Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bey Machmudin Targetkan Kota Bandung Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di Jabar

By SusanaSenin, 13 Mei 2024 19:32 WIB4 Mins Read
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menargetkan Kota Bandung menjadi percontohan pengelolaan sampah di wilayah Jabar. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menargetkan Kota Bandung menjadi percontohan pengelolaan sampah di wilayah Jabar.

Untuk itu, beberapa fasilitas pengolahan sampah akan diperbaiki dengan pendekatan inovasi teknologi dan jumlahnya ditambah.

Menurut Bey, pengelolaan sampah harus menjadi salah satu prioritas yang segera diselesaikan. Kota Bandung menjadi daerah dengan produksi sampah paling besar di wilayah Jabar.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung 2023, jumlah produksi sampah di Kota Bandung mencapai 1.594,18 ton per hari pada 2022. Sampah makanan menjadi penyumbang terbesar.

Bey sendiri melakukan pembahasan tersebut di TPS3R Enci Azis Gardujati Kota Bandung bersama sejumlah pejabat, di antaranya, Ketua Satgas Pengelolaan Sampah Terpadu Bandung Raya yang juga Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Jabar, Dedi Taufik dan Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono.

Di TPS3R Enci Azis Gardujati Kota Bandung, Bey ingin mengembangkan proses pengolahan sampah dari Gibrik (alat pemisah sampah organik dan anorganik) hingga bisa menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

“Ini terkait sampah Kota Bandung, kami ingin penanganan sampah jadi prioritas, disini contoh kami ingin mengembangkan ada Gibrik sampai RDF. Nanti ada peningkatan dan saya akan lihat dulu dampaknya secara visual, jangan sampai masih ada yang buang sampah sembarangan segala macam,” jelas Bey, Senin (13/5/2024).

Baca Juga:  Pemprov Jabar Raih Tiga Penghargaan di Bhumandala Award 2024

“Tadi juga dibahas perda yang bisa menghukum mereka yang buang sampah sembarangan dan peningkatan mesin-mesin yang ada,” imbuhnya.

Penambahan fasilitas pengolahan sampah di beberapa titik menjadi upaya yang sedang dilakukan oleh Pemprov Jabar. Nilai investasinya bisa mencapai Rp 12 miliar.

“Intinya kita ingin sampah itu tuntas di tahun ini, minimal di Kota Bandung dan jadi percontohan untuk kota lainnya,”ujarnya.

Saat ini, tiap kecamatan maksimal bisa menampung dan mengolah 6 ton sampah perhari. Bey ingin jumlah itu bisa naik hingga 10 ton. Masyarakat pun diimbau untuk turut serta dalam menanggulangi masalah sampah dengan cara memilah.

Disinggung titik mana tempat pengolahan sampah yang akan diakselerasi, Bey mengatakan di antaranya di Jalan Indramayu, Antapani, Babakan Siliwangi, Batununggal

Baca Juga:  Pemkot Bandung Desak Aplikasi Jagat Perbaiki Kerusakan Taman Tegallega

Ketua Satgas Pengelolaan Sampah Terpadu Bandung Raya, Dedi Taufik menambahkan dua mesin Gibrik dan RDF yang sudah beroperasi, seperti di Baksil, akan ditingkatkan pemrosesannya.

“Kalau itu akan ditambah jadi tiga mengakomodir beberapa wilayah yaitu Cibeunying, Tamansari, Coblong dan Setiabudi,” kata Dedi.

Kemudian, mesin yang beroperasi di TPS3R Enci Azis Gardujati Kota Bandung akan ditingkatkan kapasitasnya untuk mengurangi beban buangan ke TPA Sarimukti. Lalu, rencana di Jalan Indramayu pihaknya akan memasang satu line pengolahan sampah. Di Batununggal juga sama, satu line untuk kapasitas 10 ton

“Sementara ini sumber sampah terbanyak itu kan kota bandung, sekarang naik jadi 1.800 ton perhari. Jadi perlu pengolahan sampah yang baik selain setengahnya dibuang ke Sarimukti dan sisanya harus diolah di hulu yaitu salah satunya dengan mesin RDF ini,” terangnya.

“Secepatnya target kita, Agustus sudah bisa operasi karena ada beberapa yang harus renovasi dulu tempatnya yang penting lahannya sudah clear di empat ini. Kita berharap selesai di Agustus bisa menerima untuk pengolahan sampah melalui RDF ini,” imbuhnya.

Baca Juga:  Teror Dini Hari di Buahbatu, Perempuan Dibacok Begal saat Tunggu Ojol

Diketahui, teknologi RDF telah diujicobakan di beberapa Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Bandung. Yaitu Babakan Siliwangi (Baksil), Jalan Indramayu, Ence Azis dan Batununggal.

Selain itu, teknologi RDF merupakan proses pengolahan sampah meliputi pengeringan untuk mengurangi kadar airnya menjadi kurang dari 25 persen. Kemudian dicacah menjadi ukuran 2-10 cm agar nilai kalor meningkat. Hasilnya adalah serbuk-serbuk atau potongan-potongan seragam yang siap digunakan sebagai bahan bakar.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan penggunaan teknologi RDF menghasilkan ritasi ke TPS Sarimukti juga telah mengalami penurunan.

“Dengan adanya teknologi RDF ini, ritasi sampah Kota Bandung ke TPS Sari Mukti berkurang,” ujarnya.

Kota Bandung kini memiliki total 27 TPS yang tersebar di berbagai wilayah, menunjukkan komitmen dalam meningkatkan infrastruktur pengelolaan sampah.

RDF yang dihasilkan dari teknologi ini dapat digunakan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil dalam berbagai industri. Selain mengurangi dampak lingkungan dari sampah, penerapan RDF juga membantu memanfaatkan sumber daya secara efisien.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Kota Bandung pengelolaan sampah sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.