bukamata.id – Setiap kali harga kebutuhan pokok naik, harapan pekerja bergaji rendah terhadap Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 langsung meningkat. Program tunai ini menjadi andalan untuk menjaga daya beli di tengah tekanan ekonomi.
Banyak pekerja bertanya-tanya: apakah BSU akan kembali cair tahun 2026? Kabar di media sosial menyebut BSU rutin dicairkan tiap awal tahun. Simak fakta terbaru, kriteria penerima, besaran, dan cara mencairkan BSU berikut ini.
Apa Itu BSU?
BSU adalah bantuan tunai pemerintah untuk pekerja atau buruh dengan gaji di bawah batas tertentu. Program ini bertujuan meringankan beban ekonomi dan menjaga daya beli pekerja.
Dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, data penerima diambil dari peserta aktif BPJS TK yang memenuhi syarat.
BSU pertama kali diperkenalkan pada 2020 sebagai respons pandemi Covid-19, dan sejak saat itu menjadi instrumen penting bagi pekerja.
Status BSU 2026: Belum Ada Kepastian
Sampai saat ini, BSU 2026 belum dipastikan cair. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa seluruh kuota BSU tahun sebelumnya sudah tersalurkan. Belum ada arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait kelanjutan program.
Pekerja disarankan selalu memantau informasi resmi, karena kepastian BSU bergantung pada kondisi ekonomi nasional dan kebijakan anggaran.
Besaran BSU dan Cara Pencairan
Berdasarkan Permenaker Nomor 5 Tahun 2025, besaran BSU adalah Rp300.000 per bulan selama 2 bulan, total Rp600.000.
Pencairan dilakukan otomatis ke rekening pekerja di bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) atau Bank Syariah Indonesia (BSI). Pekerja tidak perlu mendaftar aktif selama data BPJS TK valid.
Cara Cek Status BSU 2026
Jika BSU kembali dibuka, cek status penerimaan melalui:
- Website Resmi Kemnaker
- Akses bsu.kemnaker.go.id
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Klik “Cek Status”
- Aplikasi SiapKerja
- Download dari PlayStore
- Login, pilih menu “Cek BSU”
- Layanan BPJS Ketenagakerjaan
- Hubungi call center 175
- Sampaikan NIK untuk pengecekan status
Penyebab BSU Tidak Cair
Beberapa pekerja yang memenuhi syarat bisa tetap gagal menerima BSU, antara lain:
- Status BPJS TK tidak aktif
- Gaji melebihi batas Rp3,5 juta
- Data NIK tidak sinkron
- Rekening tidak valid atau dormant
- Sudah menerima bantuan lain (misal PKH)
Alternatif Bantuan Pekerja Selain BSU
Sambil menunggu kepastian BSU, pekerja bisa memanfaatkan:
- PBI JKN – iuran BPJS Kesehatan ditanggung pemerintah
- PKH – Program Keluarga Harapan bagi keluarga dengan ibu hamil, anak sekolah, lansia, atau disabilitas
- BPNT – Bantuan pangan non tunai Rp200.000 per bulan
- Kartu Prakerja – Pelatihan plus insentif Rp600.000
Tips Sambil Menunggu BSU
- Pastikan iuran BPJS TK dibayar tepat waktu
- Update data NIK, alamat, dan rekening
- Pantau informasi resmi di kemnaker.go.id
- Waspada penipuan oknum yang menjanjikan BSU
- Laporkan jika ada modus penipuan
Kesimpulan
BSU 2026 masih belum pasti cair, tergantung kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi nasional. Tetap pastikan data BPJS Ketenagakerjaan valid dan aktif.
Dengan pemantauan rutin dan persiapan data, pekerja dapat lebih siap jika program BSU kembali dibuka. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban ekonomi dan menjaga daya beli para pekerja di Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










