Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pria Menonton Sendirian di Kamar

Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda

Minggu, 29 Maret 2026 01:00 WIB

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cuaca Ekstrem Picu Rentetan Bencana di Jawa Barat hingga Pertengahan Januari

By Aga GustianaJumat, 16 Januari 2026 19:40 WIB2 Mins Read
banjir di jabar
Banjir di Kabupaten Bandung. Foto: Instagram @zaidanrizqullahd.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang bencana hidrometeorologi masih membayangi sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga Jumat (16/1/2026). Intensitas hujan yang belum mereda memicu rangkaian kejadian mulai dari banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem, membuat masyarakat di berbagai daerah berada dalam kondisi siaga tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebut curah hujan tinggi sebagai faktor dominan di balik meningkatnya kejadian bencana dalam beberapa hari terakhir. Juru Bicara BPBD Jabar, Hadi Rahmat, menegaskan bahwa potensi ancaman belum sepenuhnya berlalu.

“Hujan lebat masih terjadi di sejumlah daerah. Akibatnya, bencana hidrometeorologi masih jadi ancaman di Jawa Barat,” kata Hadi dalam keterangan resminya, Jumat (16/1/2026).

Karawang Dilanda Banjir Akibat Tanggul Jebol

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Cegah Serangan Penyakit dengan Aksi CERDIK

Situasi paling mencolok terjadi di Kabupaten Karawang. Jebolnya tanggul Irigasi Tarum Barat pada Jumat pagi menyebabkan air meluap ke permukiman warga di Dusun Cisalak Utara, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat. Sedikitnya 400 kepala keluarga terdampak banjir yang merendam rumah serta memutus akses jalan di kawasan tersebut. Aktivitas warga lumpuh, sementara upaya penanganan darurat terus dilakukan.

Banjir dan Longsor Meluas di Sukabumi

Kabupaten Sukabumi juga tak luput dari dampak cuaca ekstrem. Banjir dilaporkan merendam Desa Mekarsakti dan Desa Ciwaru di Kecamatan Ciemas. Di saat yang sama, longsor terjadi di empat desa yang tersebar di empat kecamatan berbeda, yakni Desa Cibuntu (Simpenan), Desa Tegallega (Lengkong), Desa Ciemas (Ciemas), dan Desa Cibadak (Cibadak). Kerusakan rumah warga serta fasilitas umum memaksa sebagian penduduk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga:  Masuki Hari ke-11, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di TPA Sarimukti

Bogor, Purwakarta, dan Bekasi Ikut Terdampak

Tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Satu keluarga dengan lima anggota jiwa harus meninggalkan rumah akibat kerusakan parah pada bangunan tempat tinggal mereka. Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan intens tercatat melanda Desa Cibuntu di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, serta Desa Tanjungbaru di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga:  Cuaca Tak Menentu, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang saat Pancaroba

Rentetan kejadian ini menegaskan bahwa ancaman hidrometeorologi di Jawa Barat masih berada pada fase mengkhawatirkan. Selain kerugian material, dampak sosial akibat pengungsian dan terganggunya aktivitas warga menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Kesiapsiagaan masyarakat, didukung respons cepat aparat dan pemantauan cuaca berkelanjutan, menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di tengah cuaca ekstrem yang belum menunjukkan tanda mereda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Jabar Bencana Hidrometeorologi bencana Jawa Barat BPBD Jabar Cuaca Ekstrem Hujan Lebat longsor Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.