Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Sabtu, 20 Juni 2026 16:40 WIB

Ismael Kone Alami Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Pesan Religiusnya Bikin Merinding

Sabtu, 20 Juni 2026 16:10 WIB

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Sabtu, 20 Juni 2026 15:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya
  • Ismael Kone Alami Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Pesan Religiusnya Bikin Merinding
  • Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng
  • Goncang Dunia! Kisah Miyu Pranoto, Dancer Cilik Indonesia yang Ditakuti Lawan Lintas Negara
  • Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat
  • Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat
  • Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan
  • Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Birokrat Jabar Dituntut Kikis Label ‘One Man Show’ Dedi Mulyadi, Pakar: Belum Greget!

By Aga GustianaSenin, 26 Mei 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Adpim Biro Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang penuh terobosan dan berani memangkas jalur birokrasi. Namun, di balik kesan progresif itu, muncul kekhawatiran, apakah sistem birokrasi di Pemprov Jabar mampu bekerja tanpa bergantung pada figur tunggal yang dominan?

Pakar kebijakan publik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan menilai, pola kepemimpinan Dedi bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari pendekatan saat ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Meski begitu, Cecep mengakui, dalam skala provinsi, pola kepemimpinan ini memang lebih berisiko terhadap keberlangsungan sistem pemerintahan yang ideal.

“Ini bukan hal yang baru. Kang Dedi dari dulu memang dikenal sering memangkas jalur birokrasi. Sekda (Jabar) sekarang (Herman Suryatman) mungkin awalnya cukup kaget karena Kang Dedi itu politisi, sedangkan Sekda itu karier birokrat. Jadi memang ada perbedaan pendekatan,” ujar Cecep, Minggu (25/5/2025).

Cecep juga mengkritisi potensi terjadinya konsentrasi kekuasaan di tangan satu orang yang terlalu dominan. Menurutnya, gaya “one man show” seperti ini rentan menumpulkan fungsi kelembagaan dan melemahkan sistem checks and balances dalam pemerintahan.

Baca Juga:  Tangis Dedi Mulyadi di Puncak Bogor Tuai Nyinyiran Warganet

“Oleh karenanya, birokrat sekarang harus memiliki dua fungsi, yakni pelayanan dan pemberdayaan. Selama tujuan Kang Dedi untuk memperkuat dua hal itu, maka birokrat harus cepat berubah. Justru jalur-jalur birokrasi perlu banyak dipangkas. Bukan Kang Dedi yang menyesuaikan, tapi birokrat yang harus adaptif,” tegas Cecep.

Ia juga mengingatkan bahwa kecepatan dalam pengambilan keputusan bukan segalanya. Oleh karenanya, seluruh birokrat di bawah kepemimpinan Sekda Jabar, Herman Suryatnan juga harus mampu menjaga stabilitas tata kelola dan prinsip tata pemerintahan yang baik.

“Yang mungkin merasa terganggu justru mereka yang selama ini nyaman hidup dalam sistem birokrasi, tapi ini juga jadi pendorong agar birokrasi bergerak lebih cepat dan efisien. DPRD saja diminta berubah oleh Pak Dedi, apalagi birokrasi,” tandas Cecep.

Disinggung soal penilaian terhadap kinerja birokrat Pemprov Jabar dalam mengimbangi kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, Cecep menyatakan bahwa hingga saat ini, kinerja birokrat belum maksimal.

Baca Juga:  Ditantang Dedi Mulyadi, Direktur LSI Yakin Ridwan Kamil Bakal Menang Mudah di Pilgub Jabar

Dia berharap, Sekda Jabar, Herman Suryatman sebagai nakhoda seluruh birokrat Pemprov Jabar mampu berlari kencang dan memacu seluruh birokratnya sesuai akselerasi kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

“Mungkin Sekda masih menyesuaikan ritme kerjanya dengan Gubernur, (sekda) dituntut lari kencang. Pak Sekda masih belum greget dalam memacu birokrasi sesuai akselerasi kepemimpinan Gubernur,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengakui bahwa kinerjanya sering dianggap menimbulkan kontroversi, bahkan dianggap sebagai tindakan “one man show” demi konten media sosial.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkahnya itu bertujuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Jabar. Ia pun meyakini bahwa pendekatannya bisa menghasilkan efek kejut sehingga mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi Jabar.

“Kejutan-kejutan itu dilakukan untuk memberikan efek kejut dan melahirkan konten viral yang menarik perhatian publik serta pejabat berwenang,” kata Dedi dalam pidatonya saat Rapat Paripurna DPRD Jabar, Kamis (22/5/2025).

Sekda Jabar, Herman Suryatma sendiri telah membantah bahwa gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi bersifat sepihak. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan Gubernur selalu melewati tahapan formal dan disertai kajian yang matang.

Baca Juga:  Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut 'Offside'

“(Sebagian orang) mempertanyakan pengambilan keputusan Pak KDM kesannya itu ‘one man show’, sporadis, spontanitas. Padahal, di balik itu ada perumusan kebijakan,” kata Herman dalam keterangan resminya, Sabtu (24/5/2025).

“Ada perumusan kebijakan, ada research, ada perencanaan, ada kajian, dan juga ada analisis cepat baik dari sisi yuridis, sosiologi, maupun filosofis, termasuk soal anggaran,” tambahnya.

Herman juga menegaskan bahwa dalam praktiknya, seluruh jajaran birokrasi berupaya menjaga koordinasi agar kebijakan Gubernur dapat diimplementasikan secara efektif. Ia mengklaim bahwa Pemprov Jabar bekerja dengan semangat kolektif sebagai “super team”.

“Jadi di Jawa Barat itu bahu-membahu. Pak KDM dengan kepemimpinan yang strong berani mengambil risiko karena hampir semua yang beliau eksekusi besar risikonya dan beliau selalu siap pasang badan selama untuk kepentingan masyarakat. Memang kewajiban pemimpin seperti itu,” jelas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Birokrasi birokrat Cecep Dermawan Dedi Mulyadi Herman Suryatman one man show
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun

Refleksi Pedas 19 Tahun KBB: Tokoh Pendiri Sindir Pejabat yang Cuma Pamer Pencapaian Semu!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.