bukamata.id – Gelombang protes dan masukan dari masyarakat terkait karut-marut pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat akhirnya mendapat respons serius dari parlemen. Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat kini tengah menggodok wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk membedah total regulasi hingga praktik eksekusi SPMB di lapangan.
Langkah ini diambil setelah jajaran anggota dewan menerima aduan dan aspirasi langsung dari perwakilan masyarakat dalam agenda audiensi yang digelar di ruang rapat Komisi V DPRD Jabar, Kota Bandung.
“Kami akan berembuk di Komisi V terkait berbagai aspirasi yang disampaikan hari ini. Jika memang diperlukan pembentukan Pansus untuk melihat administrasi dan pelaksanaan SPMB secara menyeluruh, tentu akan menjadi bahan pembahasan kami. Hasilnya nanti akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Anggota Komisi V DPRD Jabar, Siti Muntamah, selepas pertemuan tersebut, Kamis (11/6/2026).
Janji Kawal Transparansi hingga Tuntas
Siti menegaskan bahwa DPRD Jawa Barat memikul tanggung jawab besar untuk memastikan hak pendidikan masyarakat terpenuhi secara adil. Parlemen berjanji tidak akan tinggal diam dan siap memasang mata untuk memantau setiap tahapan seleksi masuk sekolah ini demi meminimalkan celah kecurangan.
“Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara masyarakat, DPRD dan pemerintah daerah guna mewujudkan sistem penerimaan murid baru yang lebih baik, adil, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Jawa Barat,” ucap Siti.
Pertemuan tersebut sengaja dirancang sebagai wadah mediasi tiga arah yang mempertemukan suara konsumen pendidikan (masyarakat), fungsi pengawasan (DPRD Jabar), dan pihak eksekutif selaku penanggung jawab teknis (Dinas Pendidikan Jawa Barat).
Disdik Jabar Janji Benahi Tata Kelola
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Jawa Barat menyambut baik kritik tajam dan masukan yang dialamatkan kepada mereka. Pihak dinas mengklaim bahwa dinamika ini akan dijadikan potret evaluasi internal untuk membenahi sistem yang berjalan.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Jabar, Firman Oktora, memastikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan terus memperbarui informasi mengenai perbaikan sistem ini kepada publik.
“Masukan yang disampaikan sangat produktif untuk memperbaiki dan membenahi tata kelola yang ada. Kami akan terus menginformasikan perkembangan serta langkah-langkah yang sudah dan akan kami kerjakan,” kata Firman.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










