Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cek Bocoran Diskon Indomaret Terbaru 22-28 Juni 2026, Stok Sabun dan Camilan Turun Harga

Senin, 22 Juni 2026 11:24 WIB

Pindah ke Vietnam, Dua Perusahaan Otomotif Jepang Mau Angkat Kaki dari Indonesia

Senin, 22 Juni 2026 11:17 WIB

Jujur! Gelandang Persib Ini Mengaku Boros Peluang di Musim 2025/26

Senin, 22 Juni 2026 11:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cek Bocoran Diskon Indomaret Terbaru 22-28 Juni 2026, Stok Sabun dan Camilan Turun Harga
  • Pindah ke Vietnam, Dua Perusahaan Otomotif Jepang Mau Angkat Kaki dari Indonesia
  • Jujur! Gelandang Persib Ini Mengaku Boros Peluang di Musim 2025/26
  • Cukupkah PLN Hanya Minta Maaf?! Menguak Biang Kerok di Balik Mati Lampu di Pulau Jawa!
  • Bandung Mati Lampu Hari Ini: Cek Jadwal dan Daftar Wilayah Terdampak 22 Juni 2026
  • Warga Bandung Wajib Tahu! Ini Jadwal Pemadaman Listrik Senin 22 Juni 2026
  • Daftar Lengkap Harga Emas Antam Senin 22 Juni 2026, Mulai dari 0,5 Gram
  • Di Balik Angka Romantisme PPDB: Jalan Terjal Sekolah Swasta Jabar Menuju Kesetaraan Akses Pendidikan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 22 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cukupkah PLN Hanya Minta Maaf?! Menguak Biang Kerok di Balik Mati Lampu di Pulau Jawa!

By SusanaSenin, 22 Juni 2026 10:09 WIB6 Mins Read
Padam Listrik
Ilustrasi pemadaman listrik. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bagi sebagian orang, pemadaman listrik mungkin hanya berarti ruangan menjadi gelap selama beberapa jam. Namun bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), listrik yang tiba-tiba padam bisa berarti hilangnya pendapatan, gagalnya produksi, bahkan kerugian jutaan rupiah dalam hitungan jam.

Gelombang pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir memicu keluhan masyarakat. Tidak sedikit pelanggan mengaku mengalami kerugian karena listrik padam tanpa pemberitahuan yang memadai.

Di media sosial, khususnya Threads dan X, berbagai cerita kerugian akibat pemadaman listrik bermunculan. Mulai dari bahan baku yang rusak, produksi yang terhenti, hingga toko yang terpaksa tutup selama satu hari penuh.

Pertanyaan yang kemudian muncul sederhana namun sangat penting: ketika masyarakat mengalami kerugian akibat listrik padam, apakah cukup jika PLN hanya meminta maaf?

Oven Mati, Roti Gagal Dijual

Keluhan datang dari akun Threads @safirayundap yang mengaku produksi rotinya gagal total akibat listrik tiba-tiba padam saat proses pembuatan.

Dalam unggahannya, terlihat adonan roti yang sudah siap dipanggang tidak dapat diproses karena oven listrik berhenti beroperasi.

“Gara-gara pemadaman listrik tanpa pemberitahuan. Gimana nasib UMKM yang ngandelin listrik untuk produksi setiap harinya gini. Gagal ngembang, gagal ngoven, gagal dijual,” tulisnya.

Video tersebut memperlihatkan kekecewaan seorang pelaku usaha yang harus menerima kenyataan bahwa produk yang telah dibuat sejak dini hari berpotensi menjadi limbah.

Bagi bisnis skala kecil, satu kali produksi yang gagal bukan hanya kehilangan keuntungan. Mereka juga kehilangan modal yang sudah terlanjur dikeluarkan untuk tepung, mentega, gula, listrik, serta tenaga kerja.

10 Kilogram Tepung Rusak, Toko Terpaksa Tutup

Cerita serupa disampaikan akun @raniazli_.

Ia mengaku harus menutup toko selama satu hari karena bahan baku roti mengalami over proofing akibat listrik padam.

“10 kilogram tepung over proofing gara-gara mati listrik. Semua butter dan es mencair, jadi toko tutup selama satu hari,” tulisnya.

Bagi usaha kuliner, listrik bukan lagi fasilitas pendukung. Listrik telah menjadi bagian utama proses produksi.

Mixer, oven, freezer, pendingin bahan baku hingga mesin kasir kini bergantung penuh pada pasokan listrik.

Ketika listrik padam secara mendadak, seluruh rantai produksi ikut berhenti.

16 Kilogram Adonan Terbuang Sia-Sia

Kerugian yang lebih besar dialami akun Threads @nadyafrahman_.

Ia mengaku harus membuang sekitar 16 kilogram adonan roti yang tidak bisa diselamatkan akibat pemadaman listrik mendadak.

“Kurang lebih 16 kilogram tepung harus terbuang sia-sia. Efek mati lampu tanpa pemberitahuan. Pekan kemarin sudah diinformasikan akan ada pemadaman tapi tidak jadi. Giliran sekarang tidak ada informasi apa-apa, tiba-tiba mati lampu lama banget,” ungkapnya.

Kasus ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan semata listrik padam, melainkan ketidakpastian informasi yang diterima pelanggan.

Jika pemadaman telah diumumkan sejak awal, pelaku usaha masih memiliki kesempatan mengatur jadwal produksi, menyimpan bahan baku, atau menyiapkan genset.

Namun ketika pemadaman datang tanpa peringatan, kerugian hampir tidak bisa dihindari.

