Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Sunset di Pantai Kejawanan

Cuma 3 Jam dari Jakarta! Ini 8 Destinasi Wisata Cirebon Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

Kamis, 22 Oktober 2026 01:00 WIB

Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat

Rabu, 21 Oktober 2026 20:45 WIB

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cuma 3 Jam dari Jakarta! Ini 8 Destinasi Wisata Cirebon Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah
  • Bikin Ngiler! 3 Tempat Makan di Subang dengan Menu Beragam dan Suasana Nyaman
  • Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api
  • Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!
  • Buntut Bentrok Suporter di Stadion, Ini Rincian Sanksi Komdis PSSI untuk Persija dan Persita
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bio Farma Didorong Jadi Sentra Vaksin Regional, Wakil Menteri BUMN Tinjau Kapasitas Produksi

By SusanaSenin, 2 Desember 2024 17:15 WIB2 Mins Read
Wakil Menteri BUMN RI, Dony Oskaria (tengah) didampingi oleh Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya pada sesi kunjungan fasilitas produksi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bio Farma menerima kunjungan kerja Wakil Menteri BUMN RI, Dony Oskaria, bersama Asisten Deputi Bidang Industri Kesehatan, Fadjar Judisiawan, pada 29 November 2024.

Rombongan disambut oleh Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, beserta jajaran direksi. Kunjungan ini bertujuan meninjau peningkatan kapasitas produksi Bio Farma sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan global.

Dalam sambutannya, Dony Oskaria menekankan pentingnya Bio Farma sebagai salah satu industri yang memiliki dampak besar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global.

“Bio Farma telah berkontribusi besar terhadap ketahanan kesehatan, menjangkau hingga 740 juta orang di dunia. Produk-produknya memberikan dampak positif, baik di tingkat nasional maupun global,” ungkap Dony.

Baca Juga:  Bio Farma Gandeng Garuda Indonesia Perluas Akses Kedokteran Nuklir di Indonesia

Ia juga menyampaikan harapannya agar Bio Farma dapat menjadi pusat produsen vaksin regional di ASEAN.

“Bio Farma adalah satu-satunya produsen vaksin di ASEAN dengan sertifikat prakualifikasi WHO untuk ekspor. Dalam beberapa tahun ke depan, saya harap Bio Farma mampu menjadi hub vaksin regional,” lanjutnya.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyebut bahwa perusahaan memiliki kapasitas produksi lebih dari 3 miliar dosis per tahun dengan 17 produk andalan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.

Baca Juga:  Kasus DBD Meningkat, Bio Farma Sosialisasikan Produk Vaksin Demam Berdarah

“Bio Farma terus meningkatkan kapasitas produksi untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional sekaligus memperluas kontribusi Indonesia di kancah global melalui diplomasi kesehatan,” ujar Shadiq.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri BUMN beserta rombongan meninjau fasilitas produksi vaksin untuk berbagai program pemerintah, seperti vaksin polio, pertusis, BCG, typhoid, hepatitis B, hingga hemofilus influenza tipe B.

Fasilitas produksi vaksin nOPV2 (vaksin polio tipe 2) yang menjadi komoditas ekspor unggulan juga mendapat perhatian khusus.

Baca Juga:  Undang Dokter Spesialis Jantung, Bio Farma Bahas Produk Ovine Enoxaparin Sodium

Bio Farma telah mendukung inisiatif WHO, Expanded Programme on Immunization, selama 50 tahun terakhir. Program ini berhasil mencegah 154 juta kematian anak.

Di tingkat nasional, Bio Farma berperan penting dalam pencapaian cakupan imunisasi hingga 94,6% pada tahun 2022.

Melalui komitmen dan inovasi, Bio Farma terus memperkuat posisinya sebagai pelopor industri kesehatan Indonesia dan mitra global dalam upaya memperluas cakupan imunisasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bio Farma
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api

Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!

Diduga Keruk APBD Rp 18,7 Miliar, Wabup Indramayu Resmi Ditahan Kejati Jabar

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.