Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

Minggu, 29 Maret 2026 19:34 WIB

Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain

Minggu, 29 Maret 2026 18:48 WIB

Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget

Minggu, 29 Maret 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!
  • Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan
  • Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026
  • Gila! Persib Siapkan ‘Skuad Monster’ 2026/2027, 4 Pos Krusial Langsung Disikat
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘7 Menit’ Ramai Dicara, Ada Link Telegram?
  • Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.000 Triliun per April 2025

By Aga GustianaSelasa, 17 Juni 2025 10:30 WIB2 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per April 2025 mencapai US$431,5 miliar atau sekitar Rp7.039,4 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.314 per dolar AS). Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 8,2 persen (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan Maret 2025 yang tumbuh 6,4 persen.

Kenaikan utang ini berasal dari dua kelompok utama: ULN pemerintah dan ULN swasta.

Pemerintah Menyumbang Lebih dari Separuh ULN

ULN yang berasal dari sektor pemerintah tercatat sebesar US$208,8 miliar, mengalami lonjakan pertumbuhan 10,4 persen yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 7,6 persen.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (16/6/2025), BI menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh dua faktor utama: penarikan pinjaman luar negeri serta masuknya modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Tingginya minat investor asing dinilai sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional, meski kondisi pasar keuangan global masih diliputi ketidakpastian.

Baca Juga:  Padel Bangkrut di Swedia, Justru Booming di Indonesia: Tren Olahraga Baru Anak Muda

Dari sisi pemanfaatan, utang pemerintah banyak digunakan untuk sektor-sektor strategis, antara lain:

  • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,3% dari total ULN pemerintah)
  • Administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,7%)
  • Pendidikan (16,4%)
  • Konstruksi (12%)
  • Transportasi dan pergudangan (8,7%)
Baca Juga:  Rafael Situmorang Soroti Ketimpangan Pekerja Formal dan Informal di Jawa Barat

ULN Swasta Menurun, Tapi Tetap Signifikan

Sementara itu, ULN dari sektor swasta tercatat sebesar US$194,8 miliar. Meski angkanya besar, pertumbuhannya justru mengalami kontraksi -0,6 persen yoy, sedikit membaik dibanding kontraksi bulan sebelumnya yang mencapai -1,0 persen.

Kontraksi ini mencerminkan upaya penyesuaian di sektor swasta terhadap dinamika global dan pembiayaan eksternal yang lebih selektif.

BI Tegaskan ULN Tetap Terkendali

Meski total utang luar negeri meningkat, BI menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia masih tergolong sehat dan terkendali. Salah satu indikator utamanya adalah dominasi utang jangka panjang yang dinilai lebih stabil dan minim risiko.

  • 99,9 persen dari ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang
  • 76,9 persen dari ULN swasta juga terdiri atas pinjaman jangka panjang
Baca Juga:  Sejarah! Jay Idzes Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Berlaga di Serie A

Dengan struktur yang seperti ini, BI menilai bahwa risiko pembiayaan eksternal Indonesia tetap terjaga, dan ULN masih dalam batas aman untuk mendukung pembangunan nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Ekonomi BI ekonomi Indonesia Indonesia Utang Luar Negeri Utang Pemerintah Utang Swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.