Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gagal Tawuran di Bandung! 4 Remaja Diciduk Polisi Bawa Samurai dan Celurit

Jumat, 12 Juni 2026 12:35 WIB

Pernah Main Bareng Federico Barba, Tommaso Cassandro Makin Dekat ke Persib?

Jumat, 12 Juni 2026 12:08 WIB

Comeback Spektakuler! Korea Selatan Tundukkan Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 11:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gagal Tawuran di Bandung! 4 Remaja Diciduk Polisi Bawa Samurai dan Celurit
  • Pernah Main Bareng Federico Barba, Tommaso Cassandro Makin Dekat ke Persib?
  • Comeback Spektakuler! Korea Selatan Tundukkan Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
  • Pengakuan Mengejutkan Istri Evan Marvino, Ungkap Dugaan Perelingkuhan hingga Faktor Ekonomi
  • Sudah Belajar Berbulan-Bulan, Siswi SD di Sukabumi Ini Gagal OSN Akibat Pemadaman Listrik
  • Persib Siapkan Kejutan Besar? Tiga Nama Top Eropa Muncul di Bursa Transfer
  • Jawab Keluhan Masyarakat, Komisi V DPRD Jabar Pertimbangkan Pansus untuk Bongkar Sengkarut SPMB
  • Buruan netizen! Nomor WA Terduga Pelaku yang Hina Beckham Putra Sudah Diamankan, PSSI Siap Blacklist
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 12 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Sekadar Hujan! Inilah ‘Biang Kerok’ Banjir Bandung Selatan yang Terungkap

By SusanaMinggu, 19 April 2026 12:02 WIB3 Mins Read
Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Foto: Agi Ilman.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Banjir kembali melanda wilayah Bandung Selatan dalam sepekan terakhir dan kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah kawasan seperti Dayeuhkolot dan Baleendah kembali terendam air dengan intensitas yang bahkan lebih parah dibanding sebelumnya.

Kondisi ini dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah hulu dan hilir, sehingga volume air meningkat tajam dan tidak lagi sebanding dengan kapasitas sungai serta saluran air yang ada.

BBWS Citarum Ungkap Penyebab Utama Banjir

Pelaksana Teknik OPSDA Balai Besar Wilayah Sungai BBWS Citarum, Asep Rochiman, menjelaskan bahwa penyebab banjir di Bandung Selatan tidak hanya berasal dari faktor alam semata.

Menurutnya, terdapat kombinasi faktor yang saling berkaitan mulai dari kondisi lingkungan, perilaku manusia, hingga infrastruktur yang belum optimal.

“Faktornya ada beberapa. Pertama alam, kedua manusia, ketiga infrastruktur dari hulu ke hilir, dan keempat perilaku masyarakat seperti buang sampah sembarangan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga:  Sungai Citarum Kritis, Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Tegas Atasi Pencemaran

Sedimentasi Sungai Jadi Masalah Serius

Salah satu penyebab utama yang memperburuk kondisi banjir adalah tingginya sedimentasi di aliran sungai. Endapan lumpur membuat kapasitas tampung air semakin menurun drastis.

“Memang sedimentasi tinggi, jadi daya tampungnya rendah,” kata Asep.

Kondisi ini membuat air lebih mudah meluap ketika hujan deras terjadi, terutama di kawasan hilir sungai.

Aliran Air dari Banyak Sumber

Secara teknis, banjir di Dayeuhkolot tidak hanya dipengaruhi oleh Sungai Citarum sebagai sungai utama, tetapi juga aliran dari irigasi lain seperti Cipalasari.

Tambahan debit air dari berbagai saluran tersebut membuat beban Sungai Citarum semakin berat saat hujan deras.

“Kenapa banjir di Dayeuhkolot meningkat? Karena debitnya meningkat, salah satunya dari Cipalasari,” jelasnya.

Baca Juga:  Tinjau Banjir Rancaekek dan Tanggul Jebol di Solokanjeruk, Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Kolaborasi Penanganan Bencana

Untuk mengurangi dampak, BBWS Citarum telah melakukan sejumlah upaya teknis seperti pemasangan klep satu arah dan penutupan beberapa aliran tertentu agar air tidak kembali ke permukiman warga.

Alih Fungsi Lahan Perparah Kondisi

Selain faktor teknis, Asep juga menyoroti alih fungsi lahan yang semakin masif di wilayah Bandung Selatan. Perubahan fungsi lahan dari area resapan menjadi kawasan terbangun mempercepat aliran air langsung ke sungai.

“Alih fungsi dan sedimentasi itu sangat signifikan,” tegasnya.

Kondisi ini diperparah dengan sistem drainase yang belum mampu menampung seluruh aliran air dari berbagai sumber.

Drainase dan Irigasi Perlu Penanganan Serius

Asep menegaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya dengan satu solusi teknis. Normalisasi sungai dan perlindungan kawasan irigasi menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga area sempadan sungai minimal 7 meter dari tanggul agar tetap bebas dari bangunan.

Baca Juga:  Sampah Kiriman Tak Terbendung, Aksi Bersama Satgas Citarum di Oxbow Baleendah

“Harus dinormalisasi, dan irigasi harus dilindungi,” ujarnya.

Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Menurut BBWS Citarum, penanganan banjir Bandung Selatan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

“Tidak bisa kami sendiri. Harus ada keterlibatan pemerintah daerah karena banyak saluran irigasi yang juga bermasalah,” kata Asep.

Banjir Bandung Selatan Butuh Solusi Menyeluruh

Banjir yang terus berulang di Bandung Selatan menunjukkan bahwa persoalan ini bersifat kompleks dan berlapis. Tidak hanya soal curah hujan tinggi, tetapi juga sedimentasi sungai, tata ruang, hingga perilaku masyarakat.

Tanpa langkah terpadu, kawasan seperti Dayeuhkolot dan Baleendah diperkirakan masih akan menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Baleendah banjir banjir bandung selatan BBWS Citarum Dayeuhkolot banjir Penyebab Banjir Bandung sedimentasi sungai sungai Citarum
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gagal Tawuran di Bandung! 4 Remaja Diciduk Polisi Bawa Samurai dan Celurit

Sudah Belajar Berbulan-Bulan, Siswi SD di Sukabumi Ini Gagal OSN Akibat Pemadaman Listrik

Jawab Keluhan Masyarakat, Komisi V DPRD Jabar Pertimbangkan Pansus untuk Bongkar Sengkarut SPMB

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Status

Dua Motor Tabrakan di Flyover Kiaracondong, Arus Lalu Lintas Jalan Ibrahim Adjie Lumpuh

Padam Listrik

Listrik Tiba-Tiba Padam di Banyak Kota Termasuk Bandung, ESDM Buka Suara

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.