bukamata.id – Indonesia berada di jalur lempeng tektonik aktif, menjadikannya salah satu negara dengan risiko gempa bumi dan tsunami terbesar di dunia. Salah satu ancaman yang terus menjadi perhatian BMKG adalah zona megathrust, area di mana lempeng tektonik bertemu dan menyimpan energi besar.
“Indonesia memiliki zona megathrust, yaitu wilayah pertemuan lempeng yang menyimpan energi besar. Jika energi ini dilepaskan, bisa memicu gempa besar dan tsunami,” tulis BMKG melalui akun Instagram resmi pada 11 November 2025.
Apa Itu Zona Megathrust?
BMKG menjelaskan, zona megathrust terbentuk ketika satu lempeng tektonik terdorong ke bawah lempeng lain dalam proses yang disebut subduksi. Interaksi ini menghasilkan penumpukan energi yang dapat dilepaskan sewaktu-waktu, menimbulkan gempa besar bahkan tsunami.
“Meski belum terjadi, potensi gempa di zona ini nyata dan harus diwaspadai,” tegas BMKG.
Seismic Gap: Waktu Lama Tanpa Gempa Bukan Berarti Aman
BMKG menyoroti kondisi beberapa segmen megathrust yang sudah lama tidak aktif. Misalnya, Segmen Selat Sunda terakhir melepaskan energi pada tahun 1757, sementara Segmen Mentawai-Siberut belum aktif sejak gempa 1797.
Fenomena ini dikenal sebagai seismic gap, area yang menyimpan potensi energi tinggi karena lama tidak melepaskan gempa. Menurut BMKG, istilah “tinggal menunggu waktu” kerap disalahartikan sebagai indikasi gempa akan terjadi segera, padahal yang dimaksud adalah potensi yang terus ada.
“Belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi,” ujar BMKG.
Tiga Zona Megathrust yang Perlu Waspada
Dalam rapat Tim Pengawas Bencana DPR RI pada 5 November 2025, Kepala BMKG, Faisal, menegaskan ancaman serius dari zona megathrust di Indonesia. Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng aktif dunia, dengan 13 segmen megathrust, beberapa di antaranya belum melepaskan energi tektoniknya.
Dari segmen tersebut, terdapat tiga zona megathrust utama yang belum mengalami gempa besar dalam ratusan tahun:
- Megathrust Mentawai-Siberut
- Megathrust Selat Sunda-Banten
- Megathrust Sumba
Menurut Faisal, ketiga zona ini saat ini tengah mengalami akumulasi energi tektonik, sehingga potensi gempa besar bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Diduga kuat saat ini sedang terjadi proses akumulasi energi yang dapat memicu gempa besar tanpa dapat diprediksi,” tegas Faisal.
Sejarah Megathrust di Dunia
Fenomena megathrust bukan hanya terjadi di Indonesia. Sepanjang sejarah, zona subduksi ini telah menyebabkan beberapa gempa dan tsunami paling dahsyat di dunia, termasuk:
- Megathrust Sunda di Indonesia
- Palung Peru-Chile di Amerika Selatan
- Palung Nankai di Jepang
- Zona Subduksi Cascadia di Pasifik Barat Laut Amerika Utara
Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa penumpukan energi di zona megathrust bisa melepaskan kekuatan yang sangat besar, menimbulkan bencana hebat bagi wilayah pesisir dan populasi manusia.
Kesimpulan
BMKG menekankan bahwa kesadaran dan kewaspadaan terhadap zona megathrust harus selalu tinggi. Masyarakat perlu memahami bahwa meskipun gempa tidak terjadi setiap saat, risiko tetap ada. Pengetahuan tentang seismic gap, lokasi segmen yang belum aktif, dan sejarah gempa dunia membantu pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Indonesia memang hidup berdampingan dengan kekuatan alam yang dahsyat, dan pemahaman terhadap megathrust menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











