bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak disabilitas memakan rumput di Kabupaten Bandung Barat viral di media sosial dan menuai keprihatinan publik. Anak dalam video tersebut diketahui bernama Muhammad Rizki (11), warga Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah.
Bocah yang akrab disapa Kiki itu merupakan penyandang disabilitas dengan gangguan mental dan tidak dapat berbicara (tunawicara). Ia tinggal bersama ayahnya, Asep Setiawan (49), serta neneknya dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Kebiasaan Makan Daun Sejak Kecil
Ayah Kiki, Asep Setiawan, membenarkan bahwa anaknya memiliki kebiasaan memakan berbagai jenis dedaunan, termasuk rumput.
“Betul anak saya Kiki punya kebiasaan memakan dedaunan, dari rumput sampai daun apa saja di sekitarnya. Tapi dia tahu mana yang beracun dan tidak,” ujar Asep, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, video yang viral tersebut direkam saat Kiki sedang bermain di sekitar lokasi pembakaran sampah yang tidak jauh dari rumah mereka. Menurutnya, kebiasaan itu dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu kondisi keterbatasan mental dan faktor ekonomi keluarga.
Diduga Dipicu Rasa Lapar dan Keterbatasan
Asep mengungkapkan, kebiasaan tersebut sudah muncul sejak Kiki berusia sekitar empat tahun. Saat itu mereka masih tinggal mengontrak dan ia bekerja sebagai penjual sandal keliling.
Ia menceritakan salah satu momen yang pertama kali membuatnya menyadari kebiasaan tersebut.
“Waktu saya balik bawa nasi, saya lihat Kiki sedang makan daun talas di dalam kamar. Ternyata dia simpan dari luar,” kata Asep.
Sejak saat itu, ia menduga Kiki kerap memakan daun karena tidak mampu mengungkapkan rasa lapar. Upaya melarang pun sering membuat anaknya marah.
Kondisi Ekonomi dan Minim Bantuan
Hingga kini, kebiasaan tersebut masih terjadi meski Asep terus berupaya mengawasi. Dalam keterbatasan ekonomi, ia hanya mengandalkan bantuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ironisnya, Asep mengaku belum pernah menerima bantuan sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah agar anaknya bisa mendapatkan pendidikan dan terapi yang layak.
“Harapan saya anak saya bisa sekolah dan dapat terapi atau pengobatan. Sekarang belum bisa karena terkendala biaya,” ujarnya.
Asep juga mengaku kesulitan bekerja secara penuh karena harus merawat Kiki setiap hari, mulai dari memandikan, memberi makan, hingga mengawasi aktivitasnya agar tetap aman.
“Kalau tidak dijaga, dia bisa pergi dan tidak tahu jalan pulang,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










