bukamata.id – Dewi, seorang bobotoh cantik asal Bandung yang bekerja di salah satu dinas pemerintahan Kota Bandung, sudah mencintai Persib sejak kecil. Ia mengaku, kecintaannya pada Maung Bandung bermula dari lingkungan keluarga.
“Dari lahir kali ya. Karena lahir di Bandung, bisa aku bilang suka Persib dari kecil. Aku punya Aa sama papa yang tiap Persib main pasti selalu nonton. Jadi mau nggak mau aku ikut kebawa,” ujar Dewi saat ditemui bukamata.id, Selasa (16/9/2025).
Kecintaan itu semakin dalam ketika ia mendapat pengalaman tak terlupakan beberapa waktu lalu. Saat Persib meraih gelar juara back-to-back, Dewi menjadi salah satu dari lima orang yang diundang langsung manajemen Persib untuk ikut latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
“Dari lima orang yang diundang, aku satu-satunya perempuan. Aku sempat main games bareng Kevin Mendoza, bahkan tendang penalti dijagain langsung sama dia. Lebih gokil lagi, aku pakai sepatunya Prabu. Bayangin, aku tendang penalti tapi bola nggak nyampe gawang juga,” kenangnya sambil tertawa.
Soal pemain favorit, Dewi mengaku sulit memilih karena baginya semua pemain punya peran penting. Namun, ada beberapa nama yang lekat di hatinya.
“Dari dulu aku suka banget sama Stefano Beltrame. Dia orangnya humble, sering main bareng juga, asik banget. Selain itu ada Alberto, dia juga baik. Tapi kalau sekarang jelas Marc Klok, menurut aku dia kunci Persib, yang bikin semangat tim tetap hidup,” ungkapnya.
Menjelang laga Persib kontra Lion City Sailors FC, Dewi optimis Maung Bandung bisa meraih kemenangan tipis.
“Nggak muluk-muluk, cukup 2-1 buat Persib. Golnya aku prediksi dari Tom Hayek dan William Marcelino,” katanya penuh keyakinan.
Menurutnya, kunci keberhasilan Persib bukan hanya soal individu, melainkan kekompakan tim. “Sepak bola itu bukan soal nama di punggung, tapi lambang di dada. Harapanku, Persib bisa hat-trick juara tiga kali. Kita harus buktikan ke orang-orang yang meragukan bahwa Persib bisa hat-trick juara,” tegasnya.
Selain itu, Dewi juga menanggapi soal postingan Official Account Persibaya seusai menerima kekalaha melawan Persib Bandung yang memicu perpecahan antara Bobotoh dengan Bonek ditengah kedamaian.
“Kalau soal rival, menurut aku itu cuma di lapangan aja. Sayang banget kalau sampai dibawa keluar. Apalagi Persib dan Persibaya itu ibarat dulur, saudara dari dulu. Jadi jangan sampai terpecah belah gara-gara satu pertandingan. Rival cukup di lapangan aja, di luar kita saudara. Please, just don’t do that,” Ungkapnya.
Dewi pun menitip pesan khusus untuk bobotoh lainnya agar tetap solid menjaga nama baik Persib. “Kita semua sama-sama bobotoh. Kalau di stadion, tetap tertib ya. Jangan sampai Persib didenda gara-gara ulah segelintir orang. Sing jaga Persib, jaga semuanya, jaga solidaritas kita,” pesannya
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










