bukamata.id – Gelombang bencana hidrometeorologi masih membayangi sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga Jumat (16/1/2026). Intensitas hujan yang belum mereda memicu rangkaian kejadian mulai dari banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem, membuat masyarakat di berbagai daerah berada dalam kondisi siaga tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebut curah hujan tinggi sebagai faktor dominan di balik meningkatnya kejadian bencana dalam beberapa hari terakhir. Juru Bicara BPBD Jabar, Hadi Rahmat, menegaskan bahwa potensi ancaman belum sepenuhnya berlalu.
“Hujan lebat masih terjadi di sejumlah daerah. Akibatnya, bencana hidrometeorologi masih jadi ancaman di Jawa Barat,” kata Hadi dalam keterangan resminya, Jumat (16/1/2026).
Karawang Dilanda Banjir Akibat Tanggul Jebol
Situasi paling mencolok terjadi di Kabupaten Karawang. Jebolnya tanggul Irigasi Tarum Barat pada Jumat pagi menyebabkan air meluap ke permukiman warga di Dusun Cisalak Utara, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat. Sedikitnya 400 kepala keluarga terdampak banjir yang merendam rumah serta memutus akses jalan di kawasan tersebut. Aktivitas warga lumpuh, sementara upaya penanganan darurat terus dilakukan.
Banjir dan Longsor Meluas di Sukabumi
Kabupaten Sukabumi juga tak luput dari dampak cuaca ekstrem. Banjir dilaporkan merendam Desa Mekarsakti dan Desa Ciwaru di Kecamatan Ciemas. Di saat yang sama, longsor terjadi di empat desa yang tersebar di empat kecamatan berbeda, yakni Desa Cibuntu (Simpenan), Desa Tegallega (Lengkong), Desa Ciemas (Ciemas), dan Desa Cibadak (Cibadak). Kerusakan rumah warga serta fasilitas umum memaksa sebagian penduduk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Bogor, Purwakarta, dan Bekasi Ikut Terdampak
Tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Satu keluarga dengan lima anggota jiwa harus meninggalkan rumah akibat kerusakan parah pada bangunan tempat tinggal mereka. Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan intens tercatat melanda Desa Cibuntu di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, serta Desa Tanjungbaru di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Rentetan kejadian ini menegaskan bahwa ancaman hidrometeorologi di Jawa Barat masih berada pada fase mengkhawatirkan. Selain kerugian material, dampak sosial akibat pengungsian dan terganggunya aktivitas warga menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Kesiapsiagaan masyarakat, didukung respons cepat aparat dan pemantauan cuaca berkelanjutan, menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di tengah cuaca ekstrem yang belum menunjukkan tanda mereda.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











