bukamata.id – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, kini berada dalam sorotan tajam publik. Di tengah situasi darurat akibat banjir bandang dan longsor yang melumpuhkan 11 kecamatan, Mirwan memilih berangkat umroh bersama istrinya. Keputusan itu memicu gelombang kritik karena ribuan warga masih bertahan di pengungsian ketika ia meninggalkan daerahnya.
Berikut rangkuman tujuh poin utama yang memicu kontroversi ini:
1. Keberangkatan Umroh Tepat di Hari Ulang Tahun Sang Istri
Perjalanan Mirwan ke Mekkah terungkap melalui unggahan sebuah biro perjalanan umroh. Dalam unggahan tersebut, tampak Mirwan dan istrinya berpose di depan Ka’bah disertai ucapan selamat ulang tahun. Momen yang bersifat pribadi itu langsung memantik amarah warganet karena dilakukan saat wilayahnya masih dilanda bencana besar.
2. Mengirim Surat “Tidak Mampu Menangani Bencana” Sebelum Berangkat
Lima hari sebelum keberangkatan, tepatnya 27 November 2025, Mirwan mengirim surat resmi kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat. Isinya: pengakuan bahwa Pemkab Aceh Selatan tidak sanggup menangani tanggap darurat banjir dan longsor. Ironisnya, setelah surat tersebut dikirim, ia malah bertolak ke Tanah Suci pada 2 Desember 2025.
3. Berangkat Tanpa Izin Gubernur Aceh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan bahwa ia tidak pernah menandatangani izin perjalanan umroh Mirwan. Meski tidak mendapat restu dari pemimpin provinsi, Mirwan tetap melanjutkan perjalanannya. Pernyataan Mualem itu membuat publik semakin mempertanyakan etika kepemimpinan sang bupati.
4. Viral dan Menjadi Trending Topic Nasional
Foto-foto umroh tersebut langsung menyebar luas di media sosial. Kata kunci “Bupati Mirwan” dan “Aceh Selatan” melejit ke daftar trending di platform X. Netizen ramai-ramai mengecam tindakan Mirwan yang dianggap tidak empati dan gagal memahami prioritas di saat ribuan warganya masih menunggu bantuan.
5. Kemendagri Siapkan Pemeriksaan Setibanya di Indonesia
Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat dengan menurunkan tim Inspektorat Jenderal ke Aceh. Mirwan dijadwalkan diperiksa begitu kembali ke Tanah Air untuk dimintai penjelasan terkait keberangkatan tanpa izin dan keputusannya meninggalkan daerah saat status tanggap darurat masih berjalan.
6. Dicopot dari Jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan
Partai Gerindra ikut mengambil langkah tegas. Sekjen Gerindra, Sugiono, mengumumkan pencopotan Mirwan dari jabatannya sebagai Ketua DPC Aceh Selatan pada 6 Desember 2025. Partai menilai tindakan Mirwan tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin di tengah krisis.
7. Pembelaan Pemkab yang Menimbulkan Perdebatan Baru
Di tengah kritik yang memanas, Kabag Prokopim Pemkab Aceh Selatan, Denny Herry Safputra, menyebut Mirwan sudah meninjau lokasi bencana dan baru berangkat setelah air surut. Namun pernyataan ini menuai keraguan karena kenyataannya masih banyak warga yang mengungsi dan izin dari gubernur tidak pernah diterbitkan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










