Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Selasa, 16 Juni 2026 21:43 WIB

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Selasa, 16 Juni 2026 20:57 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Selasa, 16 Juni 2026 20:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kontroversi Panggung Dangdut di Peringatan Isra Mi’raj Banyuwangi

By Aga GustianaSabtu, 17 Januari 2026 15:49 WIB5 Mins Read
Acara peringatan Isra Miraj di Banyuwangi diisi biduan dangdut. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat media sosial digemparkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang biduan dangdut yang bernyanyi dan bergoyang di atas panggung peringatan Isra Mi’raj di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Kejadian yang terekam pada Jumat (16/1/2026) ini menjadi sorotan luas, bukan karena kualitas hiburannya, tetapi karena dianggap tidak pantas dilakukan di momen yang seharusnya penuh khidmat dan religius.

Video yang beredar menunjukkan seorang biduan perempuan tampil di atas panggung dengan latar belakang baliho bertuliskan: “Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW”. Aksi panggungnya disertai gerakan menari dan saweran, fenomena yang membuat banyak warganet dan tokoh agama merasa terganggu.

Ali Nurfatoni, seorang saksi mata yang berada di lokasi, mengaku merasa miris dengan apa yang terjadi. “Sangat miris. Kok bisa ada hiburan seperti itu di panggung peringatan Isra Mi’raj. Ini sudah kebablasan,” ujar Ali, dikutip Sabtu (17/1/2026). Menurutnya, masyarakat yang hadir datang dengan niat mengikuti peringatan agama, bukan menikmati hiburan dangdut.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi dan pihak panitia, acara peringatan Isra Mi’raj sebenarnya berjalan sesuai agenda, dimulai dengan pembacaan doa, ceramah oleh para kiai, dan pengajian bagi warga setempat. Namun, kontroversi muncul saat hiburan musik dangdut dipertontonkan di panggung yang sama setelah agenda utama selesai.

Ketua Panitia, Muhammad Hadiyanto, menjelaskan bahwa penampilan biduan dangdut digelar setelah seluruh kegiatan resmi selesai. “Kami menggelar musik dangdut itu setelah selesainya kegiatan peringatan Isra Mi’raj. Itu juga atas permintaan masyarakat,” jelas Hadiyanto. Menurutnya, hiburan ini dimaksudkan untuk memberikan semangat bagi panitia yang tengah membereskan lokasi acara.

Baca Juga:  Tidak Pernah Rilis Daftar Produk untuk Diboikot, MUI: yang Diharamkan Aktivitas Dukungan pada Israel

Hadiyanto menambahkan, “Musik itu digelar untuk menghibur panitia yang sedang bersih-bersih lokasi pengajian. Kami mohon maaf jika menimbulkan kegaduhan.” Meski begitu, video yang beredar membuat banyak pihak menilai batas antara acara religius dan hiburan telah tercampur.

Reaksi Masyarakat dan Media Sosial

Tak lama setelah video tersebar, warganet ramai mengekspresikan kekecewaan mereka. Banyak yang menganggap bahwa peringatan Isra Mi’raj seharusnya dijalankan dengan khidmat dan penuh rasa hormat. Beberapa komentar menekankan pentingnya pemisahan antara hiburan dan momen religius agar nilai-nilai keagamaan tidak tercampur aduk.

Selain itu, kejadian ini menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial. Tagar terkait peringatan Isra Mi’raj dan hiburan dangdut di panggung religi ramai digunakan, menunjukkan bahwa masyarakat luas merasa perlu memberi perhatian pada bagaimana acara keagamaan dijalankan.

MUI Banyuwangi Turun Tangan

Meski panitia telah menyampaikan permohonan maaf, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini. Wakil Ketua Umum DP MUI Banyuwangi, Kiai Sunandi Zubaidi, menyatakan sikap tegas terhadap fenomena yang terjadi.

