bukamata.id – Kasus dugaan eksploitasi yang menimpa Rizki Nur Fadilah (18), pemuda asal Dayeuhkolot, kembali menarik perhatian publik. Rizki awalnya berangkat dari Bandung pada Minggu (26/10/2025) setelah dijanjikan mengikuti seleksi sepak bola di Medan.
Namun, ia justru berakhir di Kamboja dan menghubungi keluarga untuk meminta bantuan pemulangan.
Melalui akun TikTok @rizki.nur.fadilla6, Rizki menyampaikan klarifikasi bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar.
“Itu kemauan saya sendiri, tidak ada paksaan dan di sini saya baik-baik saja,” ujar Rizki.
“Kondisi saya aman… Itu bikin cerita karena saya ingin pulang secepatnya.”
Ia juga menegaskan tidak mengalami kekerasan.
“Saya sebenarnya nggak disiksa… cuma nggak betah.”
Klaim Biaya Pemulangan Mencapai Rp42 Juta
Rizki menyebut total biaya yang dibutuhkan untuk kembali ke Indonesia mencapai Rp42 juta, meliputi tiket, taksi, makan, dan biaya keberangkatan.
“Pihak perusahaan tidak meminta uang sedikit pun,” tulisnya.
Dalam video lainnya, Rizki kembali menegaskan bahwa keberangkatannya tidak atas paksaan:
“Saya berangkat ke sini tidak ada pemaksaan… saya hanya ingin pulang.”
Warganet Menilai Klarifikasi Janggal
Meski demikian, video klarifikasi tersebut justru memicu kecurigaan warganet. Banyak yang menilai ekspresi dan situasi dalam video tampak tidak wajar.
Beberapa komentar warganet menyoroti adanya suara atau kondisi yang mencurigakan, seperti dikutip dari kolom resmi Instgram @official.bukamata, Rabu (19/11/2025).
“Dari mimik muka kayanya ada tekanan,” tulis akun @ama***
“di paksa etamah min ges katingali ti benget na,” tulis akun @mie***
“ngabarin keluarga silent takut ketauan , sekarang up publik terang2an . aneh,” tulis akun @roy***
Komentar-komentar tersebut membuat publik semakin khawatir akan kondisi sebenarnya dari Rizki di Kamboja.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










