Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Liverpool Akhiri Paceklik Kemenangan, Fulham Dipaksa Pulang Tanpa Poin

Minggu, 12 April 2026 09:24 WIB
peltih persib, bojan hodak

Persib vs Bali United: Bojan Hodak Bertekad Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di GBLA!

Minggu, 12 April 2026 06:00 WIB

Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!

Minggu, 12 April 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Liverpool Akhiri Paceklik Kemenangan, Fulham Dipaksa Pulang Tanpa Poin
  • Persib vs Bali United: Bojan Hodak Bertekad Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di GBLA!
  • Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak
  • Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten
  • Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 di Dapur, Benarkah Fakta atau Cuma Editan?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bupati Bandung Apresiasi Kegiatan Takrimul Yatim dan Santunan Dhuafa di Cileunyi

By SusanaMinggu, 31 Maret 2024 19:00 WIB4 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bupati Bandung Dadang Supriatna hadir pada kegiatan Takrimul Yatim dan Santunan Dhuafa di Jalan Utama Halaman Masjid Jami At-taqwa, Komplek Bumi Langgeng Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Minggu (31/3/2024).

Dadang Supriatna mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan rasa syukurnya di bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah ini.

Apalagi pada saat dini hari atau subuh tadi masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bangun guna melaksanakan sahur.

“Sehingga kita bisa melaksanakan makan sahur, menunggu adzan subuh, melaksanakan salat sunat kobla subuh, dan kemudian melaksanakan salat subuh. Ini yang wajib kita syukuri,” kata Dadang dalam sambutannya di hadapan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa sebagai manusia jangan sombong. Kekayaan tidak ada artinya.

“Mohon maaf jabatan tidak ada artinya. Kalau Allah sudah memanggil, kapan pun kita tidak bisa menolak,” tuturnya.

“Mumpung masih diberikan kesempatan oleh Allah, yu kita sama-sama melakukan kebaikan untuk bisa membantu khusus kepada diri kita sendiri. Kalau diri kita sudah cukup, yang perlu kita benahi adalah keluarga kita yang kecil,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati Bedas mengapresiasi kegiatan Takrimul Yatim dan Santunan Dhuafa yang dilaksanakan di Komplek Bumi Langgeng tersebut.

“Ini dilaksanakan setiap tahun sekali. Ini luar biasa,” tuturnya.

Dadang pun mengungkapkan kebiasaan menyantuni anak yatim dan jompo itu sudah dilaksanakan semenjak ia menjabat kepala desa tahun 1998 hingga saat ini mengemban amanah orang nomor satu di Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Terima Penyerahan PSU dari 10 Perumahan, Bupati Janji Bangun Infrastruktur Baru

“Kebiasaan memberikan santunan itu kepada 1800 anak yatim dan jompo. Dari 1800 orang itu, kemarin tinggal 900 orang lagi. Mungkin selama 26 tahun itu, anak yatim sudah ada yang menikah, dan jompo yang meninggal dunia. Itu kegiatan rutin sama setiap tahunnya. Ada zakat mal, alhamdulillah,” bebernya.

Perlu diketahui, kunjungan Kang DS ke Komplek Bumi Langgeng adalah untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, saat penyerahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) komplek perumahan tersebut ke Pemkab Bandung.

Kang DS menyebutkan sudah ada 58 perumahan yang sudah menyerahkan fasos dan fasumnya ke Pemkab Bandung. Sementara di Kabupaten Bandung itu tercatat ada sekitar 400 perumahan.

“Nantinya, kita kedepan harus menyediakan anggaran pemeliharaan fasos dan fasumnya kalau satu perumahan Rp 100 juta. Kalau setahun, berarti harus menyediakan Rp 40 miliar,” katanya.

Kang DS siap melakukan yang terbaik untuk pemeliharaan fasos dan fasum perumahan di Kabupaten Bandung.

Dalam rangka meningkatkan ketakwaan dan empati kepada sesama, dikatakannya, sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat untuk orang lain.

“Mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena kita tak akan pernah tahu, besok atau lusa apakah masih ada di rumah. Karena hakekatnya hidup di dunia ini untuk mencari bekal akhirat,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Bandung Bagikan Bonus Rp1,327 Miliar untuk Pelatih dan Penggiat Fornas VII

Untuk itu, Kang DS sangat mengapresiasi dengan dilaksanakannya Takrimul Yatim dan Santunan Dhuafa karena mereka sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

“Kita sebagai pengganti orang tuanya harus memberikan yang terbaik,” katanya.

Kang DS juga mengajak kepada para camat, kepala desa, RW dan RT ketika kebutuhan sudah terpenuhi, sebaiknya untuk membantu sesama.

“Besar kecilnya tidak jadi ukuran, yang penting ikhlas. Donasi atau shodaqoh zariah yang telah dikeluarkan, saya yakin pahalanya sampai ke akhirat nanti,” katanya.

Kemudian, kata dia, ilmu bermanfaat pahalanya tidak akan putus sampai ke akhirat nanti. Salah satu contoh adalah ibu.

“Guru yang pertama itu adalah ibu. Yang pertama mendidik itu adalah ibu. Saya titip jangan pernah menyakiti hati ibu. Jangan pernah merendahkan guru. Jangan pernah berkata, bekas guru,” katanya.

Kang DS mengungkapkan jadi Bupati Bandung karena doa ibu kandungnya. Ia pun mengaku tak punya apa-apa.

“Saya titip, jangan sampai menyakiti hati seorang ibu. Apalagi sudah menyakiti seorang ibu, saya yakin orang itu hidupnya tidak akan berkah,” ucapnya.

Baca Juga:  Strategi Kang DS Amankan Nasib 17.000 Guru Ngaji di Tengah Pemangkasan Anggaran Pusat Rp1 Triliun

Menurutnya, ilmu yang pertama memberikan adalah ibu. Maka ibulah yang utama mendapatkan pahala, apabila anaknya sudah mulai belajar bicara.

Begitu pula dengan guru ngaji, kata dia, bahwa ustadz dan ustadzah itu adalah sebagai pengganti orang tua untuk mendidik anak-anak dalam bidang pendidikan keagamaan di madrasah maupun di masjid.

“Setiap bulannya, para guru ngaji itu diberikan insentif. Sekecil apapun ilmu yang diberikan kepada anak-anak kita, kemudian diamalkan saya yakin pahalanya akan mengalir sampai ke akhirat nanti,” katanya

Menurutnya, tegaknya suatu negara ada empat golongan, pertama ilmunya para ulama, adilnya para pemimpin, para aghnia memberikan zakat malnya membantu kepada fakir miskin, dan doanya para fakir miskin.

Ia mengungkapkan anak soleh dan solehah, sehingga kedua orang tua berbahagialah memiliki anak soleh dan solehah.

Mengenai hal ini, Pemkab Bandung telah menggulirkan tiga muatan lokal. Pertama pendidikan Pancasila dan UUD 1945, kedua pendidikan bahasa Sunda dan budaya Sunda, dan ketiga pendidikan belajar mengaji dan menghafal Alquran.

“Ini dalam rangka membentuk anak-anak kita di masa yang akan datang. Anak anak yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” harapnya.

Menurutnya, anak soleh itu hormat dan santun kepada orang tua. Selain itu mendoakan kedua orang tua disaat bada shalat

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bupati Bandung Cileunyi Dadang Supriatna Takrimul Yatim dan Santunan Dhuafa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

program MBG

Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

Tantangan Terbuka! Wagub Kalbar vs Dedi Mulyadi: Siapa yang Paling Jago Kelola Anggaran?

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.