Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 06:00 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bukan Gelombang Panas Biasa! Inilah Alasan Mengapa Suhu Udara Indonesia Tembus 37 Derajat Celcius

By Aga GustianaSenin, 27 April 2026 18:20 WIB2 Mins Read
Ilustrasi suhu panas. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Akhir-akhir ini, keluar rumah terasa seperti masuk ke dalam panggangan. Keluhan mengenai cuaca yang sangat terik dan menyengat membanjiri media sosial. Banyak masyarakat mulai bertanya-tanya: Apakah Indonesia sedang dihantam gelombang panas (heatwave) mematikan seperti yang terjadi di negara tetangga?

Menanggapi kegelisahan publik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya buka suara. Ternyata, apa yang kita rasakan saat ini jauh lebih kompleks daripada sekadar “udara panas biasa”.

Mengapa Indonesia “Mustahil” Terkena Heatwave?

Secara teknis, Indonesia sebenarnya tidak bisa mengalami gelombang panas. Berdasarkan standar World Meteorological Organization (WMO), fenomena heatwave biasanya terjadi di wilayah yang jauh dari garis khatulistiwa.

Syarat disebut gelombang panas adalah jika suhu melonjak 5 derajat Celcius di atas rata-rata selama lima hari berturut-turut. Namun, meski tidak menyandang status heatwave, sensasi “terbakar” yang dirasakan warga Indonesia saat ini tetaplah nyata dan berbahaya.

Baca Juga:  Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Warga Jabar Siaga Bencana pada 26-30 Januari 2025

3 Biang Kerok Suhu Ekstrem Mencapai 37 Derajat

Berdasarkan analisis data klimatologi terbaru, ada tiga faktor utama yang membuat Indonesia terasa sangat gerah:

  • Puncak Gerak Semu Matahari: Saat ini posisi matahari tepat berada di atas kepala (ekuator). Dampaknya, radiasi matahari diterima secara tegak lurus dan maksimal oleh daratan kita.
  • Langit Tanpa “Payung” Awan: Memasuki musim pancaroba, tutupan awan di langit berkurang drastis. Akibatnya, sinar ultraviolet (UV) langsung menghantam kulit tanpa ada penghalang alami.
  • Efek Akumulasi Pemanasan Global: Perubahan iklim yang semakin parah membuat suhu dasar bumi meningkat setiap tahunnya.
Baca Juga:  Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG

Loncatan Hari Panas: Jakarta Kini 5 Kali Lebih Gerah

Data mengejutkan datang dari pengamat tata kota. Jika dulu pada era 90-an Jakarta hanya merasakan hari panas sekitar 28 hari dalam setahun, kini angkanya melonjak drastis hingga 167 hari per tahun.

Artinya, panas ekstrem bukan lagi kejadian langka, melainkan “normalitas baru” yang mengancam kesehatan. Fenomena ini memicu desakan agar pemerintah segera menyusun Heat Action Plan (Rencana Aksi Panas) sebagai panduan mitigasi bagi warga untuk menghindari risiko fatal seperti heatstroke.

Waspada Skenario Terburuk El Nino 2026

Para ahli memperingatkan bahwa suhu terik ini bisa menjadi awal dari ancaman yang lebih besar. Jika tren ini terus berlanjut dan diperparah oleh siklus El Nino, Indonesia berisiko menghadapi krisis air bersih dan gagal panen massal di akhir tahun 2026.

Baca Juga:  Kemenag Siapkan 88 Titik Rukyatul Hilal, Ini Jadwal Lengkapnya

Masyarakat diimbau untuk tidak lagi menyepelekan suhu panas. Selalu gunakan sunscreen, cukupi kebutuhan air minum, dan kurangi aktivitas fisik berat di bawah sinar matahari langsung antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem kesehatan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya

Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!

BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.