Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lansia di Cimahi yang Sempat Hilang Ditemukan Tewas di Sumur Sedalam 14 Meter

Minggu, 12 Juli 2026 15:11 WIB

Empat Raksasa Lolos! Ini Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026

Minggu, 12 Juli 2026 14:33 WIB

Selamat Jalan Temon, Kisah Haru Mantan Staf HRD yang Pilih Jadi Pelawak Legendaris Kini Berpulang

Minggu, 12 Juli 2026 14:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lansia di Cimahi yang Sempat Hilang Ditemukan Tewas di Sumur Sedalam 14 Meter
  • Empat Raksasa Lolos! Ini Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026
  • Selamat Jalan Temon, Kisah Haru Mantan Staf HRD yang Pilih Jadi Pelawak Legendaris Kini Berpulang
  • Persib Batal TC ke Bangkok, Igor Tolic Fokus Hadapi Piala Presiden dan ACL Two
  • Jalan Diponegoro Bandung Resmi Ditutup Permanen, Ini Rute Alternatif Terbaru di Sekitar Gedung Sate
  • Kabar Duka! Komedian Temon Templar Meninggal Dunia
  • Hasil Argentina vs Swiss 3-1: Lionel Messi Cs Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
  • Persib Diuntungkan! Laga Playoff ACL Two Lawan Manila Digger Resmi Ditunda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bio Farma Didorong Jadi Sentra Vaksin Regional, Wakil Menteri BUMN Tinjau Kapasitas Produksi

By SusanaSenin, 2 Desember 2024 17:15 WIB2 Mins Read
Wakil Menteri BUMN RI, Dony Oskaria (tengah) didampingi oleh Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya pada sesi kunjungan fasilitas produksi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bio Farma menerima kunjungan kerja Wakil Menteri BUMN RI, Dony Oskaria, bersama Asisten Deputi Bidang Industri Kesehatan, Fadjar Judisiawan, pada 29 November 2024.

Rombongan disambut oleh Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, beserta jajaran direksi. Kunjungan ini bertujuan meninjau peningkatan kapasitas produksi Bio Farma sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan global.

Dalam sambutannya, Dony Oskaria menekankan pentingnya Bio Farma sebagai salah satu industri yang memiliki dampak besar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global.

“Bio Farma telah berkontribusi besar terhadap ketahanan kesehatan, menjangkau hingga 740 juta orang di dunia. Produk-produknya memberikan dampak positif, baik di tingkat nasional maupun global,” ungkap Dony.

Baca Juga:  Gelar Round Table Discussion, Upaya Bio Farma Tingkatkan Sinergi Bersama Rumah Sakit di Balikpapan

Ia juga menyampaikan harapannya agar Bio Farma dapat menjadi pusat produsen vaksin regional di ASEAN.

“Bio Farma adalah satu-satunya produsen vaksin di ASEAN dengan sertifikat prakualifikasi WHO untuk ekspor. Dalam beberapa tahun ke depan, saya harap Bio Farma mampu menjadi hub vaksin regional,” lanjutnya.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyebut bahwa perusahaan memiliki kapasitas produksi lebih dari 3 miliar dosis per tahun dengan 17 produk andalan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.

Baca Juga:  Bio Farma Gandeng Garuda Indonesia Perluas Akses Kedokteran Nuklir di Indonesia

“Bio Farma terus meningkatkan kapasitas produksi untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional sekaligus memperluas kontribusi Indonesia di kancah global melalui diplomasi kesehatan,” ujar Shadiq.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri BUMN beserta rombongan meninjau fasilitas produksi vaksin untuk berbagai program pemerintah, seperti vaksin polio, pertusis, BCG, typhoid, hepatitis B, hingga hemofilus influenza tipe B.

Fasilitas produksi vaksin nOPV2 (vaksin polio tipe 2) yang menjadi komoditas ekspor unggulan juga mendapat perhatian khusus.

Baca Juga:  Dukung Kontingen Koni Jabar di PON XXI, Bio Farma Beri Vaksinasi Influenza pada 385 Atlet

Bio Farma telah mendukung inisiatif WHO, Expanded Programme on Immunization, selama 50 tahun terakhir. Program ini berhasil mencegah 154 juta kematian anak.

Di tingkat nasional, Bio Farma berperan penting dalam pencapaian cakupan imunisasi hingga 94,6% pada tahun 2022.

Melalui komitmen dan inovasi, Bio Farma terus memperkuat posisinya sebagai pelopor industri kesehatan Indonesia dan mitra global dalam upaya memperluas cakupan imunisasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bio Farma Dony Oskaria kunjungan kerja produksi Shadiq Akasya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lansia di Cimahi yang Sempat Hilang Ditemukan Tewas di Sumur Sedalam 14 Meter

Jalan Diponegoro Bandung Resmi Ditutup Permanen, Ini Rute Alternatif Terbaru di Sekitar Gedung Sate

Mobil Hantam Tiang PJU di Jalan Dago Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Pengemudi Mabuk

Hancur Luar Dalam! Bupati Gowa Kini Dilaporkan Mantan Suami dan Didepak Keluarga Kandung?!

2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Ada yang Depositnya Melebihi Gaji!

Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok

Terpopuler
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.