Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bursa Transfer Persib Menggila! Elkan Baggott hingga Pemain Eropa Dibidik

Senin, 27 April 2026 15:52 WIB

Daftar Lengkap Menteri Baru Hasil Reshuffle Kabinet Merah Putih yang Dilantik Presiden Prabowo Hari Ini

Senin, 27 April 2026 15:43 WIB

Menyatukan Ruang atau Memenuhi Hasrat? Catatan Kritis atas Rencana Integrasi Gedung Sate-Gasibu

Senin, 27 April 2026 15:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bursa Transfer Persib Menggila! Elkan Baggott hingga Pemain Eropa Dibidik
  • Daftar Lengkap Menteri Baru Hasil Reshuffle Kabinet Merah Putih yang Dilantik Presiden Prabowo Hari Ini
  • Menyatukan Ruang atau Memenuhi Hasrat? Catatan Kritis atas Rencana Integrasi Gedung Sate-Gasibu
  • Daftar Tokoh yang Tiba di Istana Jelang Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto 27 April 2026
  • Bahaya Tersembunyi dari Foto yang Dimanipulasi
  • Bukan Pembalap Biasa! Kisah Kiandra Ramadhipa yang Mengguncang Eropa dan Siap Tembus MotoGP
  • Persib Terancam? Bonus Rp5 Miliar Picu Kontroversi Besar Liga 1
  • Gas Pol! Kode Redeem FF Terbaru 27 April 2026: Ada Skin Winchester hingga XM8 Blizzard Blaze Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Padel Bangkrut di Swedia, Justru Booming di Indonesia: Tren Olahraga Baru Anak Muda

By Aga GustianaJumat, 26 September 2025 14:37 WIB2 Mins Read
llustrasi olahraga padel yang sedang booming di Indonesia.
Ilustrasi olahraga Padel. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setelah tren bersepeda sempat menguasai gaya hidup masyarakat Indonesia, kini giliran padel yang naik daun. Olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini sedang jadi primadona baru, terutama di kalangan anak muda dan selebritas.

Namun, pertanyaannya: akankah hype padel di Indonesia berumur panjang, atau akan bernasib sama seperti di Swedia?

Swedia Pernah Jadi Surga Padel, Kini Banyak Lapangan Tutup

Swedia tercatat sebagai salah satu negara yang paling cepat mengadopsi padel. Antara 2016–2020, jumlah lapangan padel di negeri Skandinavia itu melonjak hingga 1.000%. Sayangnya, ekspansi besar-besaran tanpa perencanaan matang membuat pasar jenuh.

Jumlah lapangan tidak sebanding dengan jumlah pemain, hingga banyak pengusaha terpaksa gulung tikar. Salah satu raksasa industri padel, We Are Padel, bahkan menutup sekitar 50% fasilitasnya pada 2022 akibat kerugian besar.

Baca Juga:  Tren Tagar KaburAjaDulu Viral di X, Indonesia sedang Tak Baik-baik Saja?

Kisah di Swedia menjadi pelajaran penting agar tren padel tidak sekadar jadi euforia sementara yang berujung “gelembung” bisnis.

Padel: Lebih Mudah dari Tenis, Lebih Sosial dari Squash

Padel pertama kali muncul di Meksiko tahun 1969, lalu berkembang pesat di Spanyol dan berbagai negara Eropa. Kini, olahraga ini mulai digemari di Asia, termasuk Indonesia.

Permainan padel menggunakan raket lebih ringan daripada tenis, dimainkan di lapangan kecil yang dikelilingi dinding kaca. Uniknya, bola boleh memantul ke dinding sebelum dikembalikan, sehingga permainan terasa lebih dinamis dan strategis.

Baca Juga:  Jadwal Piala Dunia U-17 2023 Hari Ini: Indonesia Vs Panama

Karena dimainkan berpasangan, padel dikenal sebagai olahraga sosial yang menyenangkan. Selain itu, aturannya lebih sederhana sehingga mudah dipelajari semua kalangan.

Booming di Indonesia: Gaya Hidup Baru Masyarakat Urban

Di Indonesia, lapangan padel mulai bermunculan di kota-kota besar. Banyak anak muda hingga figur publik menjadikannya aktivitas seru untuk olahraga sekaligus bersosialisasi.

Popularitasnya tak lepas dari keunggulan padel yang:

  • Minim kontak fisik, sehingga relatif aman.
  • Seru dimainkan berpasangan, cocok untuk semua usia.
  • Efektif melatih kelincahan, koordinasi, dan membakar kalori.
Baca Juga:  Sambut Kedatangan Paus Fransiskus, Jokowi: Ini Kunjungan Sangat Bersejarah

Tak heran jika padel berpotensi menjadi gaya hidup baru masyarakat urban, layaknya tren gowes beberapa tahun lalu.

Peluang dan Tantangan di Indonesia

Meski tren padel tengah booming, para pakar mengingatkan agar industri ini tidak mengulang kesalahan Swedia. Pertumbuhan lapangan, bisnis perlengkapan, hingga event padel harus dirancang secara berkelanjutan.

Jika dikelola dengan tepat, padel bukan hanya jadi olahraga populer, tetapi juga mampu membuka peluang di sektor ekonomi kreatif, pariwisata, hingga penyelenggaraan event internasional.

Dengan kata lain, Indonesia punya kesempatan besar menjadikan padel lebih dari sekadar tren sesaat — sebuah industri olahraga modern dengan masa depan cerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

booming Indonesia olahraga padel Swedia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rubber Game Penuh Tensi! Fajar Alfian Hancurkan Harapan Thailand

Arsenal vs Lyon, Siapa Melaju ke Final Liga Champions Wanita?

Rumor Transfer: Persib dan Persija Disinyalir Bersaing Demi Tanda Tangan Pratama Arhan

Rumor Transfer Memanas: Dari Rumor Lingard ke Persib Hingga Operasi Senyap Persis Solo

Borneo FC Siap ‘Teror’ Puncak Klasemen, Laga Kontra Semen Padang Jadi Momentum Emas Geser Persib

Bukan Main! 6 Pemain Timnas U-17 Terancam Dicoret Jelang Piala Asia

Terpopuler
  • Viral ‘Vell Blunder di TikTok’: Link Video 8 Menit Heboh Dicari
  • Kena Ulti! Video Jogetnya Dihujat, Bocah SD Ini ‘Bungkam’ Netizen Pakai 400 Piala
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
  • Kode Redeem FF 24 April 2026: Dapatkan Skin SG2 Terompet dan Diamond Gratis!
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Hoaks! Link Full Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.