnya obat-obatan yang esensial dan lebih khusus di Bio Farma ini adalah untuk vaksin,” ungkapnya.

Terkait bahan baku obat yang masih bergantung dari luar, Sri mengatakan Bio Farma masih bergantung dari China dan India.

“62 dari bahan baku obat yang ada beredar di Indonesia, dari 1.105 bahan baku obat memang masih diimpor. Tapi Bio Farma sendiri untuk 10 besar bahan baku obat-obatan itu, 6 sudah diproduksi di Kimia Farma, cucu usaha dari Bio Farma.

Perlu diketahui, Bio Farma juga memenuhi 3/4 dari produk polio di seluruh dunia. Sri mengatakan, Bio Farma tetap melakukan beberapa pemenuhan kebutuhan domestik maupun global.

“Jadi kita tetap, walaupun COVID-19 sudah berlalu, kita tetap memproduksi beberapa vaksin-vaksin yang memang sangat dibutuhkan, baik itu untuk fungsi domestik maupun global,” ujarnya.

Adapun terkait regulasi, Sri mengatakan melalui diskusi bersama Wantannas RI ini untuk mencari solusi bersama.

“Makanya kunjungan dari Pak Sekjen ini untuk regulasi memang menjadi PR kita bersama,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bahan baku obat Bio Farma diskusi regulasi Wantannas RI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!

Waktu Maghrib Kota Bandung Hari Ini Jam Berapa? Jangan Lewatkan Doa Buka Puasa

Polisi Umumkan Tol Gedebage Dibuka 24 Jam saat Arus Mudik Lebaran 2026

Laba Tembus Rp1,15 Triliun, bank bjb Buktikan Ketahanan Finansial di Tengah Gejolak Ekonomi 2025

Bukan Sembarang Prajurit! Prada Nawawi Harumkan Indonesia di Langit Libya, Netizen: Tentara Allah!

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.