“Keluhuran dakwah dicoreng dengan perbuatan yang tidak Islami. Alasan panitia tidak bisa diterima. Ini bisa mengarah pada penistaan agama. Harus ada teguran keras,” tegas Kiai Sunandi.

Baca Juga:  MUI Minta Koruptor Dihukum Penjara Seumur Hidup atau Pidana Mati

Ia menjelaskan bahwa MUI tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan dalam penyelenggaraan hiburan dangdut di panggung peringatan Isra Mi’raj tersebut. “Jika ditemukan bukti kuat, MUI tidak segan membawa kasus ini ke jalur hukum sebagai efek jera,” ujarnya.

Perspektif Panitia vs Etika Agama

Pertentangan antara niat panitia dan tanggapan masyarakat menjadi sorotan utama. Dari sisi panitia, hiburan tersebut hanya dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap panitia yang bekerja keras sepanjang acara. Dari sisi masyarakat dan tokoh agama, panggung peringatan Isra Mi’raj seharusnya menjadi ruang yang sakral, dan campur aduk dengan hiburan populer seperti dangdut dapat menimbulkan salah paham serta menurunkan kesakralan acara.

“Ini bukan soal hiburan atau musik, tapi soal konteks dan tempat. Panggung peringatan agama punya makna khusus. Menempatkan musik dangdut di sana, apalagi dengan saweran, jelas menimbulkan persepsi yang salah,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Pentingnya Edukasi dan Protokol Acara

Kejadian ini menekankan pentingnya edukasi bagi panitia penyelenggara acara keagamaan, terutama terkait pemisahan antara agenda religius dan hiburan. Beberapa pihak menyarankan agar setiap acara keagamaan memiliki protokol yang jelas, termasuk pembatasan jenis hiburan yang diperbolehkan dan jam pelaksanaannya.

Selain itu, keterlibatan tokoh agama dalam pengawasan jalannya acara dianggap sangat penting. Kehadiran mereka dapat memastikan agar acara tetap berjalan sesuai nilai-nilai agama, sekaligus memberikan panduan kepada panitia dalam menentukan jenis hiburan yang layak.

Baca Juga:  PSSI Kecam Keras Kontroversi PON Laga Aceh vs Sulteng, Erick Thohir: Memalukan!

Refleksi untuk Penyelenggaraan Acara Mendatang

Kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik panitia, masyarakat, maupun tokoh agama, untuk lebih memperhatikan tata kelola acara keagamaan. Transparansi, koordinasi, dan komunikasi antara panitia dan tokoh agama menjadi kunci agar momen peringatan agama tetap sakral, tanpa menimbulkan kontroversi.

Sementara itu, masyarakat Banyuwangi diharapkan bisa tetap menjaga sikap bijak dalam merespons kejadian serupa di masa mendatang. Diskusi mengenai batas hiburan dan momen religius pun menjadi topik yang layak untuk diperluas, agar generasi muda memahami nilai-nilai agama dan etika publik secara bersamaan.

Kesimpulan

Peristiwa biduan dangdut tampil di panggung peringatan Isra Mi’raj di Banyuwangi memicu perdebatan mengenai etika penyelenggaraan acara keagamaan. Dari sisi panitia, niatnya adalah memberi hiburan ringan pasca-acara utama, sementara masyarakat dan MUI menekankan pentingnya menjaga kesucian momen religius.

Kejadian ini mengingatkan bahwa setiap acara keagamaan perlu protokol yang jelas dan koordinasi erat antara panitia dan tokoh agama. Dengan begitu, nilai-nilai religius dapat dihormati, masyarakat teredukasi, dan risiko kontroversi dapat diminimalkan.

Seiring proses investigasi yang sedang berjalan oleh MUI dan kepolisian, masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil resmi, sambil menjadikan peristiwa ini sebagai bahan refleksi bagi penyelenggaraan peringatan keagamaan di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banyuwangi dangdut Hiburan Religi Isra Mi’raj Kontroversi MUI Peringatan Agama
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.