bukamata.id – Malam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Sebagian besar keluarga mungkin tengah bersiap beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian. Namun di sebuah rumah makan kawasan Citayam, Kabupaten Bogor, seorang ibu bersama dua anak perempuannya masih berkeliling dari meja ke meja.
Mereka bukan sedang berjalan-jalan atau menikmati makan malam bersama. Mereka sedang berjuang mencari nafkah.
Pemandangan itulah yang terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial dan menyentuh hati ribuan warganet. Dalam video yang dibagikan akun Instagram @silviaarlies dan kembali diunggah sejumlah akun lainnya, terlihat dua anak perempuan tetap menunjukkan wajah ceria saat menemani sang ibu mengamen.
Tak ada keluhan. Tak ada tangisan.
Yang terlihat justru senyum tulus dari wajah anak-anak yang seharusnya sudah terlelap di rumah pada jam tersebut.
Video itu sontak mengundang simpati publik. Banyak yang mengaku tak kuasa menahan air mata setelah mengetahui alasan mengapa keluarga kecil tersebut masih berada di jalanan hingga larut malam.
Jawaban Polos Sang Anak yang Membuat Warganet Terdiam
Di tengah percakapan dalam video, sang perekam sempat bertanya mengenai keberadaan ayah mereka. Jawaban yang keluar begitu sederhana.
Ayah mereka sedang sakit.
Sang ayah diketahui telah sekitar satu pekan terbaring di rumah akibat penyakit lambung yang dideritanya. Padahal selama ini ia merupakan tulang punggung keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen sekaligus buruh gudang lepas.
Kondisi tersebut membuat beban keluarga berpindah ke pundak sang ibu.
Meski demikian, tidak terlihat kesedihan berlebihan dari anak-anak itu. Mereka justru tetap tersenyum dan membantu ibunya mencari rezeki.
“MasyaAllah, mereka luar biasa. Tidak sedikit pun lelah terpancar di mata anak-anak ini menemani ibunya ngamen demi sesuap nasi dan biaya hidup mereka. Tergerak hati saya bertanya, ayahnya mana? Ada di rumah lagi terbaring sakit, jawab si anak tanpa ada rasa sedih,” tulis akun yang mengunggah video tersebut.
Kesederhanaan jawaban itu justru membuat banyak orang tersentuh.
Siti Uswatun Khasanah, Ibu yang Belajar Gitar Demi Menyelamatkan Keluarga
Dari informasi yang dihimpun, perempuan dalam video tersebut bernama Siti Uswatun Khasanah.
Ia tinggal bersama suami, ketiga anaknya, dan mertua di Kampung Paburuan Gang Kober, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Kehidupan keluarga ini jauh dari kata mudah.
Siti memiliki tiga anak. Anak pertama duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Anak kedua akan segera masuk sekolah dasar tahun ini. Sementara anak bungsunya masih berusia sekitar dua tahun dan masih membutuhkan ASI.
Ketika suaminya mengalami patah tulang beberapa waktu lalu, Siti mulai mempelajari gitar secara otodidak.
Ia tidak pernah mengikuti kursus musik. Tidak ada guru yang mengajarinya. Namun keadaan memaksanya belajar agar bisa ikut membantu mencari nafkah.
Dari situlah kemampuan mengamen yang dimilikinya sekarang bermula.
“Saya belajar sendiri karena keadaan. Yang penting bisa cari uang halal untuk keluarga,” ungkapnya.
Mengamen Dua Kali Sehari Demi Bertahan Hidup Rutinitas Siti kini dijalani hampir setiap hari.
Pagi hari, ia mengamen mulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga menjelang waktu dzuhur.
Setelah beristirahat dan mengurus anak-anak di rumah, ia kembali turun ke jalan pada malam hari. Biasanya ia mulai mengamen sekitar pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Menurutnya, tidak setiap hari ia harus pulang larut malam. Namun malam yang viral dalam video tersebut menjadi pengecualian.
