Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru

Kamis, 30 April 2026 03:00 WIB

Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?

Kamis, 30 April 2026 02:00 WIB

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Rabu, 29 April 2026 23:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
  • Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’
  • Laga Krusial! Persib Wajib Tundukkan Bhayangkara FC Demi Gelar Juara
  • Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya
  • Arsenal Siap Jual 5 Pemain Demi Datangkan Julian Alvarez
  • Marc Klok Pasang Target Gila! Persib Wajib Menang 5 Laga Tersisa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cerita Pilu Pedagang Es Kue Difitnah Pakai Spons, Ngaku Trauma Dihajar Oknum Aparat

By Aga GustianaRabu, 28 Januari 2026 08:24 WIB4 Mins Read
Viral di medsos! Pedagang es kue jadul dituding jual es berbahan spons. Foto: Instagram @folkjog.
ADVERTISEMENT

bukamata.id- Pagi bagi Sudrajat selalu dimulai dengan cara yang sama. Dari Depok, ia membawa boks es kue titipan bosnya, kemudian naik KRL menuju Jakarta. Sesampainya di stasiun, ia berjalan menyusuri keramaian Kemayoran, Pasar Baru, bahkan kadang sampai Kota Tua.

Rutinitas ini dijalani Sudrajat sejak 2007. Hampir tiga dekade hidupnya bergantung pada es warna-warni yang dibawanya ke jalanan. Dari boks es itulah dapurnya mengepul.

Namun Sabtu, 24 Januari 2026, langkahnya terhenti oleh tuduhan yang tak pernah ia bayangkan: es kue yang dijualnya disebut berbahan spons dan beracun.

“Dia belaga-belaga beli es kue,” ujar Sudrajat, dikutip Rabu (28/1/2026).

Yang dimaksud adalah aparat yang menangkap Sudrajat dan sempat viral di media sosial karena tuduhan itu.

Ia menuturkan awal kejadian yang berujung fitnah. Seorang pembeli mengambil lima es, tak lama kemudian seorang anak berteriak, “Pak, ini es racun.” Sudrajat merasa pembelian itu bukan kebetulan, melainkan pancingan.

Di tengah keramaian, ia dikelilingi orang berseragam. “Saya tidak membawa apa pun selain boks es di tangan,” ujarnya. Gambaran itu terasa kontras: seorang pria 50 tahun, pedagang es keliling, dihadapkan aparat, mencoba meyakinkan bahwa dagangannya aman.

Baca Juga:  Termasuk Jabar, BMKG Sebut Kualitas Udara Jakarta dan Banten Tidak Sehat

“Lama-lama saya dikepung, ditonjok,” kata Sudrajat.

Ia menyebut yang memukul bukan hanya polisi, tetapi juga seorang anggota TNI. Ia ditarik, dikerumuni, lalu dibawa menggunakan ambulans ke Polsek Kemayoran. Namun kekerasan terjadi di pos terdekat, bukan di kantor polisi.

“Di pos, dekat-dekat situ,” ujarnya. Di sana, ia dipaksa mengakui bahwa es yang dijualnya berbahan spons dan disuruh memakannya.

“Suruh makan. Saya bilang bukan spons, itu es beneran,” tutur Sudrajat lirih.

Ia mengaku dipukul, ditendang sepatu bot, dan disabet selang di dada hingga tiga kali. Sudrajat juga sempat ‘dikurung’ sekitar satu jam. Kalimat yang paling diingatnya:

“Jangan sekali-sekali lagi dagang sini. Kalau dagang sini, saya tarik lagi,” kata Sudrajat menirukan aparat.

Menjelang dini hari, ia dilepas. Sudrajat pulang naik kereta dan tiba di rumah sekitar pukul empat pagi. Tidak ada pemeriksaan medis atas kekerasan yang dialaminya. Ia menunjukkan bagian dada dan kakinya yang masih terasa sakit, bahkan wajahnya sempat lebam. Setelah kondisinya memburuk, ia diberi uang Rp300 ribu oleh atasan polisi di lokasi.

Baca Juga:  Viral! Suporter Persib Diduga Jadi Korban Perundungan, Rambut dan Alis Dicukur: Jangan Bikin Masalah Sama Solo

“Sudah bonyok baru dikasih duit,” katanya.

Empat hari kemudian, Sudrajat berhenti berjualan. Bukan karena dagangan habis, tetapi trauma.

“Pusing kepala saya. Kapok,” ujarnya. Padahal, Kemayoran adalah wilayah langganannya. Setiap hari ia bisa meraup keuntungan Rp200–300 ribu. Es yang diambil dari bosnya di Depok seharga Rp500 per buah dijual Rp2.000, laba Rp1.500.

Kini, ia berencana mengubah rute dagang ke Mangga Besar dan Sawah Besar, menghindari lokasi kejadian. “Besok saya dagang lagi,” katanya.

Aparat TNI-Polri Minta Maaf

Aparat yang terlibat, Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Hari Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi, menyampaikan permintaan maaf di Aula Mako Polsek Kemayoran, Senin (26/1/2026).

“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Aiptu Ikhwan.

Baca Juga:  Rizky Ridho Menikah Akhir Juni 2025, Persija Siapkan Hadiah Spesial untuk Sang Kapten

Ia menambahkan, tindakan itu semata untuk memastikan keamanan warga dan mencegah potensi bahaya, namun dilakukan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga,” kata Ikhwan, sekaligus meminta maaf jika video menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman.

Hasil Pemeriksaan: Es Aman Dikonsumsi

Penyelidikan polisi menunjukkan es kue yang dijual Sudrajat aman. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memeriksa seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat.

“Hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” kata Roby, Minggu (25/1). Tim penyidik juga menelusuri tempat pembuatan es di Depok dan memastikan tidak ada penggunaan spons seperti yang beredar di media sosial.

“Hasilnya tetap konsisten: tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

fitnah Jakarta kekerasan aparat kisah nyata pedagang es kue spons trauma viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Intip Kemeriahan ‘Sehari di Giri Prianka’: Kolaborasi Strategis Podomoro Park Bandung dan BRI untuk Hunian Impian

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.