Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan

Rabu, 16 September 2026 14:41 WIB

Tumbang Lawan Juventus, Jay Idzes Diprediksi Naik Meja Operasi dan Lewati ASEAN Cup 2026

Rabu, 16 September 2026 14:31 WIB

Aksi Jual Beli Data Pribadi Terbongkar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadi Korban

Rabu, 16 September 2026 14:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan
  • Tumbang Lawan Juventus, Jay Idzes Diprediksi Naik Meja Operasi dan Lewati ASEAN Cup 2026
  • Aksi Jual Beli Data Pribadi Terbongkar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadi Korban
  • Dinkes Bandung Temukan Kotoran dan Kecoa di SPPG Mandalajati, Sanitasi Dinilai Belum Lengkap
  • FAKTA MENGEJUTKAN! Di Balik Bantuan Mendadak Reza Arap Bangun 27 Sekolah di NTT
  • Persib Tanpa 2 Pilar di Seoul, FC Seoul Justru Akui Maung Bandung Bikin Khawatir
  • BRT Bandung Bikin Pusing! JPO di Cicadas Dikhawatirkan Terlalu Curam
  • Kebakaran TPS Punclut Bandung Bikin Warga Waspada, Ada Ancaman Gas Metana
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Padel Bangkrut di Swedia, Justru Booming di Indonesia: Tren Olahraga Baru Anak Muda

By Aga GustianaJumat, 26 September 2025 14:37 WIB2 Mins Read
llustrasi olahraga padel yang sedang booming di Indonesia.
Ilustrasi olahraga Padel. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setelah tren bersepeda sempat menguasai gaya hidup masyarakat Indonesia, kini giliran padel yang naik daun. Olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini sedang jadi primadona baru, terutama di kalangan anak muda dan selebritas.

Namun, pertanyaannya: akankah hype padel di Indonesia berumur panjang, atau akan bernasib sama seperti di Swedia?

Swedia Pernah Jadi Surga Padel, Kini Banyak Lapangan Tutup

Swedia tercatat sebagai salah satu negara yang paling cepat mengadopsi padel. Antara 2016–2020, jumlah lapangan padel di negeri Skandinavia itu melonjak hingga 1.000%. Sayangnya, ekspansi besar-besaran tanpa perencanaan matang membuat pasar jenuh.

Jumlah lapangan tidak sebanding dengan jumlah pemain, hingga banyak pengusaha terpaksa gulung tikar. Salah satu raksasa industri padel, We Are Padel, bahkan menutup sekitar 50% fasilitasnya pada 2022 akibat kerugian besar.

Baca Juga:  Prediksi BMKG: Desember Jadi Fase Puncak Musim Hujan

Kisah di Swedia menjadi pelajaran penting agar tren padel tidak sekadar jadi euforia sementara yang berujung “gelembung” bisnis.

Padel: Lebih Mudah dari Tenis, Lebih Sosial dari Squash

Padel pertama kali muncul di Meksiko tahun 1969, lalu berkembang pesat di Spanyol dan berbagai negara Eropa. Kini, olahraga ini mulai digemari di Asia, termasuk Indonesia.

Permainan padel menggunakan raket lebih ringan daripada tenis, dimainkan di lapangan kecil yang dikelilingi dinding kaca. Uniknya, bola boleh memantul ke dinding sebelum dikembalikan, sehingga permainan terasa lebih dinamis dan strategis.

Baca Juga:  Justin Hubner Buka Suara Soal Tak Dipanggil Timnas Indonesia

Karena dimainkan berpasangan, padel dikenal sebagai olahraga sosial yang menyenangkan. Selain itu, aturannya lebih sederhana sehingga mudah dipelajari semua kalangan.

Booming di Indonesia: Gaya Hidup Baru Masyarakat Urban

Di Indonesia, lapangan padel mulai bermunculan di kota-kota besar. Banyak anak muda hingga figur publik menjadikannya aktivitas seru untuk olahraga sekaligus bersosialisasi.

Popularitasnya tak lepas dari keunggulan padel yang:

  • Minim kontak fisik, sehingga relatif aman.
  • Seru dimainkan berpasangan, cocok untuk semua usia.
  • Efektif melatih kelincahan, koordinasi, dan membakar kalori.
Baca Juga:  Tim Boccia Persembahkan Tiga Medali, Indonesia Duduki Peringkat 47 Paralimpiade Paris 2024

Tak heran jika padel berpotensi menjadi gaya hidup baru masyarakat urban, layaknya tren gowes beberapa tahun lalu.

Peluang dan Tantangan di Indonesia

Meski tren padel tengah booming, para pakar mengingatkan agar industri ini tidak mengulang kesalahan Swedia. Pertumbuhan lapangan, bisnis perlengkapan, hingga event padel harus dirancang secara berkelanjutan.

Jika dikelola dengan tepat, padel bukan hanya jadi olahraga populer, tetapi juga mampu membuka peluang di sektor ekonomi kreatif, pariwisata, hingga penyelenggaraan event internasional.

Dengan kata lain, Indonesia punya kesempatan besar menjadikan padel lebih dari sekadar tren sesaat — sebuah industri olahraga modern dengan masa depan cerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia olahraga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tumbang Lawan Juventus, Jay Idzes Diprediksi Naik Meja Operasi dan Lewati ASEAN Cup 2026

Ganas! Maarten Paes Tampil Penuh, Ajax Bantai Willem II 5-1, Nathan Tjoe-A-On Jadi Lawan

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United

Prediksi Ipswich vs Arsenal di Piala EFL: The Gunners Diprediksi Menang Mudah?

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.