Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

The Real Mengayomi! Aksi Briptu Rifqi Sulap Kaum Marginal Jadi ‘Ganteng Maksimal’

Kamis, 4 Juni 2026 16:43 WIB

Jadi Andalan Bojan Hodak, 5 Pemain Persib Ini Catat Menit Bermain Fantastis

Kamis, 4 Juni 2026 16:11 WIB

Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya

Kamis, 4 Juni 2026 15:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • The Real Mengayomi! Aksi Briptu Rifqi Sulap Kaum Marginal Jadi ‘Ganteng Maksimal’
  • Jadi Andalan Bojan Hodak, 5 Pemain Persib Ini Catat Menit Bermain Fantastis
  • Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya
  • Prediksi Prancis vs Pantai Gading: Mbappe Siap Pimpin Les Bleus di Nantes
  • Betrand Peto Ungkap Kenangan Pahit, Bela Ruben Onsu di Tengah Konflik dengan Sarwendah
  • Bursa Transfer Panas, Persib Bandung Mulai Bergerak Diam-Diam
  • Punya Aset Rp9 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Eks Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana
  • Viral! Truk Box Tabrak Palang Pintu KA di Cimindi, Perlintasan Sempat Terganggu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Bocah di Sukabumi: Polisi Dalami Kekerasan Sejak 2023 di Balik Alasan ‘Mendidik’ Sang Ibu Tiri

By Aga GustianaRabu, 25 Februari 2026 16:40 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tabir gelap kematian bocah lima tahun berinisial NS di Sukabumi mulai tersingkap. Tersangka utama yang merupakan ibu tiri korban, TR, mencoba membela diri di hadapan penyidik dengan alasan klasik: pendisiplinan anak. Namun, jajaran Polres Sukabumi tak lantas percaya begitu saja pada pengakuan sepihak tersebut.

Penyidik kini tengah berfokus mengumpulkan bukti kuat untuk mematahkan klaim tersangka. Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa motif penganiayaan yang dilakukan TR masih terus digali secara mendalam.

“Untuk motifnya sendiri masih kita dalami, karena ini sebagai orang tua ya, berdalih mendidik anaknya. Seperti itu,” ujar Samian saat memberikan keterangan di Mapolres Sukabumi, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga:  Pria di Sukabumi Diduga Cabuli Anak Kandung dengan Iming-iming Uang

Tak Kejar Pengakuan, Fokus Bukti Ilmiah

Salah satu poin krusial yang tengah diselidiki adalah dugaan keji di mana korban dipaksa meminum air panas sebelum meregang nyawa. Menanggapi isu tersebut, Samian menegaskan bahwa kepolisian tidak akan bergantung pada kata-kata tersangka.

Polres Sukabumi lebih memilih bersandar pada metode scientific crime investigation agar kasus ini terang benderang secara medis dan hukum.

“Itu masih didalami. Ya kalau yang kejadian terbaru ini masih didalami dan tentunya kita tidak mengejar pengakuan. Penyidik bekerja profesional dengan mengumpulkan alat bukti secara scientific crime investigation yang tentunya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas Samian.

Baca Juga:  Tragedi "Obat Batuk" di Sukabumi: Mahasiswa Nekat Tabrak Ambulans Usai Aksi Kejar-kejaran

Menanti Hasil Laboratorium Forensik

Saat ini, nasib hukum TR sangat bergantung pada hasil uji laboratorium. Tim ahli sedang melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam, mulai dari patologi anatomi hingga uji toksikologi, guna melihat efek fisik dan internal dari kekerasan yang dialami NS.

Masyarakat diminta bersabar karena proses ini memerlukan ketelitian tinggi dari tim forensik.

“Dari hasil otopsi kita masih menunggu ya, hasil otopsi kita masih menunggu karena memang untuk pengecekan laboratorium itu butuh waktu. Sehingga memang kita sama-sama menunggu, sabar ya,” tambah Samian.

Baca Juga:  Geger! Polisi Gerebek Daycare di Umbulharjo Jogja, Diduga Jadi Tempat Penyiksaan Anak

Proses di laboratorium forensik diperkirakan memakan waktu antara tujuh hingga empat belas hari. Nantinya, data medis tersebut akan dikonfrontasi dengan temuan lapangan mengenai riwayat kekerasan panjang—termasuk bekas luka fisik seperti cakaran dan tamparan—yang diduga sudah diterima korban sejak tahun 2023 silam.

“Kita masih mem-follow up untuk hasilnya ke laboratorium forensik,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

AKBP Samian bocah NS ibu tiri sukabumi penganiayaan anak Polres Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya

Punya Aset Rp9 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Eks Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana

Viral! Truk Box Tabrak Palang Pintu KA di Cimindi, Perlintasan Sempat Terganggu

Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah

Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren

Kasus Korupsinya Disetop, Erwin Apresiasi Kejari Bandung hingga Siap Gas Pol Lagi

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.