Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Minggu, 2 Agustus 2026 12:18 WIB

Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI

Minggu, 2 Agustus 2026 12:11 WIB

Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini

Minggu, 2 Agustus 2026 11:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
  • Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI
  • Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini
  • Debut Faris Abdul Hafizh Bersama Persib Akhirnya Terwujud, Penantian Hampir Tiga Musim Terbayar
  • Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!
  • Harga Emas Antam Hari Ini 2 Agustus 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg
  • Resmi! Persib vs Persija Panaskan Semifinal Piala Presiden 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
  • Berburu Reward Eksklusif: Update Kode Redeem FF 2 Agustus 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Padel Bangkrut di Swedia, Justru Booming di Indonesia: Tren Olahraga Baru Anak Muda

By Aga GustianaJumat, 26 September 2025 14:37 WIB2 Mins Read
llustrasi olahraga padel yang sedang booming di Indonesia.
Ilustrasi olahraga Padel. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setelah tren bersepeda sempat menguasai gaya hidup masyarakat Indonesia, kini giliran padel yang naik daun. Olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini sedang jadi primadona baru, terutama di kalangan anak muda dan selebritas.

Namun, pertanyaannya: akankah hype padel di Indonesia berumur panjang, atau akan bernasib sama seperti di Swedia?

Swedia Pernah Jadi Surga Padel, Kini Banyak Lapangan Tutup

Swedia tercatat sebagai salah satu negara yang paling cepat mengadopsi padel. Antara 2016–2020, jumlah lapangan padel di negeri Skandinavia itu melonjak hingga 1.000%. Sayangnya, ekspansi besar-besaran tanpa perencanaan matang membuat pasar jenuh.

Jumlah lapangan tidak sebanding dengan jumlah pemain, hingga banyak pengusaha terpaksa gulung tikar. Salah satu raksasa industri padel, We Are Padel, bahkan menutup sekitar 50% fasilitasnya pada 2022 akibat kerugian besar.

Kisah di Swedia menjadi pelajaran penting agar tren padel tidak sekadar jadi euforia sementara yang berujung “gelembung” bisnis.

Padel: Lebih Mudah dari Tenis, Lebih Sosial dari Squash

Padel pertama kali muncul di Meksiko tahun 1969, lalu berkembang pesat di Spanyol dan berbagai negara Eropa. Kini, olahraga ini mulai digemari di Asia, termasuk Indonesia.

Permainan padel menggunakan raket lebih ringan daripada tenis, dimainkan di lapangan kecil yang dikelilingi dinding kaca. Uniknya, bola boleh memantul ke dinding sebelum dikembalikan, sehingga permainan terasa lebih dinamis dan strategis.

Karena dimainkan berpasangan, padel dikenal sebagai olahraga sosial yang menyenangkan. Selain itu, aturannya lebih sederhana sehingga mudah dipelajari semua kalangan.

Booming di Indonesia: Gaya Hidup Baru Masyarakat Urban

Di Indonesia, lapangan padel mulai bermunculan di kota-kota besar. Banyak anak muda hingga figur publik menjadikannya aktivitas seru untuk olahraga sekaligus bersosialisasi.

Popularitasnya tak lepas dari keunggulan padel yang:

  • Minim kontak fisik, sehingga relatif aman.
  • Seru dimainkan berpasangan, cocok untuk semua usia.
  • Efektif melatih kelincahan, koordinasi, dan membakar kalori.

Tak heran jika padel berpotensi menjadi gaya hidup baru masyarakat urban, layaknya tren gowes beberapa tahun lalu.

Peluang dan Tantangan di Indonesia

Meski tren padel tengah booming, para pakar mengingatkan agar industri ini tidak mengulang kesalahan Swedia. Pertumbuhan lapangan, bisnis perlengkapan, hingga event padel harus dirancang secara berkelanjutan.

Jika dikelola dengan tepat, padel bukan hanya jadi olahraga populer, tetapi juga mampu membuka peluang di sektor ekonomi kreatif, pariwisata, hingga penyelenggaraan event internasional.

Dengan kata lain, Indonesia punya kesempatan besar menjadikan padel lebih dari sekadar tren sesaat — sebuah industri olahraga modern dengan masa depan cerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

booming Indonesia olahraga padel Swedia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI

Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini

Resmi! Persib vs Persija Panaskan Semifinal Piala Presiden 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026

Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!

Jay Idzes

Rumor Jay Idzes Diincar PSG, Benarkah Ada Ketertarikan dari Raksasa Prancis?

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.