bukamata.id – Penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kini memasuki tahap 4 tahun 2026. Keluarga penerima manfaat (KPM) bisa mengecek status kepesertaannya sendiri lewat layanan resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Cek bansos PKH dan BPNT November 2026 cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP, baik melalui situs maupun aplikasi Cek Bansos. Hasilnya menampilkan status kepesertaan, kategori desil, jenis bantuan, dan keterangan penyaluran.
Berikut panduan lengkapnya, beserta jadwal dan nominal bantuan tahap 4.
Cara Cek Bansos Lewat Situs Kemensos
Pengecekan bisa dilakukan dari ponsel maupun komputer yang terhubung ke internet:
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.
- Isi kode verifikasi (captcha) yang muncul. Jika tidak terbaca, ganti kodenya.
- Periksa kembali NIK dan kode yang dimasukkan.
- Klik Cari Data dan tunggu hasilnya.
Jika data ditemukan, sistem menampilkan identitas dan status kepesertaan, termasuk kategori desil, jenis bantuan, dan keterangan penyaluran. Baca setiap keterangan dengan cermat karena hasilnya mengikuti data yang tercatat di sistem.
Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi
Bagi yang lebih nyaman memakai ponsel, aplikasi Cek Bansos bisa menjadi pilihan:
- Unduh aplikasi Cek Bansos dari Kementerian Sosial di toko aplikasi.
- Buka aplikasi dan lakukan registrasi jika belum punya akun. Siapkan NIK, nomor Kartu Keluarga (KK), dan dokumen pendukung bila diminta.
- Login menggunakan akun yang sudah terdaftar.
- Pilih menu Cek Bansos.
- Masukkan NIK dan data wilayah bila diminta, lalu tekan tombol pencarian.
Hasilnya menunjukkan status kepesertaan PKH maupun BPNT atau Program Sembako. Pastikan aplikasi yang diunduh benar-benar terbitan Kemensos, dan waspadai aplikasi atau situs tidak resmi yang meminta data pribadi.
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 2026
Penyaluran PKH dan BPNT tahun ini dibagi menjadi empat tahap:
- Tahap 1: Januari–Maret 2026
- Tahap 2: April–Juni 2026
- Tahap 3: Juli–September 2026
- Tahap 4: Oktober–Desember 2026
Tanggal dana masuk ke rekening tidak selalu sama di setiap wilayah karena penyaluran dilakukan bertahap. Jadi, saldo yang belum bertambah di awal periode belum tentu berarti bantuan tidak cair. Penerima bisa memantau lewat Cek Bansos, bank penyalur, pendamping sosial, atau dinas sosial setempat.
Nominal Bansos PKH dan BPNT November 2026
Besaran PKH ditentukan oleh komponen penerima. Berikut rinciannya:
- Ibu hamil/nifas: Rp3 juta per tahun (Rp750.000 per tahap)
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp3 juta per tahun (Rp750.000 per tahap)
- Siswa SD/sederajat: Rp900.000 per tahun (Rp225.000 per tahap)
- Siswa SMP/sederajat: Rp1,5 juta per tahun (Rp375.000 per tahap)
- Siswa SMA/sederajat: Rp2 juta per tahun (Rp500.000 per tahap)
- Penyandang disabilitas berat: Rp2,4 juta per tahun (Rp600.000 per tahap)
- Lansia 60 tahun ke atas: Rp2,4 juta per tahun (Rp600.000 per tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10,8 juta per tahun (Rp2,7 juta per tahap)
Sementara itu, BPNT atau Program Sembako diberikan Rp200.000 per bulan, atau Rp600.000 per tahap jika disalurkan sekaligus untuk tiga bulan.
Jika Nama Tidak Ditemukan
Jika NIK tidak terdaftar sebagai penerima, masyarakat bisa melapor ke pendamping sosial, kantor desa atau kelurahan, atau dinas sosial setempat untuk menanyakan status data di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Aplikasi Cek Bansos juga menyediakan menu pengusulan bagi warga yang merasa layak tetapi belum terdaftar.
Ingat, pendaftaran dan pengecekan bansos tidak dipungut biaya. Jangan bagikan NIK, foto KTP, PIN, atau kode OTP kepada pihak yang mengaku bisa mempercepat pencairan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











