bukamata.id – Kisah mengharukan seorang siswi sekolah dasar asal Sukabumi bernama Nanad viral di media sosial setelah gagal menyelesaikan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 akibat pemadaman listrik yang terjadi saat ujian berlangsung.
Cerita tersebut dibagikan oleh sang ibu melalui akun Instagram @nanad.0814 pada 9 Juni 2026 dan langsung menarik perhatian ribuan warganet. Banyak yang merasa iba sekaligus kagum dengan keteguhan hati Nanad menghadapi situasi yang tidak terduga.
Gagal Menyelesaikan OSN karena Listrik Padam
Nanad merupakan siswi SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Saat mengikuti OSN secara daring, ia sedang fokus mengerjakan soal ujian dan telah berjalan sekitar 32 menit.
Namun di tengah ujian, listrik di wilayahnya tiba-tiba padam sehingga mengganggu seluruh proses pelaksanaan kompetisi.
Melalui unggahan video yang viral, sang ibu mengungkapkan kekecewaan atas kejadian tersebut.
“Gagal menyelesaikan OSN karena tiba-tiba ada pemadaman listrik di menit ke-32. Sakit hati banget, anak sudah belajar berbulan-bulan siang malam malah berakhir seperti ini,” tulisnya.
Jaringan Internet Ikut Lumpuh
Banyak warganet mempertanyakan mengapa peserta tidak beralih menggunakan jaringan seluler sebagai cadangan saat listrik padam.
Namun pihak keluarga menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi berlangsung lebih dari empat jam dan berdampak pada jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut.
Menurut keterangan keluarga, akses internet ikut terganggu sehingga komunikasi melalui aplikasi pesan singkat pun tidak dapat dilakukan.
Tak hanya sekolah Nanad yang terdampak, sejumlah sekolah lain di beberapa kecamatan juga disebut mengalami kondisi serupa.
Sempat Menangis karena Kecewa
Kegagalan menyelesaikan OSN membuat Nanad sangat terpukul. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat ia berusaha menahan kesedihan setelah ditenangkan oleh ibunya.
Sang ibu mengungkapkan bahwa sebelum video direkam, putrinya sempat menangis cukup lama karena merasa kecewa setelah berjuang mempersiapkan diri selama berbulan-bulan.
“Nanad menangis lebih dari yang terlihat di video. Wajar karena dia sudah belajar mati-matian untuk OSN ini,” ungkap sang ibu.
PLN Sukabumi Sampaikan Permohonan Maaf
Peristiwa tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat, guru, hingga berbagai pihak terkait.
Menurut informasi yang disampaikan keluarga, perwakilan PLN Sukabumi telah datang langsung untuk menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik yang terjadi pada hari pelaksanaan OSN.
Dukungan moral pun terus mengalir dari warganet yang memberikan semangat kepada Nanad melalui media sosial.
Nanad Bangkit dan Jadikan Pengalaman sebagai Pelajaran
Meski sempat kecewa, Nanad kini mulai bangkit dan menerima kenyataan bahwa kesempatan mengikuti OSN tahun ini telah berlalu.
Sang ibu menyebut putrinya telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan berusaha menjadikannya sebagai pelajaran hidup yang berharga.
Bahkan, Nanad kini kembali ceria dan membaca satu per satu doa serta pesan dukungan yang dikirimkan masyarakat melalui media sosial.
Jadi Pengingat Penting untuk Kompetisi Daring
Kisah Nanad menjadi pengingat bahwa kesiapan infrastruktur masih menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kompetisi berbasis digital.
Sang ibu berharap kejadian serupa tidak terulang pada peserta lain yang akan mengikuti OSN maupun kompetisi daring lainnya di tingkat SMP dan SMA.
“Persiapkan alat tempur semaksimal mungkin. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pesannya.
Di balik peristiwa yang dialami Nanad, terselip harapan agar sistem pendidikan nasional semakin memperhatikan kesiapan infrastruktur dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik di berbagai daerah.
Perjuangan Nanad memang terhenti di menit ke-32, namun semangat dan ketabahannya telah menginspirasi banyak orang tentang arti keteguhan, keikhlasan, dan keberanian untuk bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









