Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Rabu, 4 November 2026 20:21 WIB

Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne

Rabu, 4 November 2026 19:42 WIB

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Rabu, 4 November 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Bocah di Sukabumi: Polisi Dalami Kekerasan Sejak 2023 di Balik Alasan ‘Mendidik’ Sang Ibu Tiri

By Aga GustianaRabu, 25 Februari 2026 16:40 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tabir gelap kematian bocah lima tahun berinisial NS di Sukabumi mulai tersingkap. Tersangka utama yang merupakan ibu tiri korban, TR, mencoba membela diri di hadapan penyidik dengan alasan klasik: pendisiplinan anak. Namun, jajaran Polres Sukabumi tak lantas percaya begitu saja pada pengakuan sepihak tersebut.

Penyidik kini tengah berfokus mengumpulkan bukti kuat untuk mematahkan klaim tersangka. Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa motif penganiayaan yang dilakukan TR masih terus digali secara mendalam.

“Untuk motifnya sendiri masih kita dalami, karena ini sebagai orang tua ya, berdalih mendidik anaknya. Seperti itu,” ujar Samian saat memberikan keterangan di Mapolres Sukabumi, Rabu (25/2/2026).

Tak Kejar Pengakuan, Fokus Bukti Ilmiah

Salah satu poin krusial yang tengah diselidiki adalah dugaan keji di mana korban dipaksa meminum air panas sebelum meregang nyawa. Menanggapi isu tersebut, Samian menegaskan bahwa kepolisian tidak akan bergantung pada kata-kata tersangka.

Polres Sukabumi lebih memilih bersandar pada metode scientific crime investigation agar kasus ini terang benderang secara medis dan hukum.

“Itu masih didalami. Ya kalau yang kejadian terbaru ini masih didalami dan tentunya kita tidak mengejar pengakuan. Penyidik bekerja profesional dengan mengumpulkan alat bukti secara scientific crime investigation yang tentunya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas Samian.

Menanti Hasil Laboratorium Forensik

Saat ini, nasib hukum TR sangat bergantung pada hasil uji laboratorium. Tim ahli sedang melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam, mulai dari patologi anatomi hingga uji toksikologi, guna melihat efek fisik dan internal dari kekerasan yang dialami NS.

Masyarakat diminta bersabar karena proses ini memerlukan ketelitian tinggi dari tim forensik.

“Dari hasil otopsi kita masih menunggu ya, hasil otopsi kita masih menunggu karena memang untuk pengecekan laboratorium itu butuh waktu. Sehingga memang kita sama-sama menunggu, sabar ya,” tambah Samian.

Proses di laboratorium forensik diperkirakan memakan waktu antara tujuh hingga empat belas hari. Nantinya, data medis tersebut akan dikonfrontasi dengan temuan lapangan mengenai riwayat kekerasan panjang—termasuk bekas luka fisik seperti cakaran dan tamparan—yang diduga sudah diterima korban sejak tahun 2023 silam.

“Kita masih mem-follow up untuk hasilnya ke laboratorium forensik,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.