bukamata.id – PT Bio Farma (Persero) terus memperkuat perannya dalam mempercepat upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia.
Sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi, perusahaan ini berkomitmen untuk meningkatkan kemandirian serta ketahanan kesehatan nasional melalui inovasi di bidang vaksin, alat diagnostik, hingga riset kolaboratif.
Dengan status sebagai negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengendalian penyakit menular ini. Menjawab tantangan tersebut, Bio Farma hadir dengan solusi menyeluruh berbasis teknologi dan inovasi.
“Kami ingin memastikan ketersediaan produk kesehatan dari hulu ke hilir, yang tak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing industri farmasi nasional di kancah global,” ujar Bambang Heriyanto, Sekretaris Perusahaan Bio Farma.
Salah satu terobosan yang kini tengah dikembangkan adalah vaksin TBC generasi terbaru (new-TB vaccine). Vaksin tersebut ditargetkan memasuki tahap uji klinis fase 3 dalam waktu dekat, hasil dari kolaborasi riset Bio Farma dengan mitra nasional maupun internasional.
Inisiatif ini bertujuan mempercepat transfer teknologi dan mendorong hadirnya solusi kesehatan yang berkelanjutan.
“Kemandirian dalam memproduksi vaksin dan diagnostik sangat penting agar kita tidak terus bergantung pada impor. Ini bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional,” tambah Bambang.
Tak hanya fokus pada inovasi baru, Bio Farma juga tetap menjaga pasokan vaksin BCG, yang selama ini menjadi vaksin utama dalam pencegahan TBC, khususnya pada anak-anak. Upaya preventif seperti vaksinasi semakin penting di tengah peningkatan kasus TBC resistan terhadap obat.
TBC yang tidak dicegah dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti meningitis, kerusakan tulang, dan gangguan paru kronis.
Oleh karena itu, Bio Farma aktif mendukung program imunisasi nasional demi memperluas akses vaksinasi dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Langkah-langkah ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Rencana Aksi Nasional Eliminasi TBC, serta mendukung arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan sehat melalui penguatan sektor kesehatan dalam negeri.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











