Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Senin, 24 Agustus 2026 16:31 WIB

Dari Bocah yang Nyaris Berhenti, Jonatan Christie Kini Jadi Raja Tunggal Putra Dunia

Senin, 24 Agustus 2026 16:04 WIB

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

Senin, 24 Agustus 2026 15:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!
  • Dari Bocah yang Nyaris Berhenti, Jonatan Christie Kini Jadi Raja Tunggal Putra Dunia
  • Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data
  • Kisah Tahun Gajah dan Lahirnya Nabi Muhammad SAW yang Menyimpan Pelajaran Berharga
  • Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung
  • Pindah Stadion Tanpa Penonton, Ramon Tanque Tegaskan Persib Siap Hajar Manila Digger di SJH
  • Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya
  • Persib Berpacu dengan Waktu! Igor Tolic Pusing, 2 Pemain Cedera Jelang Kontra Manila Digger
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

By Aga GustianaSenin, 24 Agustus 2026 16:31 WIB2 Mins Read
Infeksi Saluran Pernapasan Akut. (Foto: Ilustrasi/pantirapih)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Indonesia menjadi sorotan serius sepanjang tahun 2026. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, total temuan kasus di tingkat nasional melonjak hingga dua kali lipat jika disandingkan dengan catatan pada rentang waktu yang sama di tahun lalu.

Per tanggal 15 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, Jawa Barat menduduki posisi puncak sebagai wilayah dengan angka ISPA tertinggi, yakni menembus 1.858.779 kasus. Menyusul di peringkat kedua ada Jawa Tengah dengan 1.819.793 kasus, DKI Jakarta 1.241.791 kasus, Jawa Timur 1.007.305 kasus, serta Banten di angka 637.542 kasus.

Kendati data pusat menempatkan Jawa Barat di urutan teratas, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, memiliki catatan tersendiri. Ia menyatakan bahwa tren ISPA di wilayahnya sebenarnya justru menunjukkan penurunan dibandingkan periode tahun lalu.

Vini membeberkan bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2026, akumulasi kasus ISPA di Jawa Barat berada di kisaran 1,4 juta. Angka ini susut drastis dibanding total kasus sepanjang 2025 yang hampir menyentuh 3 juta temuan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Dorong Penerapan Teknologi Blockhain untuk Tingkatkan Layanan Publik

“Sebetulnya kalau data yang saya dapatkan, di Jawa Barat tahun ini mengalami penurunan. Kalau kita malah 2025 lebih tinggi, hampir di angka 3 jutaan. Sekarang itu sekitar 1,4 juta dari Januari sampai Juli,” kata Vini, Senin (24/8/2026).

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten/Kota Harus Siaga Hadapi Bencana, Sekda Jabar: Tidak Boleh Panik

“Jadi memang tahun ini justru mengalami penurunan kalau berdasarkan data yang ada,” sambungnya.

Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

Dari total 1,4 juta pasien di Jawa Barat hingga Juli 2026, kelompok anak mendominasi hampir separuh dari keseluruhan angka kesakitan, yaitu menyumbang sekitar 743.000 kasus.

“Kelompok rentan. Anak-anak ada di 743.000. Kalau data yang masuk ke saya ya, dari Januari sampai Juli. 50 (persen sisanya) remaja, dewasa, sama lansia. Jadi anak lebih mendominasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Jabar akan Implementasikan KKI untuk Mendukung Digitalisasi Sistem Pembayaran

Melihat tingginya tingkat penularan pada kelompok usia dini, khususnya balita, langkah pencegahan ekstra sangat diperlukan. Imunitas anak yang belum terbentuk sempurna membuat mereka lebih gampang terpapar serangan virus pencetus ISPA.

“ISPA ini kan bisa terjadi sama siapa aja, karena dia penyebabnya terbanyak virus. Jadi pada anak balita, pada remaja, pada dewasa, pada lansia,” ungkap Vini.

“Makanya ASI eksklusif harus, makan bergizi harus, imunisasi harus, ya. Karena anak itu kan rentan ya terhadap penularan ISPA,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dinkes Jabar ISPA jawa barat Kemenkes RI Vini Adiani Dewi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung

Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya

Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek Bansos Rp600 Ribu BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, NIK KTP Jadi Kuncinya

Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.