Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Rabu, 4 November 2026 20:21 WIB

Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne

Rabu, 4 November 2026 19:42 WIB

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Rabu, 4 November 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Fenomena Langit Ramadan: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Akan Ubah Langit Jadi Merah Gelap

By Aga GustianaRabu, 25 Februari 2026 14:02 WIB3 Mins Read
Gerhana Bulan. (Foto: Unplash)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langit malam pada pertengahan Ramadan 1447 Hijriah dipastikan akan menyuguhkan pemandangan luar biasa. Pada 3 Maret 2026, fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) atau yang populer disebut Blood Moon akan melintasi wilayah Indonesia secara penuh.

Keunikan gerhana kali ini terletak pada momentumnya yang jatuh tepat di malam ke-14 bulan puasa. Berikut adalah panduan lengkap bagi Anda yang ingin menyaksikan perubahan warna satelit alami Bumi ini.

Mengapa Bulan Berubah Menjadi Merah?

Secara ilmiah, NASA menjelaskan bahwa gerhana ini terjadi ketika konfigurasi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus yang sejajar. Planet kita memblokir sinar matahari langsung menuju Bulan.

Warna merah gelap hingga jingga yang muncul disebabkan oleh atmosfer Bumi yang menyaring cahaya matahari dan membiaskan spektrum warna merah ke permukaan Bulan. Semakin banyak polusi atau debu di atmosfer, warna merah yang dihasilkan biasanya akan terlihat semakin pekat.

Cakupan Wilayah Pengamatan

Beruntung bagi penduduk di tanah air, posisi Indonesia berada di jalur utama pengamatan. Namun, fenomena ini juga bisa dipantau dari berbagai belahan dunia lain:

  • Samudra Pasifik: Wilayah yang bisa menyaksikan seluruh fase sepanjang malam.
  • Asia Timur & Australia: Area yang sangat ideal untuk pengamatan malam hari.
  • Benua Amerika: Terlihat pada waktu subuh atau menjelang dini hari.
  • Afrika & Eropa: Sebagian besar wilayah ini tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut karena posisi Bulan sudah terbenam.

Rincian Waktu Berdasarkan Wilayah Indonesia

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa peristiwa astronomi ini jatuh pada Selasa Wage, 14 Ramadan 1447 H. Untuk Anda yang ingin melakukan observasi atau ibadah salat gerhana, berikut adalah rincian waktunya:

Fase GerhanaWIBWITAWIT
Awal Gerhana Sebagian16.50.0017.50.0018.50.00
Awal Gerhana Total18.04.2619.04.2620.04.26
Puncak Gerhana18.33.3719.33.3720.33.37
Akhir Gerhana Total19.02.4520.02.4521.02.45
Akhir Gerhana Sebagian20.17.1021.17.1022.17.10

Panduan Praktis Observasi Langit

Banyak orang khawatir mengenai keamanan mata, namun Gerhana Bulan sangat berbeda dengan Gerhana Matahari. Berikut tipsnya:

  1. Langsung dengan Mata Telanjang: Anda tidak membutuhkan filter atau kaca mata khusus. Menatap Blood Moon sepenuhnya aman bagi kesehatan mata.
  2. Cari Spot “Gelap”: Meskipun bisa dilihat dari mana saja, lokasi yang jauh dari lampu kota akan membuat kontras warna merah Bulan terlihat lebih dramatis.
  3. Gunakan Alat Optik Jika Ada: Teropong binokular atau teleskop sederhana akan membantu Anda melihat detail kawah Bulan saat perlahan tertutup bayangan umbra Bumi.
  4. Cek Prediksi Cuaca: Pastikan area langit timur tidak terhalang awan mendung agar fase awal gerhana tidak terlewatkan.

Momentum gerhana di bulan Ramadan ini menjadi saat yang tepat untuk tafakur alam sekaligus mempelajari sains astronomi bersama keluarga di rumah. Jangan sampai terlewat, karena durasi totalitasnya memberikan waktu yang cukup panjang untuk diabadikan melalui lensa kamera.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?

Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi

Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya

Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!

6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.