bukamata.id – Suasana Ramadan selalu menghadirkan kisah-kisah hangat yang menyentuh hati. Kali ini, publik dibuat terharu sekaligus tersenyum oleh aksi seorang imam cilik yang memimpin salat tarawih dengan penuh percaya diri. Momen tersebut viral di media sosial dan langsung menyita perhatian warganet.
Anak laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu berdiri tegap di depan jamaah, memimpin salat tarawih yang diikuti oleh orang dewasa. Tanpa ragu, ia melantunkan ayat-ayat suci dengan suara yang fasih dan tartil. Rangkaian ibadah berlangsung lancar hingga salam terakhir, menghadirkan suasana khusyuk yang menenangkan.
Keberanian dan ketenangan sang imam cilik menjadi sorotan utama. Di usia yang masih sangat belia, ia mampu mengemban tanggung jawab besar sebagai pemimpin ibadah di bulan suci Ramadan.
Momen Polos Saat Dimintai Tanda Tangan Buku Ramadan
Namun, kejadian paling menggemaskan justru terjadi setelah salat selesai. Bukannya langsung berzikir atau berbincang dengan jamaah dewasa, imam cilik itu justru dihampiri anak-anak seusianya.
Mereka berbondong-bondong menyodorkan buku laporan kegiatan Ramadan untuk dimintai tanda tangan sebagai bukti telah mengikuti salat berjamaah. Tradisi ini memang lazim dilakukan anak sekolah selama bulan Ramadan.
Saat menerima pulpen dan buku tersebut, sang imam cilik tampak kebingungan. Ekspresi wajahnya polos, seolah bertanya-tanya bagaimana harus menuliskan tanda tangan, karena ia merasa belum memiliki tanda tangan resmi seperti orang dewasa.
Momen spontan itu terekam kamera dan diunggah oleh akun Instagram Instagram @pantaucom. Video tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi viral.
Ekspresi polos sang anak saat hendak menandatangani buku Ramadan sukses mengundang senyum para jamaah yang masih berada di masjid. Suasana yang awalnya khusyuk berubah menjadi hangat dan penuh tawa kecil.
Profil Imam Cilik: Renaldo, Siswa MIS Tahfidz Daarul Yunus Binjai
Dari informasi yang beredar di kolom komentar, imam cilik tersebut diketahui bernama Renaldo. Ia merupakan siswa kelas 5 Ikhwan di MIS Tahfidz Daarul Yunus Binjai.
Setiap tahun, masjid tempatnya beribadah memberikan kesempatan kepada murid-murid sekolah untuk menjadi imam salat tarawih. Namun, tidak semua siswa bisa terpilih. Mereka harus melalui proses seleksi ketat dan dipastikan telah memahami tata cara salat dengan benar.
Program ini menjadi bagian dari pembinaan karakter dan kepercayaan diri anak-anak sejak dini. Keberanian Renaldo pun menjadi bukti bahwa pendidikan agama yang kuat mampu membentuk mental yang tangguh.
Banjir Komentar Positif Warganet
Video imam cilik pimpin salat tarawih tersebut langsung menuai beragam komentar positif. Banyak warganet yang mengaku kagum dengan keberanian dan kemampuan sang anak.
Beberapa komentar yang dikutip dari unggahan tersebut antara lain:
“Tanda tangan aja belum bisa tapi sudah bisa jadi imam masjid besar. Masya Allah tabarakallah.”
“Aku saja jadi imam tarawih umur 17 baru merasakan dimintai tanda tangan. Kamu di umur segitu, keren!”
“Masya Allah dek, aku yang sudah besar saja belum berani jadi imam tarawih.”
Respons tersebut menunjukkan betapa momen sederhana bisa memberikan inspirasi besar bagi banyak orang.
Ramadan dan Pendidikan Karakter Anak
Kisah imam cilik ini bukan sekadar video viral. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bagaimana Ramadan menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda.
Kepercayaan diri, tanggung jawab, dan keberanian tampil di depan umum adalah nilai-nilai penting yang jarang dimiliki anak seusianya. Dukungan lingkungan, sekolah, dan keluarga menjadi faktor kunci dalam membentuk mental tersebut.
Di tengah derasnya arus konten negatif di media sosial, kisah imam cilik pimpin salat tarawih ini menjadi angin segar yang menyejukkan. Momen polos saat kebingungan menandatangani buku Ramadan justru memperlihatkan sisi anak-anak yang tulus dan apa adanya.
Ramadan tahun ini kembali menghadirkan cerita yang mengingatkan bahwa kebaikan dan keteladanan bisa lahir dari siapa saja, bahkan dari seorang anak kecil yang belum memiliki tanda tangan resmi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











