Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Adzan Maghrib Kota Bandung Hari Ini, Siapkan Buka Puasa Tepat Waktu!

Kamis, 19 Februari 2026 17:00 WIB

THR PNS 2026 Segera Cair! Ini Nominal dan Komponen Lengkapnya

Kamis, 19 Februari 2026 16:03 WIB

Persib Seret Wasit Majed Alshamrani ke AFC Usai Disingkirkan Ratchaburi FC

Kamis, 19 Februari 2026 15:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Adzan Maghrib Kota Bandung Hari Ini, Siapkan Buka Puasa Tepat Waktu!
  • THR PNS 2026 Segera Cair! Ini Nominal dan Komponen Lengkapnya
  • Persib Seret Wasit Majed Alshamrani ke AFC Usai Disingkirkan Ratchaburi FC
  • Sore Syahdu di Kota Kembang: 10 Rekomendasi Spot Ngabuburit Hits Bandung 2026
  • Adzan Magrib Jam Berapa? Cek Jadwal Buka Puasa Hari Pertama 1 Ramadhan 1447 H
  • 5 Menu Buka Puasa Sehat yang Bikin Tubuh Tetap Bertenaga Sepanjang Ramadhan
  • Persib Tersingkir di ACL 2 2025/26, Invasi Suporter Picu Potensi Sanksi AFC
  • Video Teh Pucuk Durasi 17 Menit Viral, Ternyata Begini Fakta di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Berkah di Balik Viral, Patung Macan Putih Kediri Kini Bawa Manfaat untuk Warga

By SusanaRabu, 7 Januari 2026 13:20 WIB3 Mins Read
Viral patung macan putih di Kediri. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Desa Balungjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendadak menjadi sorotan publik setelah patung macan putih di desa tersebut viral karena bentuknya yang dianggap “aneh” dan nyentrik.

Patung yang dibuat oleh pematung lokal, Suwarni, ini langsung memicu perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet menilai bentuknya mirip kuda nil, bukan macan putih sebagaimana seharusnya.

Meski awalnya menuai cibiran, justru keunikan inilah yang membuat patung ini ramai diperbincangkan.

Menurut pakar media sosial, fenomena seperti ini adalah contoh klasik dari viral capitalism, di mana kontroversi menjadi magnet perhatian. Hujatan dan komentar negatif berubah menjadi atensi yang mendorong traffic, yang akhirnya memunculkan peluang ekonomi bagi warga setempat.

“Kalau patungnya dibuat normal dan gagah seperti standar biasa, mungkin hanya dilewati orang. Tapi karena bentuknya ‘aneh’, orang datang, berbicara, bahkan memotretnya untuk media sosial,” ujar seorang analis media sosial.

Komentar Warganet Banjiri Media Sosial

Baca Juga:  Patung Macan Putih di Kediri Viral, Kades Ungkap Asal-usul dan Pendanaan

Fenomena patung ini langsung menjadi bahan perdebatan di media sosial, terutama Instagram dan TikTok. Beberapa komentar menarik dikutip dari akun Instagram @opiniid, Rabu (7/1/2026):

  • “@vik***: Sedikit lebih beda lebih baik dari pada sedikit lebih baik.”
  • “@ali***: Justru di situ letak seninya.”
  • “@han***: Pematungnya hebat. Agar tidak menyerupai ciptaan Tuhan, dibuatkan kreasi seperti ini.”
  • “@lam***: Karena dia nggak pakai uang negara, maka diterima masyarakat. Coba kalau pakai anggaran 3,5 miliar, beda pasti ceritanya.”

Komentar-komentar ini menunjukkan bagaimana kontroversi dan keunikan bisa menjadi daya tarik yang kuat, bahkan untuk hal-hal yang awalnya dianggap “aneh” atau tidak lazim.

Patung Ditawar Rp 180 Juta, Pematung Pilih Tolak

Selain viral di media sosial, patung macan putih ini juga menarik perhatian kolektor dan penikmat seni. Suwarni mengungkapkan bahwa patungnya sempat ditawar Rp 180 juta oleh seorang warga asal Bali.

Baca Juga:  Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor? Ini Fakta Sebenarnya

“Sempat ada yang menawar sampai Rp 180 juta, katanya orang Bali, tapi saya tolak,” kata Suwarni.

Suwarni sendiri dikenal sebagai pematung berbagai hewan dan sudah lama menekuni bidang seni pahat. Ia mengaku tidak menyangka patung yang awalnya hanya untuk hiasan desa bisa menjadi fenomena nasional.

Wisata Dadakan, Ekonomi Warga Melonjak

Sejak viral, Desa Balungjeruk ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Pengunjung tidak hanya penasaran ingin melihat patung, tetapi juga berbelanja makanan, minuman, mainan anak, hingga parkir.

Kawasan sekitar patung kini menjadi pusat UMKM dadakan, dengan pedagang lokal dan luar desa memanfaatkan momentum ini.

Kepala Desa Balungjeruk, Safi’i, menyambut positif fenomena ini. Menurutnya, patung ini bukan hanya menyedot perhatian wisatawan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Harapan ke depan, patung ini terus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk peningkatan kesejahteraan warga dan pelaku UMKM,” ujar Safi’i.

Baca Juga:  Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor? Ini Fakta Sebenarnya

Fenomena Viral dan Pelajaran Seni Kreatif

Fenomena patung macan putih di Kediri ini menjadi pelajaran penting bagi dunia seni dan kreativitas. Kreativitas yang “tidak biasa” sering kali menjadi magnet publik.

Di era media sosial, keunikan dan kontroversi bisa lebih bernilai daripada kesempurnaan konvensional, karena menarik perhatian dan memicu interaksi yang luas.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia kini semakin responsif terhadap seni publik yang memancing diskusi. Patung yang semula dicibir, kini menjadi ikon lokal, destinasi wisata dadakan, sekaligus peluang ekonomi baru.

Bagi Suwarni dan warga Desa Balungjeruk, patung macan putih bukan sekadar karya seni. Ia menjadi simbol kreativitas, keberanian berekspresi, dan kekuatan viral media sosial yang membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Desa Balungjeruk ekonomi kreatif desa fenomena viral Indonesia patung macan putih kediri patung unik Jawa Timur patung viral Kediri seni patung Indonesia UMKM Kediri wisata dadakan Kediri wisata viral 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Adzan Maghrib Kota Bandung Hari Ini, Siapkan Buka Puasa Tepat Waktu!

THR PNS 2026 Segera Cair! Ini Nominal dan Komponen Lengkapnya

Istana Diguncang ‘Anak Paket C’, Tiyo Ardianto dan Kritik Soal MBG!

Dugaan Korupsi Rumdin DPRD Indramayu Naik ke Penyidikan, Kerugian Negara Rp16,8 Miliar

Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni Is Back! Resmi Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Siap-Siap Pulang Kampung! Daftar Lengkap Mudik Gratis 2026 Beserta Jadwal dan Kuota

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.