Saat itu hasil mengamen belum cukup untuk membeli kebutuhan makan keluarga. Karena itulah ia tetap berkeliling hingga larut malam ditemani kedua anaknya.
“Biasanya kalau sudah cukup buat makan malam, saya pulang. Tapi malam itu belum cukup, jadi masih lanjut,” ujarnya.
Anak-Anak yang Memilih Ikut Membantu
Salah satu hal yang membuat publik tersentuh adalah kehadiran kedua anaknya yang selalu menemani saat mengamen.
Namun Siti menegaskan dirinya tidak pernah memaksa anak-anak untuk turun ke jalan. Menurutnya, mereka ikut atas kemauan sendiri.
Mereka ingin membantu ibunya. Meski masih kecil, anak-anak itu memahami kondisi keluarga yang sedang tidak baik-baik saja.
Di tengah keterbatasan ekonomi, mereka tumbuh dengan rasa empati dan kepedulian yang besar terhadap orang tuanya.
Sikap sopan santun mereka juga menuai pujian dari masyarakat.
Salah seorang warganet mengaku melihat langsung bagaimana salah satu anak Siti mencium tangan orang yang memberinya uang sambil mengucapkan doa.
“Adiknya sopan banget. Habis dikasih uang dia salim dan mendoakan yang ngasih. Insya Allah Allah angkat derajatnya,” tulis akun @day***.
Biaya Sekolah yang Menjadi Kekhawatiran
Di balik perjuangan setiap hari, ada satu hal yang terus menjadi pikiran Siti. Biaya pendidikan anak-anaknya.
Anak keduanya akan segera masuk sekolah dasar di sebuah yayasan pendidikan. Saat ini ia baru mampu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu setelah mendapatkan keringanan biaya. Sementara sisa pembayaran harus dilunasi pada Agustus mendatang.
Baginya, pendidikan tetap menjadi prioritas meski kondisi ekonomi keluarga sedang sulit.
Ia berharap anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan yang layak agar memiliki masa depan lebih baik.
Siap Kerja Apa Saja Asal Halal
Meski selama ini mengamen menjadi sumber penghasilan utama, Siti mengaku siap melakukan pekerjaan apa pun selama halal.
Namun ada satu kendala yang membuat pilihannya terbatas.
Ia tidak bisa bekerja terlalu jauh dari rumah karena masih harus mengurus anak bungsunya yang berusia dua tahun dan masih membutuhkan ASI.
“Kalau ada pekerjaan apa saja saya mau, yang penting halal. Cuma saya tidak bisa jauh-jauh karena masih ada anak kecil,” tuturnya.
Pernyataan itu menggambarkan dilema yang dihadapi banyak ibu dari keluarga prasejahtera.
Di satu sisi mereka harus membantu mencari nafkah. Namun di sisi lain, mereka tetap memikul tanggung jawab besar dalam mengasuh anak.
Banjir Doa dari Warganet
Kisah keluarga Siti Uswatun Khasanah memantik gelombang empati dari masyarakat.
Kolom komentar media sosial dipenuhi doa dan dukungan.
“Lancar terus rezekinya, disehatkan selalu, bahagia,” tulis akun @can***.
“Ya Allah semoga kalian selalu dilindungi Allah SWT di mana pun kalian berada,” tulis akun @tok***.
“Mereka yang ceria, kenapa aku yang nangis nontonnya,” komentar akun @ai***.
Di tengah derasnya arus informasi media sosial yang sering kali dipenuhi kontroversi dan sensasi, kisah keluarga kecil ini menjadi pengingat bahwa masih banyak orang yang berjuang keras hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Senyum dua anak kecil di sebuah rumah makan Citayam pada pukul 10 malam mungkin terlihat sederhana.
Namun di balik senyum itu tersimpan cerita tentang ketabahan, kasih sayang keluarga, dan perjuangan hidup yang tak semua orang mampu menjalaninya.
Mereka tidak meminta dikasihani.
Mereka hanya terus berusaha bertahan.
Dan mungkin, itulah yang membuat begitu banyak orang tersentuh.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










