bukamata.id – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sinyal kuat terkait kenaikan gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil) pada tahun anggaran 2025.
Kenaikan ini bukan sekadar wacana, karena sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang saat ini tengah dibahas bersama DPR RI.
Kenaikan Gaji PNS 2025 Sudah Masuk RAPBN
Sri Mulyani menyatakan bahwa rencana kenaikan gaji PNS merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para Aparatur Sipil Negara (ASN) selama ini.
Selain itu, kebijakan ini juga dimaksudkan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama para pensiunan dan kelompok rentan lainnya.
Menurut dokumen RAPBN 2025, besaran kenaikan gaji ASN diproyeksikan mencapai 8 hingga 12 persen, tergantung pada golongan dan masa kerja masing-masing.
Gaji PNS 2025 Akan Cair Mulai Agustus
Kementerian Keuangan menargetkan pencairan gaji baru ASN dilakukan pada Agustus 2025. Transfer akan dilakukan langsung ke rekening masing-masing ASN di seluruh Indonesia.
Sementara itu, penyesuaian untuk para pensiunan PNS juga akan dilakukan melalui skema yang disusun oleh PT Taspen (Persero) dan Asabri, guna memastikan perlindungan finansial jangka panjang bagi para purnabakti.
Rincian Gaji PNS Terbaru 2025 Berdasarkan Golongan
Golongan I
- IA: Rp 1.685.700 – Rp 2.522.600
- IB: Rp 1.840.800 – Rp 2.670.700
- IC: Rp 1.918.700 – Rp 2.783.700
- ID: Rp 1.999.900 – Rp 2.901.400
Golongan II
- IIA: Rp 2.184.000 – Rp 3.633.400
- IIB: Rp 2.385.000 – Rp 3.797.500
- IIC: Rp 2.485.900 – Rp 3.958.200
- IID: Rp 2.591.000 – Rp 4.125.600
Golongan III
- IIIA: Rp 2.785.700 – Rp 4.575.200
- IIIB: Rp 2.903.600 – Rp 4.768.800
- IIIC: Rp 3.026.400 – Rp 4.970.500
- IIID: Rp 3.154.400 – Rp 5.180.700
Golongan IV
- IVA: Rp 3.287.800 – Rp 5.399.900
- IVB: Rp 3.426.900 – Rp 5.628.300
- IVC: Rp 3.571.900 – Rp 5.866.400
- IVD: Rp 3.723.000 – Rp 6.114.500
- IVE: Rp 3.880.400 – Rp 6.373.200
Mengapa Kenaikan Gaji PNS Penting?
Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan ASN, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menggerakkan konsumsi rumah tangga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah ini diambil dengan penuh kehati-hatian, demi memastikan keadilan, efisiensi anggaran, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










