Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP

Senin, 24 Agustus 2026 21:04 WIB

Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua

Senin, 24 Agustus 2026 20:54 WIB

Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!

Senin, 24 Agustus 2026 20:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP
  • Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua
  • Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?
  • Tingkatkan Keamanan Pengguna dan Pengemudi, inDrive Hadirkan Layanan SIAGA di Bandung
  • Utamakan Pendidikan di Tengah Mahkota: Kisah Chika, Siswi SD Asal Bogor yang Harumkan Jawa Barat
  • Pendaki 16 Tahun Tewas Jatuh di Jurang Gunung Sumbing, Sempat Terpisah dari Rombongan
  • Modal Manis Musim Lalu, Beckham Putra Bidik Momen Gila: Persib Lolos ACL Two!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Patung Macan Putih di Kediri Viral, Kades Ungkap Asal-usul dan Pendanaan

By Aga GustianaSabtu, 27 Desember 2025 18:00 WIB3 Mins Read
Viral patung macan putih di Kediri. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Beberapa hari terakhir, jagat maya diramaikan oleh penampakan Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Sosok patung yang dianggap tak sesuai ekspektasi publik dengan cepat menyebar dan mencuri perhatian pengguna media sosial. Tak sedikit warganet memberi komentar satir, sementara sebagian lainnya mempertanyakan proses pembangunan hingga pendanaannya.

Di tengah ramainya respons tersebut, Pemerintah Desa Balongjeruk angkat bicara untuk memberi penjelasan menyeluruh mengenai latar belakang dan arah pengembangan patung yang kini tengah menjadi ikon baru desa.

Ikon Macan Putih Dipilih dari Cerita Tutur Sesepuh

Kepala Desa Balongjeruk, Safii, mengungkapkan bahwa ide pembangunan monumen ini bukan muncul tiba-tiba, melainkan melalui diskusi formal tingkat desa. Gagasan tersebut mengemuka saat musyawarah yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga pemuka agama, lalu disepakati sebagai ikon yang mewakili sejarah lokal.

Ia menegaskan kembali dasar pemilihan simbol tersebut:

“Pemilihan Macan Putih tidak lepas dari cerita tutur para sesepuh desa. Konon, Macan Putih merupakan hewan peliharaan leluhur yang membabat atau membuka wilayah Desa Balongjeruk,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).

Macan Putih selama ini memang dikenal dalam mitologi lokal Kediri, sehingga wajar apabila warga setempat ingin mengabadikannya sebagai penanda identitas desa.

Bukan dari Dana Desa, Tetapi Dana Pribadi

Salah satu poin yang menjadi pembahasan publik adalah soal pendanaan patung. Safii meluruskan kabar yang beredar dan menegaskan bahwa pembangunan monumen ini sama sekali tidak menggunakan dana desa.

“Ini murni dana pribadi, tidak ada penggunaan dana desa,” tegasnya.

Ia merincikan pengeluaran total sebesar Rp3,5 juta, yang terdiri dari Rp2 juta untuk ongkos pembuat patung dan Rp1,5 juta untuk material. Langkah itu diambil sebagai bentuk dukungan pribadi terhadap penguatan identitas desa tanpa membebani anggaran desa.

Terbuka Dikritik, Siap Perbaiki Patung Macan Putih

Meski viral bukan karena hasil akhir yang sempurna, Pemerintah Desa Balongjeruk memilih bersikap terbuka. Kritik warganet dianggap sebagai masukan yang bisa mengarahkan pengembangan ikon desa agar tampil lebih representatif di masa mendatang.

“Kami menyadari wujud patung saat ini belum sesuai dengan gambar atau rancangan awal. Karena itu, kami berkomitmen untuk memperbaikinya,” ungkapnya.

Lebih jauh, pihak desa berharap kritik dan apresiasi datang tidak hanya dari masyarakat luas tetapi juga dari pemerintah daerah.

“Demi kesempurnaan sejarah dan ikon desa, kami berharap ada arahan dan masukan agar monumen ini bisa menjadi kebanggaan bersama,” pungkas Safii.

Menuju Ikon Desa yang Layak Dibanggakan

Patung Macan Putih di Balongjeruk mungkin belum mencapai bentuk ideal, namun keberadaannya membuka jalan diskusi mengenai identitas lokal, sejarah, dan bagaimana masyarakat melihat simbol-simbol budaya masa kini. Komitmen pemerintah desa untuk memperbaikinya memberi sinyal bahwa perjalanan ikon tersebut belum selesai.

Yang jelas, viralnya patung ini telah menempatkan Macan Putih Kediri kembali di tengah perbincangan publik—bukan semata karena bentuknya, tetapi karena nilai sejarah yang ingin dipertahankan warga Balongjeruk.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP

Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?

Pendaki 16 Tahun Tewas Jatuh di Jurang Gunung Sumbing, Sempat Terpisah dari Rombongan

Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.