Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Padel Bangkrut di Swedia, Justru Booming di Indonesia: Tren Olahraga Baru Anak Muda

By Aga GustianaJumat, 26 September 2025 14:37 WIB2 Mins Read
llustrasi olahraga padel yang sedang booming di Indonesia.
Ilustrasi olahraga Padel. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setelah tren bersepeda sempat menguasai gaya hidup masyarakat Indonesia, kini giliran padel yang naik daun. Olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini sedang jadi primadona baru, terutama di kalangan anak muda dan selebritas.

Namun, pertanyaannya: akankah hype padel di Indonesia berumur panjang, atau akan bernasib sama seperti di Swedia?

Swedia Pernah Jadi Surga Padel, Kini Banyak Lapangan Tutup

Swedia tercatat sebagai salah satu negara yang paling cepat mengadopsi padel. Antara 2016–2020, jumlah lapangan padel di negeri Skandinavia itu melonjak hingga 1.000%. Sayangnya, ekspansi besar-besaran tanpa perencanaan matang membuat pasar jenuh.

Jumlah lapangan tidak sebanding dengan jumlah pemain, hingga banyak pengusaha terpaksa gulung tikar. Salah satu raksasa industri padel, We Are Padel, bahkan menutup sekitar 50% fasilitasnya pada 2022 akibat kerugian besar.

Baca Juga:  Bandung Dinobatkan sebagai Kota Termacet di Indonesia Versi TomTom Traffic

Kisah di Swedia menjadi pelajaran penting agar tren padel tidak sekadar jadi euforia sementara yang berujung “gelembung” bisnis.

Padel: Lebih Mudah dari Tenis, Lebih Sosial dari Squash

Padel pertama kali muncul di Meksiko tahun 1969, lalu berkembang pesat di Spanyol dan berbagai negara Eropa. Kini, olahraga ini mulai digemari di Asia, termasuk Indonesia.

Permainan padel menggunakan raket lebih ringan daripada tenis, dimainkan di lapangan kecil yang dikelilingi dinding kaca. Uniknya, bola boleh memantul ke dinding sebelum dikembalikan, sehingga permainan terasa lebih dinamis dan strategis.

Baca Juga:  Awal Mula Kecoak Masuk dan Berkembang di Indonesia

Karena dimainkan berpasangan, padel dikenal sebagai olahraga sosial yang menyenangkan. Selain itu, aturannya lebih sederhana sehingga mudah dipelajari semua kalangan.

Booming di Indonesia: Gaya Hidup Baru Masyarakat Urban

Di Indonesia, lapangan padel mulai bermunculan di kota-kota besar. Banyak anak muda hingga figur publik menjadikannya aktivitas seru untuk olahraga sekaligus bersosialisasi.

Popularitasnya tak lepas dari keunggulan padel yang:

  • Minim kontak fisik, sehingga relatif aman.
  • Seru dimainkan berpasangan, cocok untuk semua usia.
  • Efektif melatih kelincahan, koordinasi, dan membakar kalori.
Baca Juga:  Jokowi: Probabilitas Resesi Indonesia Masih 1,5 Persen, Harus Kita Jaga

Tak heran jika padel berpotensi menjadi gaya hidup baru masyarakat urban, layaknya tren gowes beberapa tahun lalu.

Peluang dan Tantangan di Indonesia

Meski tren padel tengah booming, para pakar mengingatkan agar industri ini tidak mengulang kesalahan Swedia. Pertumbuhan lapangan, bisnis perlengkapan, hingga event padel harus dirancang secara berkelanjutan.

Jika dikelola dengan tepat, padel bukan hanya jadi olahraga populer, tetapi juga mampu membuka peluang di sektor ekonomi kreatif, pariwisata, hingga penyelenggaraan event internasional.

Dengan kata lain, Indonesia punya kesempatan besar menjadikan padel lebih dari sekadar tren sesaat — sebuah industri olahraga modern dengan masa depan cerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

booming Indonesia olahraga padel Swedia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo

Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan

Beda Jauh dari Afrika Selatan 2010! Piala Dunia 2026 Ramai Dihujat dan Disebut Produk Gagal

Gara-gara Mahar Rp13 Miliar, Persib Bandung Terpaksa Lepas Mariano Peralta ke Tangan Persija

Prediksi Meleset! Piala Dunia 2026 Sepi Turis Asing, Hotel Mewah AS Terpaksa Obral Diskon Besar

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.