bukamata.id – Dalam salah satu kajian, Ustadz Adi Hidayat (UAH) membahas terkait menjadikan seseorang yang sedang sholat sendirian sebagai imam untuk mendapatkan pahala berjamaah.
Menurut Ustadz Adi Hidayat, calon makmum harus memberikan isyarat terlebih dahulu agar orang yang akan dijadikan imam mengetahui bahwa ada yang akan bermakmum.
“Redaksi hadis yang muncul sebelum memulai shaf sholat dan membentuk barisan itu memberi isyarat dulu. Bahasanya memberi isyarat. Yang meminta atau mengisyaratkan bisa imam yang maju atau makmum yang mundur, tergantung situasi tempatnya,” ujar UAH, dikutip dari YouTube Audio Dakwah, Kamis (30/1/2025).
UAH menjelaskan bahwa isyarat bisa dilakukan dengan mengeraskan takbiratul ihram agar imam tahu ada yang bermakmum. Namun, jika imam tidak memahami isyarat tersebut, makmum bisa menggunakan cara lain.
“Ada cara kedua, tidak dengan bertakbir kalau sekiranya tidak dipahami. Misalnya, dia bertakbir dan imam tidak paham karena mungkin sedang sholat sunnah. Itu boleh diberikan isyarat lain, seperti menepuk ringan atau mencolek,” jelas UAH.
Dengan demikian, menepuk orang yang sedang sholat untuk dijadikan imam diperbolehkan sebagai isyarat, sehingga orang tersebut tahu bahwa ada yang bermakmum kepadanya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











