bukamata.id – Sejumlah daerah di Jawa Barat dilanda bencana hidrometeorologi menyusul hujan lebat yang turun sejak awal pekan. Berdasarkan data BPBD Provinsi Jawa Barat, empat kabupaten paling terdampak adalah Bandung, Subang, Cianjur, dan Sukabumi.
Banjir dan longsor menyebabkan terganggunya aktivitas warga, kerusakan infrastruktur, serta evakuasi ribuan penduduk ke lokasi aman.
Banjir Luas di Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung menjadi wilayah terdampak paling parah. Sebanyak 3.165 jiwa dari 2.115 keluarga terdampak banjir di 14 desa yang tersebar di delapan kecamatan, termasuk Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Soreang, Banjaran, Ciwidey, Margaasih, dan Katapang.
Selain rumah warga yang terendam, BPBD mencatat 10 unit rumah mengalami kerusakan ringan, dua fasilitas umum terdampak, dan satu tempat ibadah ikut terendam per Jumat (5/12/2025) pukul 07.00 WIB.
Tinggi air di sejumlah titik berkisar antara 70–130 cm. Penanganan dilakukan melalui distribusi logistik, makanan siap saji, serta asesmen lanjutan untuk memetakan kerusakan dan kebutuhan warga.
Subang dan Cianjur Terkena Dampak Signifikan
Di Subang, banjir bandang melanda Kecamatan Cisalak, khususnya Desa Mayang dan Kampung Cibogo serta Cikeuyeup. BPBD mencatat enam rumah rusak berat, 24 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan.
Sebanyak 47 jiwa mengungsi, sementara 64 KK atau 192 warga terdampak. Hujan deras di wilayah hulu disebut sebagai pemicu naiknya debit air, dan petugas BPBD Subang tetap siaga di titik rawan.
Kabupaten Cianjur mengalami banjir di Kecamatan Cibeber dan Bojongpicung sejak Kamis sore (4/12/2025). Tercatat enam desa terdampak, antara lain Cibaregbeg, Cihaur, Salamnunggal, Peuteuycondong, Sukaraharja, dan Kemang.
Sebanyak 93 rumah terendam, termasuk sawah dan fasilitas umum. Ketinggian air mencapai 50–70 cm, dan petugas masih memperbarui data dari desa paling parah, yaitu Peuteuycondong dan Sukaraharja. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Longsor Mengancam Infrastruktur Sukabumi
Kabupaten Sukabumi dilanda tanah longsor pada Jumat dini hari (05/12/2025) pukul 03.30 WIB, terjadi di tiga kecamatan: Ciemas, Parakansalak, dan Sagaranten. Hujan deras memicu longsor di beberapa titik, menyebabkan kerusakan infrastruktur serius.
Jembatan Citiis di Desa Mekarsakti rusak pada pondasi dan sisi kiri-kanan, jalan desa di Sukatani longsor sepanjang 7 meter, serta sayap jembatan penghubung Kp. Cipicung–Cikadu ambruk sepanjang 10 meter. BPBD Sukabumi melakukan asesmen cepat dan menyiagakan tim penanganan.
Imbauan Masyarakat dan Upaya Mitigasi
BPBD Provinsi Jabar memastikan semua kabupaten terdampak mendapatkan dukungan penuh, mulai dari asesmen, pemantauan TMA, hingga distribusi logistik. Warga dihimbau tetap waspada, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.
“Puncak musim hujan sudah dekat. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di kawasan rawan bencana,” kata Teten, Jumat (5/12/2025).
Teten juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mitigasi dasar. Sampah yang menyumbat saluran air dapat memperparah risiko banjir. Masyarakat disarankan rutin memeriksa saluran air, drainase, dan selokan.
Selain itu, aplikasi InaRISK Personal bisa digunakan untuk memantau tingkat kerawanan bencana di wilayah masing-masing.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











