Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Link Video Telegram ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Asli? Ini Fakta Mengejutkannya!

Minggu, 19 April 2026 13:00 WIB

Bom Bursa Transfer! Pratama Arhan Tinggalkan Asia, Siap Merapat ke Bandung?

Minggu, 19 April 2026 12:35 WIB

Bukan Sekadar Hujan! Inilah ‘Biang Kerok’ Banjir Bandung Selatan yang Terungkap

Minggu, 19 April 2026 12:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Telegram ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Asli? Ini Fakta Mengejutkannya!
  • Bom Bursa Transfer! Pratama Arhan Tinggalkan Asia, Siap Merapat ke Bandung?
  • Bukan Sekadar Hujan! Inilah ‘Biang Kerok’ Banjir Bandung Selatan yang Terungkap
  • Prediksi Everton vs Liverpool: The Reds Terancam Kalah di Derby Panas
  • Bursa Transfer Panas! Nama Besar Masuk-Keluar dari Persib Bandung
  • Hati-Hati! Jangan Tergoda, Sekali Klik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor Bisa Bikin Rekening Ludes dan Kena UU ITE
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Revitalisasi Gedung Sate, Tegaskan Bukan Bangun Ulang
  • Maulana Yusuf Sentil Proyek Dedi Mulyadi, Prioritas Rakyat Dipertanyakan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 19 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Sekadar Hujan! Inilah ‘Biang Kerok’ Banjir Bandung Selatan yang Terungkap

By SusanaMinggu, 19 April 2026 12:02 WIB3 Mins Read
Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Foto: Agi Ilman.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Banjir kembali melanda wilayah Bandung Selatan dalam sepekan terakhir dan kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah kawasan seperti Dayeuhkolot dan Baleendah kembali terendam air dengan intensitas yang bahkan lebih parah dibanding sebelumnya.

Kondisi ini dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah hulu dan hilir, sehingga volume air meningkat tajam dan tidak lagi sebanding dengan kapasitas sungai serta saluran air yang ada.

BBWS Citarum Ungkap Penyebab Utama Banjir

Pelaksana Teknik OPSDA Balai Besar Wilayah Sungai BBWS Citarum, Asep Rochiman, menjelaskan bahwa penyebab banjir di Bandung Selatan tidak hanya berasal dari faktor alam semata.

Menurutnya, terdapat kombinasi faktor yang saling berkaitan mulai dari kondisi lingkungan, perilaku manusia, hingga infrastruktur yang belum optimal.

“Faktornya ada beberapa. Pertama alam, kedua manusia, ketiga infrastruktur dari hulu ke hilir, dan keempat perilaku masyarakat seperti buang sampah sembarangan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga:  Kenang Solihin GP, Pj Gubernur Jabar Teringat Pesan soal Revitalisasi Sungai Citarum

Sedimentasi Sungai Jadi Masalah Serius

Salah satu penyebab utama yang memperburuk kondisi banjir adalah tingginya sedimentasi di aliran sungai. Endapan lumpur membuat kapasitas tampung air semakin menurun drastis.

“Memang sedimentasi tinggi, jadi daya tampungnya rendah,” kata Asep.

Kondisi ini membuat air lebih mudah meluap ketika hujan deras terjadi, terutama di kawasan hilir sungai.

Aliran Air dari Banyak Sumber

Secara teknis, banjir di Dayeuhkolot tidak hanya dipengaruhi oleh Sungai Citarum sebagai sungai utama, tetapi juga aliran dari irigasi lain seperti Cipalasari.

Tambahan debit air dari berbagai saluran tersebut membuat beban Sungai Citarum semakin berat saat hujan deras.

“Kenapa banjir di Dayeuhkolot meningkat? Karena debitnya meningkat, salah satunya dari Cipalasari,” jelasnya.

Baca Juga:  Bey Sebut Kolaborasi Semua Pihak Kunci Penanganan Pencemaran Sungai Citarum

Untuk mengurangi dampak, BBWS Citarum telah melakukan sejumlah upaya teknis seperti pemasangan klep satu arah dan penutupan beberapa aliran tertentu agar air tidak kembali ke permukiman warga.

Alih Fungsi Lahan Perparah Kondisi

Selain faktor teknis, Asep juga menyoroti alih fungsi lahan yang semakin masif di wilayah Bandung Selatan. Perubahan fungsi lahan dari area resapan menjadi kawasan terbangun mempercepat aliran air langsung ke sungai.

“Alih fungsi dan sedimentasi itu sangat signifikan,” tegasnya.

Kondisi ini diperparah dengan sistem drainase yang belum mampu menampung seluruh aliran air dari berbagai sumber.

Drainase dan Irigasi Perlu Penanganan Serius

Asep menegaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya dengan satu solusi teknis. Normalisasi sungai dan perlindungan kawasan irigasi menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan.

Baca Juga:  Misteri Mayat Wanita di Sungai Citarum Terjawab, Ditemukan Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Ia juga menekankan pentingnya menjaga area sempadan sungai minimal 7 meter dari tanggul agar tetap bebas dari bangunan.

“Harus dinormalisasi, dan irigasi harus dilindungi,” ujarnya.

Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Menurut BBWS Citarum, penanganan banjir Bandung Selatan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

“Tidak bisa kami sendiri. Harus ada keterlibatan pemerintah daerah karena banyak saluran irigasi yang juga bermasalah,” kata Asep.

Banjir Bandung Selatan Butuh Solusi Menyeluruh

Banjir yang terus berulang di Bandung Selatan menunjukkan bahwa persoalan ini bersifat kompleks dan berlapis. Tidak hanya soal curah hujan tinggi, tetapi juga sedimentasi sungai, tata ruang, hingga perilaku masyarakat.

Tanpa langkah terpadu, kawasan seperti Dayeuhkolot dan Baleendah diperkirakan masih akan menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Baleendah banjir banjir bandung selatan BBWS Citarum Dayeuhkolot banjir Penyebab Banjir Bandung sedimentasi sungai sungai Citarum
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Revitalisasi Gedung Sate, Tegaskan Bukan Bangun Ulang

Maulana Yusuf Sentil Proyek Dedi Mulyadi, Prioritas Rakyat Dipertanyakan

Viral! Nenek Bule Sentil Proyek Gedung Sate: Rakyat Masih Menderita!

Waspada Penipuan! Bank bjb Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Transaksi

Heboh Video Tarung Pelajar di Cianjur: Siswa SD dan SMP Terlibat Duel Dua Lawan Dua

Innalillahi, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

Terpopuler
  • Ole Romeny
    Rumor Transfer Persib: Skenario Gila Datangkan Ole Romeny dan Lepas Eliano ke Eropa
  • Rumor Transfer Persib: Antara Ronald Koeman Jr yang Dilirik Raksasa Belanda dan Kode Keras untuk Kadu
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
  • Diusir Secara Hukum, Dicintai Secara Nurani: Tragedi Dr. Badjora yang Mengguncang Padangsidimpuan!
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Terbongkar! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Bukan Cerita Asli
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.