UMKM Menjadi Korban yang Paling Rentan

Bagi perusahaan besar, pemadaman listrik biasanya dapat diantisipasi dengan generator cadangan.

Sebaliknya, sebagian besar UMKM tidak memiliki kemampuan finansial untuk menyediakan genset dengan kapasitas besar.

Akibatnya, mereka menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Tidak hanya usaha roti dan bakery.

Pelaku usaha frozen food, laundry, kafe, warung kopi, percetakan, bengkel hingga toko kelontong ikut merasakan dampak serupa.

Ketika listrik padam selama beberapa jam, produk yang membutuhkan pendingin berisiko rusak. Mesin produksi berhenti. Pesanan pelanggan tertunda. Pendapatan harian menghilang.

Dalam kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, satu hari kehilangan omzet bisa berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha kecil.

Warganet Pertanyakan Kompensasi

Seiring viralnya berbagai cerita kerugian tersebut, muncul gelombang pertanyaan mengenai tanggung jawab PLN.

“Bisa nggak sih UMKM minta ganti rugi ke PLN? Mengadakan pemadaman listrik tanpa pemberitahuan itu sangat merugikan UMKM,” tulis salah satu warganet.

Komentar lain menyebut bahwa pelanggan selalu diwajibkan membayar tagihan tepat waktu. Namun ketika pelayanan terganggu, mekanisme kompensasi dinilai belum jelas dirasakan masyarakat.

“Bisa nggak menggugat PLN bareng-bareng dengan teman-teman pengusaha UMKM lainnya?” tulis pengguna media sosial lainnya.

Pertanyaan tersebut menjadi relevan karena kerugian yang dialami bukan hanya ketidaknyamanan, tetapi kerugian ekonomi yang nyata.

PLN: Ada Masalah Batu Bara dan Gangguan Pembangkit

Menanggapi pemadaman bergilir yang terjadi di Pulau Jawa, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Menurut Darmawan, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan terganggunya sistem kelistrikan.

Pertama, adanya kendala pasokan batu bara berkalori menengah yang digunakan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Kedua, gangguan teknis pada dua pembangkit listrik besar milik perusahaan listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

PLN mengaku saat ini bekerja bersama Kementerian ESDM dan para pemasok batu bara untuk memulihkan kondisi pasokan energi.

Namun bagi masyarakat, penjelasan tersebut belum menjawab satu pertanyaan mendasar: siapa yang menanggung kerugian pelanggan selama listrik padam?

Saling Bantah Soal Batu Bara

Menariknya, muncul perbedaan pandangan terkait akar persoalan yang menyebabkan pemadaman.

Mantan Menteri BUMN sekaligus mantan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, menilai gangguan listrik dipicu seretnya pasokan batu bara ke sejumlah pembangkit.

Menurutnya, tingginya ekspor batu bara membuat pasokan untuk kebutuhan domestik menjadi tertekan sehingga beberapa pembangkit harus menghemat penggunaan bahan bakar.

Namun Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah adanya kelangkaan batu bara.

Menurut Bahlil, pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang untuk memasok batu bara ke PLN dalam jumlah yang mencukupi.

Pernyataan yang berbeda ini justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat mengenai akar masalah sebenarnya.

Masalah yang Lebih Dalam: Tekanan Keuangan PLN?

Di tengah polemik pemadaman listrik, muncul fakta lain yang tak kalah menarik.

Sepanjang 2025, piutang pemerintah kepada PLN melonjak tajam menjadi Rp110,74 triliun.

Kondisi ini membuat arus kas operasi PLN turun drastis dari Rp75,35 triliun menjadi hanya Rp9,91 triliun.

Untuk menjaga operasional, PLN bahkan harus menambah utang bank jangka pendek dan memanfaatkan skema pembiayaan pemasok.

Sejumlah pengamat menilai tekanan likuiditas tersebut berpotensi memberikan dampak berantai terhadap rantai pasok energi, termasuk pasokan batu bara ke pembangkit listrik.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menghubungkan langsung kondisi keuangan tersebut dengan pemadaman listrik yang terjadi.

Permintaan Maaf atau Solusi?

Permintaan maaf PLN tentu penting sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada pelanggan.

Namun bagi para pelaku usaha yang kehilangan bahan baku, omzet, dan pelanggan, permintaan maaf saja dinilai belum cukup.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret. Apakah ada mekanisme kompensasi yang jelas?

Bagaimana jaminan agar pemadaman tanpa pemberitahuan tidak terulang?

Dan yang paling penting, apakah pelanggan yang mengalami kerugian akibat layanan listrik yang terganggu memiliki perlindungan yang memadai?

Selama pertanyaan-pertanyaan itu belum terjawab, pemadaman listrik bukan lagi sekadar persoalan teknis.

Ia telah berubah menjadi persoalan ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan jutaan pelanggan di Pulau Jawa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kerugian UMKM akibat listrik padam listrik padam massal Indonesia listrik padam tanpa pemberitahuan pemadaman listrik Jawa PLN minta maaf PLN pemadaman bergilir UMKM rugi jutaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pindah ke Vietnam, Dua Perusahaan Otomotif Jepang Mau Angkat Kaki dari Indonesia

Padam Listrik

Warga Bandung Wajib Tahu! Ini Jadwal Pemadaman Listrik Senin 22 Juni 2026

Di Balik Angka Romantisme PPDB: Jalan Terjal Sekolah Swasta Jabar Menuju Kesetaraan Akses Pendidikan

Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
  • Terungkap dari Telepon Misterius, Kasus Penyiksaan 3 Tahun di Bandung Gegerkan Publik
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.