Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 03:00 WIB

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

Jumat, 20 Februari 2026 02:00 WIB
menonton film

Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!

Jumat, 20 Februari 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan
  • Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
  • Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Contoh Teks Khutbah Jumat 24 Oktober 2025: Istidraj, Kenikmatan yang Menjerumuskan

By Aga GustianaJumat, 24 Oktober 2025 09:36 WIB4 Mins Read
naskah khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Edisi khutbah Jumat kali ini, 24 Oktober 2025 bertepatan dengan 1 Jumadil Awal 1447 H, bisa menjadi bahan renungan bagi para khatib dan jamaah. Tema yang diangkat adalah tentang istidraj — jebakan kenikmatan yang justru dapat membawa pada kebinasaan.

Kedudukan Khutbah dalam Shalat Jumat

Para ulama sepakat bahwa khutbah Jumat merupakan bagian penting dan menjadi syarat sah pelaksanaan shalat Jumat. Shalat Jumat tidak dianggap sah tanpa dua khutbah yang mendahuluinya. Hal ini mengikuti praktik Rasulullah SAW yang selalu menyampaikan dua khutbah yang dipisahkan dengan duduk di antara keduanya.

Dalam mazhab Syafi‘i yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia, khutbah Jumat memiliki lima rukun pokok:

  1. Membaca hamdalah,
  2. Shalawat atas Nabi Muhammad SAW,
  3. Membaca ayat Al-Qur’an,
  4. Menyampaikan wasiat takwa, dan
  5. Memohonkan ampunan untuk kaum Muslimin.

Ustaz Ahmad Sarwat MA dalam karyanya Hukum-Hukum Terkait Ibadah Shalat Jumat menegaskan bahwa dua khutbah ini menjadi pengganti dua rakaat dalam shalat Dzuhur. Karena itu, isi khutbah semestinya menjadi sarana pengingat dan pembersih hati.

Teks Khutbah Jumat: Istidraj – Jebakan Kenikmatan yang Membinasakan

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ …

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah SWT, Dzat yang melimpahkan nikmat dan rahmat kepada kita. Setiap detak jantung, setiap rezeki, dan setiap kesempatan hidup adalah karunia-Nya. Namun, di balik nikmat yang kita rasakan, tersimpan ujian yang halus — ujian istidraj.

Baca Juga:  Contoh Naskah Khutbah Jumat: Meneladani Kesabaran Nabi Ayyub AS

Istidraj adalah bentuk “pemanjangan tali” dari Allah, di mana seseorang diberikan kenikmatan terus-menerus, padahal ia bergelimang dosa. Ia merasa dimuliakan, padahal sesungguhnya sedang dibiarkan menuju kehancuran.

Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-‘Araf [7]: 182–183:

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui. Aku beri mereka tenggang waktu; sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.”

Orang yang terkena istidraj merasa hidupnya lancar, rezekinya banyak, keluarganya bahagia, padahal hatinya jauh dari Allah. Ia jarang diuji, tetapi semakin jauh dari ibadah. Semakin tua, semakin makmur, namun lupa bahwa semua itu bisa menjadi jalan kebinasaan.

Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga:  Naskah Khutbah Jumat Tentang Gambaran Orang yang Bangkrut di Akhirat

“Jika kamu melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seseorang padahal ia gemar bermaksiat, maka itu adalah istidraj.”
(HR. Ahmad)

Buya Hamka menjelaskan dalam Tafsir Al-Azhar bahwa istidraj berarti seseorang dikeluarkan dari jalan kebenaran tanpa disadari. Ia dibukakan pintu-pintu kesenangan hingga terlena dan lupa diri, lalu siksaan datang tiba-tiba.

Fir’aun dan Qarun menjadi contoh nyata istidraj. Fir’aun dibiarkan berkuasa hingga ia mengaku sebagai Tuhan, lalu Allah tenggelamkan bersama pasukannya. Qarun diberi kekayaan luar biasa, namun lupa pada Sang Pemberi rezeki, hingga akhirnya ditelan bumi bersama hartanya.

Allah berfirman dalam QS Ali Imran [3]: 178:

“Dan janganlah orang-orang kafir menyangka bahwa penangguhan Kami kepada mereka lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami menangguhkan mereka hanya supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka azab yang menghinakan.”

Lanjutan Khutbah Pertama

Saudara-saudara yang dimuliakan Allah,
Istidraj bisa menimpa siapa saja, baik orang awam maupun ahli ibadah. Tanda-tandanya dapat dikenali:

  1. Nikmat bertambah, tapi iman menurun,
  2. Rezeki lancar, namun ibadah lalai,
  3. Dosa dilakukan tanpa rasa bersalah,
  4. Hati keras dan sombong,
  5. Jarang diuji, tapi jauh dari syukur.
Baca Juga:  Teks Khutbah Jumat 23 Mei 2025: Raih Pahala Setara Kurban Jelang Idul Adha

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari pernah mengingatkan dalam Al-Hikam:

“Takutlah ketika engkau menerima kebaikan dari Allah di saat engkau terus bermaksiat, karena itu bisa jadi istidraj.”

Karena itu, setiap kenikmatan harus disertai rasa syukur dan introspeksi. Jangan sampai kemudahan hidup membuat kita lupa bahwa semua hanyalah titipan.

Umar bin Khattab pernah berdoa,

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari istidraj, yaitu kenikmatan yang menyeretku perlahan menuju kehancuran.”

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ …

Wahai kaum Muslimin,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah SWT, menjauhi segala larangan-Nya, dan memperbanyak amal saleh. Jangan terlena dengan gemerlap dunia yang menipu. Jadikan setiap nikmat sebagai jalan untuk mendekat kepada-Nya, bukan sebaliknya.

Semoga Allah menjauhkan kita dari jebakan istidraj dan meneguhkan hati kita dalam keimanan.

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات …

Ya Allah, ampunilah dosa kaum mukminin dan mukminat, kuatkan Islam dan kaum muslimin, serta lindungilah negeri kami dari bencana, fitnah, dan kesesatan.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Contoh Khutbah Istidraj Jumadil Awal 1447 H Khutbah Jumat Teks Khutbah Jumat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

menonton film

Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!

Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap

Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Masih Diburu Netizen, Awas Jebakan di Balik Narasi Viral

No Sensor? Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Simak Klarifikasinya

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.