Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Kuat Persib! Federico Barba Ungkap Kondisi Tim Jelang Laga

Minggu, 3 Mei 2026 17:11 WIB

Link Video ‘Bandar Membara Bergetar’ Trending, Warganet Diminta Waspada

Minggu, 3 Mei 2026 16:04 WIB

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Minggu, 3 Mei 2026 15:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Kuat Persib! Federico Barba Ungkap Kondisi Tim Jelang Laga
  • Link Video ‘Bandar Membara Bergetar’ Trending, Warganet Diminta Waspada
  • Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh
  • Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral
  • Bojan Hodak Waspada! PSIM Yogyakarta Siap Jadi Ancaman Persib
  • VIRAL! Link Video ‘Bandar Membara Bergetar’, Netizen Ramai Cari Tautan Asli
  • Ricuh May Day Bandung: 6 Pelajar Jadi Tersangka Perusakan Fasilitas Publik
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 3 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Birokrat Jabar Dituntut Kikis Label ‘One Man Show’ Dedi Mulyadi, Pakar: Belum Greget!

By Aga GustianaSenin, 26 Mei 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Adpim Biro Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang penuh terobosan dan berani memangkas jalur birokrasi. Namun, di balik kesan progresif itu, muncul kekhawatiran, apakah sistem birokrasi di Pemprov Jabar mampu bekerja tanpa bergantung pada figur tunggal yang dominan?

Pakar kebijakan publik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan menilai, pola kepemimpinan Dedi bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari pendekatan saat ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Meski begitu, Cecep mengakui, dalam skala provinsi, pola kepemimpinan ini memang lebih berisiko terhadap keberlangsungan sistem pemerintahan yang ideal.

“Ini bukan hal yang baru. Kang Dedi dari dulu memang dikenal sering memangkas jalur birokrasi. Sekda (Jabar) sekarang (Herman Suryatman) mungkin awalnya cukup kaget karena Kang Dedi itu politisi, sedangkan Sekda itu karier birokrat. Jadi memang ada perbedaan pendekatan,” ujar Cecep, Minggu (25/5/2025).

Cecep juga mengkritisi potensi terjadinya konsentrasi kekuasaan di tangan satu orang yang terlalu dominan. Menurutnya, gaya “one man show” seperti ini rentan menumpulkan fungsi kelembagaan dan melemahkan sistem checks and balances dalam pemerintahan.

“Oleh karenanya, birokrat sekarang harus memiliki dua fungsi, yakni pelayanan dan pemberdayaan. Selama tujuan Kang Dedi untuk memperkuat dua hal itu, maka birokrat harus cepat berubah. Justru jalur-jalur birokrasi perlu banyak dipangkas. Bukan Kang Dedi yang menyesuaikan, tapi birokrat yang harus adaptif,” tegas Cecep.

Baca Juga:  Survei LSI: Dedi-Erwan Potensial Menang Fenomenal di Pilgub Jabar

Ia juga mengingatkan bahwa kecepatan dalam pengambilan keputusan bukan segalanya. Oleh karenanya, seluruh birokrat di bawah kepemimpinan Sekda Jabar, Herman Suryatnan juga harus mampu menjaga stabilitas tata kelola dan prinsip tata pemerintahan yang baik.

“Yang mungkin merasa terganggu justru mereka yang selama ini nyaman hidup dalam sistem birokrasi, tapi ini juga jadi pendorong agar birokrasi bergerak lebih cepat dan efisien. DPRD saja diminta berubah oleh Pak Dedi, apalagi birokrasi,” tandas Cecep.

Disinggung soal penilaian terhadap kinerja birokrat Pemprov Jabar dalam mengimbangi kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, Cecep menyatakan bahwa hingga saat ini, kinerja birokrat belum maksimal.

Baca Juga:  Soal Tragedi Garut, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Terlibat dan Siap Diperiksa

Dia berharap, Sekda Jabar, Herman Suryatman sebagai nakhoda seluruh birokrat Pemprov Jabar mampu berlari kencang dan memacu seluruh birokratnya sesuai akselerasi kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

“Mungkin Sekda masih menyesuaikan ritme kerjanya dengan Gubernur, (sekda) dituntut lari kencang. Pak Sekda masih belum greget dalam memacu birokrasi sesuai akselerasi kepemimpinan Gubernur,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengakui bahwa kinerjanya sering dianggap menimbulkan kontroversi, bahkan dianggap sebagai tindakan “one man show” demi konten media sosial.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkahnya itu bertujuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Jabar. Ia pun meyakini bahwa pendekatannya bisa menghasilkan efek kejut sehingga mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi Jabar.

“Kejutan-kejutan itu dilakukan untuk memberikan efek kejut dan melahirkan konten viral yang menarik perhatian publik serta pejabat berwenang,” kata Dedi dalam pidatonya saat Rapat Paripurna DPRD Jabar, Kamis (22/5/2025).

Sekda Jabar, Herman Suryatma sendiri telah membantah bahwa gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi bersifat sepihak. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan Gubernur selalu melewati tahapan formal dan disertai kajian yang matang.

Baca Juga:  Teras Cihampelas, Mimpi Urban Ridwan Kamil yang Ingin Dibongkar Dedi Mulyadi

“(Sebagian orang) mempertanyakan pengambilan keputusan Pak KDM kesannya itu ‘one man show’, sporadis, spontanitas. Padahal, di balik itu ada perumusan kebijakan,” kata Herman dalam keterangan resminya, Sabtu (24/5/2025).

“Ada perumusan kebijakan, ada research, ada perencanaan, ada kajian, dan juga ada analisis cepat baik dari sisi yuridis, sosiologi, maupun filosofis, termasuk soal anggaran,” tambahnya.

Herman juga menegaskan bahwa dalam praktiknya, seluruh jajaran birokrasi berupaya menjaga koordinasi agar kebijakan Gubernur dapat diimplementasikan secara efektif. Ia mengklaim bahwa Pemprov Jabar bekerja dengan semangat kolektif sebagai “super team”.

“Jadi di Jawa Barat itu bahu-membahu. Pak KDM dengan kepemimpinan yang strong berani mengambil risiko karena hampir semua yang beliau eksekusi besar risikonya dan beliau selalu siap pasang badan selama untuk kepentingan masyarakat. Memang kewajiban pemimpin seperti itu,” jelas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Birokrasi birokrat Cecep Dermawan Dedi Mulyadi Herman Suryatman one man show
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral

Ricuh May Day Bandung: 6 Pelajar Jadi Tersangka Perusakan Fasilitas Publik

Ilustrasi emas antam

Emas Antam Mulai Bergerak! Ini Daftar Lengkap Harga Hari Ini

KUALAT! Ejek Penampilan Kshowtime, Streetballer Surabaya Ini Kena Mental dan Berakhir Memelas!

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.