Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Sabtu, 19 September 2026 19:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Contoh Teks Khutbah Jumat 24 Oktober 2025: Istidraj, Kenikmatan yang Menjerumuskan

By Aga GustianaJumat, 24 Oktober 2025 09:36 WIB4 Mins Read
naskah khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Edisi khutbah Jumat kali ini, 24 Oktober 2025 bertepatan dengan 1 Jumadil Awal 1447 H, bisa menjadi bahan renungan bagi para khatib dan jamaah. Tema yang diangkat adalah tentang istidraj — jebakan kenikmatan yang justru dapat membawa pada kebinasaan.

Kedudukan Khutbah dalam Shalat Jumat

Para ulama sepakat bahwa khutbah Jumat merupakan bagian penting dan menjadi syarat sah pelaksanaan shalat Jumat. Shalat Jumat tidak dianggap sah tanpa dua khutbah yang mendahuluinya. Hal ini mengikuti praktik Rasulullah SAW yang selalu menyampaikan dua khutbah yang dipisahkan dengan duduk di antara keduanya.

Dalam mazhab Syafi‘i yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia, khutbah Jumat memiliki lima rukun pokok:

  1. Membaca hamdalah,
  2. Shalawat atas Nabi Muhammad SAW,
  3. Membaca ayat Al-Qur’an,
  4. Menyampaikan wasiat takwa, dan
  5. Memohonkan ampunan untuk kaum Muslimin.

Ustaz Ahmad Sarwat MA dalam karyanya Hukum-Hukum Terkait Ibadah Shalat Jumat menegaskan bahwa dua khutbah ini menjadi pengganti dua rakaat dalam shalat Dzuhur. Karena itu, isi khutbah semestinya menjadi sarana pengingat dan pembersih hati.

Teks Khutbah Jumat: Istidraj – Jebakan Kenikmatan yang Membinasakan

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ …

Baca Juga:  Naskah Khutbah Jumat Tentang Muhasabah Akhir 2024 Jadi Momentum Perbaiki Kualitas Ibadah

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah SWT, Dzat yang melimpahkan nikmat dan rahmat kepada kita. Setiap detak jantung, setiap rezeki, dan setiap kesempatan hidup adalah karunia-Nya. Namun, di balik nikmat yang kita rasakan, tersimpan ujian yang halus — ujian istidraj.

Istidraj adalah bentuk “pemanjangan tali” dari Allah, di mana seseorang diberikan kenikmatan terus-menerus, padahal ia bergelimang dosa. Ia merasa dimuliakan, padahal sesungguhnya sedang dibiarkan menuju kehancuran.

Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-‘Araf [7]: 182–183:

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui. Aku beri mereka tenggang waktu; sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.”

Orang yang terkena istidraj merasa hidupnya lancar, rezekinya banyak, keluarganya bahagia, padahal hatinya jauh dari Allah. Ia jarang diuji, tetapi semakin jauh dari ibadah. Semakin tua, semakin makmur, namun lupa bahwa semua itu bisa menjadi jalan kebinasaan.

Baca Juga:  Naskah Khutbah Jumat Tentang Keistimewaan Berbagi Kebahagiaan

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika kamu melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seseorang padahal ia gemar bermaksiat, maka itu adalah istidraj.”
(HR. Ahmad)

Buya Hamka menjelaskan dalam Tafsir Al-Azhar bahwa istidraj berarti seseorang dikeluarkan dari jalan kebenaran tanpa disadari. Ia dibukakan pintu-pintu kesenangan hingga terlena dan lupa diri, lalu siksaan datang tiba-tiba.

Fir’aun dan Qarun menjadi contoh nyata istidraj. Fir’aun dibiarkan berkuasa hingga ia mengaku sebagai Tuhan, lalu Allah tenggelamkan bersama pasukannya. Qarun diberi kekayaan luar biasa, namun lupa pada Sang Pemberi rezeki, hingga akhirnya ditelan bumi bersama hartanya.

Allah berfirman dalam QS Ali Imran [3]: 178:

“Dan janganlah orang-orang kafir menyangka bahwa penangguhan Kami kepada mereka lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami menangguhkan mereka hanya supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka azab yang menghinakan.”

Lanjutan Khutbah Pertama

Saudara-saudara yang dimuliakan Allah,
Istidraj bisa menimpa siapa saja, baik orang awam maupun ahli ibadah. Tanda-tandanya dapat dikenali:

  1. Nikmat bertambah, tapi iman menurun,
  2. Rezeki lancar, namun ibadah lalai,
  3. Dosa dilakukan tanpa rasa bersalah,
  4. Hati keras dan sombong,
  5. Jarang diuji, tapi jauh dari syukur.
Baca Juga:  Naskah Khutbah Jumat Tentang Keutamaan Menjaga Salat

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari pernah mengingatkan dalam Al-Hikam:

“Takutlah ketika engkau menerima kebaikan dari Allah di saat engkau terus bermaksiat, karena itu bisa jadi istidraj.”

Karena itu, setiap kenikmatan harus disertai rasa syukur dan introspeksi. Jangan sampai kemudahan hidup membuat kita lupa bahwa semua hanyalah titipan.

Umar bin Khattab pernah berdoa,

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari istidraj, yaitu kenikmatan yang menyeretku perlahan menuju kehancuran.”

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ …

Wahai kaum Muslimin,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah SWT, menjauhi segala larangan-Nya, dan memperbanyak amal saleh. Jangan terlena dengan gemerlap dunia yang menipu. Jadikan setiap nikmat sebagai jalan untuk mendekat kepada-Nya, bukan sebaliknya.

Semoga Allah menjauhkan kita dari jebakan istidraj dan meneguhkan hati kita dalam keimanan.

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات …

Ya Allah, ampunilah dosa kaum mukminin dan mukminat, kuatkan Islam dan kaum muslimin, serta lindungilah negeri kami dari bencana, fitnah, dan kesesatan.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Khutbah Jumat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!

Ngeri Dipalak Sejuta Sehari! Pengakuan Blak-blakan Korban Pungli Jogja yang Bikin Satu Indonesia Murka

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.