Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia

Sabtu, 27 Juni 2026 21:53 WIB

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Sabtu, 27 Juni 2026 21:38 WIB
Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Sabtu, 27 Juni 2026 21:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia
  • Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius
  • Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis
  • Siap-siap Begadang! Ini Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Minggu 28 Juni 2026 di TVRI
  • Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha
  • Vivo X Fold 6 Bawa Baterai Badak dan Kamera 200 MP, Simak Spesifikasi dan Harganya
  • Nestapa Wakil Timur Tengah di Piala Dunia 2026: Gagal Total di Fase Grup, Jadi Bulan-bulanan Netizen Asia
  • Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Damkar Jadi Andalan Warga, Kritik Megawati Malah Tuai Pembelaan

By SusanaSenin, 22 Desember 2025 19:40 WIB4 Mins Read
Megawati mengkritik lambannya respons Damkar. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang mengkritik lambannya respons pemadam kebakaran (Damkar) memantik diskusi luas di ruang publik.

Di satu sisi, Megawati menekankan pentingnya kecepatan dalam penanganan bencana. Namun di sisi lain, masyarakat hingga pimpinan Polri justru menilai Damkar sebagai instansi paling cepat merespons laporan warga.

Kontras pandangan ini mencerminkan persoalan klasik penanggulangan bencana dan layanan darurat di Indonesia: antara standar ideal, pengalaman warga, dan realitas sistem di lapangan.

Megawati: Waktu adalah Faktor Penentu Keselamatan

Megawati menegaskan bahwa kecepatan respons adalah kunci utama dalam penanganan bencana, baik bencana alam seperti banjir dan longsor, maupun bencana nonalam seperti kebakaran. Keterlambatan, menurutnya, berpotensi memperbesar kerugian dan jumlah korban.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan dalam Seminar Mitigasi Bencana & Pertolongan Korban yang digelar DPP PDI Perjuangan bersama Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Megawati secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons sebagian unit pemadam kebakaran di kawasan perkotaan.

“Seperti sekarang yang membuat saya jengkel itu damkar. Kalau ada kebakaran terdengar sirine, tapi saya hitung, paling cepat setengah jam baru sampai. Padahal api sudah menyala entah sampai ke mana,” ujar Megawati.

Sebagai tokoh yang ikut menggagas dan membesarkan Baguna PDIP, Megawati menekankan bahwa setiap menit sangat menentukan, terutama dalam kondisi darurat.

“Waktu itu harus selalu dihitung. Saya sampai hitung menit per menit,” tegasnya.

Respons Publik: Damkar Justru Dianggap Andalan

Pernyataan Megawati tersebut tidak serta-merta diamini publik. Di media sosial, terutama kolom komentar Instagram, banyak warganet justru membela Damkar dan menilai institusi tersebut sebagai salah satu layanan publik paling responsif saat ini.

Komentar warganet yang beredar menunjukkan perbandingan tajam antara Damkar dan lembaga negara lainnya, seperti dikutip dari kolom komentar Instagram @pembasmi.kehaluan.real, Senin (22/12/2025).

“ibu jan nyenggol2 damkar ya, kesayangan masyarakat itu. kalo coklat sm matcha terserah deh,” tulis akun @the***

Sebagian warganet bahkan menilai laporan ke Damkar lebih cepat ditindaklanjuti dibandingkan laporan ke aparat penegak hukum atau lembaga legislatif.

“Laaahhhh mending cuma 30 menit,,,laporan k polisi ampe 30thn jg ga akan d laksanakan kalau ga ada cuan,apalagi lapor k DPR ampe 30 keturunan jg ga akan d gubris ..” tulis akun @inr***

Fenomena ini bukan hal baru. Dalam berbagai kasus darurat, mulai dari kebakaran, hewan terjebak, hingga evakuasi nonkebakaran, Damkar kerap menjadi tempat pertama warga mengadu, meski persoalannya di luar tugas utama pemadaman api.

Wakapolri Akui: Polri Masih Kalah Cepat dari Damkar

Penilaian publik tersebut mendapat pengakuan langsung dari Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo. Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Dedi secara terbuka mengakui bahwa kecepatan respons Polri masih tertinggal dibandingkan Damkar.

“Di bidang SPKT, dalam laporan masyarakat, quick response time kami masih di atas standar. Standar PBB itu di bawah 10 menit, sementara kami masih di atas 10 menit. Ini harus kami perbaiki,” ujar Dedi.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini masyarakat lebih memilih melapor ke Damkar karena responsnya dinilai lebih cepat dan langsung ditindaklanjuti.

“Masyarakat sekarang lebih mudah melaporkan segala sesuatu ke Damkar karena quick response-nya cepat,” kata Dedi.

Di Mana Letak Masalahnya?

Perbedaan pandangan antara kritik Megawati dan pengalaman publik membuka ruang evaluasi lebih luas. Sejumlah pengamat menilai lambannya respons Damkar di beberapa wilayah bukan semata soal kinerja petugas, melainkan terkait keterbatasan infrastruktur, kepadatan lalu lintas, minimnya jumlah armada, dan beban tugas yang meluas.

Di sisi lain, pengakuan Wakapolri menunjukkan bahwa budaya respons cepat Damkar telah membangun kepercayaan publik, sebuah modal sosial yang belum sepenuhnya dimiliki institusi lain.

Penutup: Evaluasi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Kritik Megawati dapat dibaca sebagai dorongan evaluasi sistemik, bukan semata menyasar petugas di lapangan. Sementara respons publik dan pernyataan Wakapolri menegaskan bahwa Damkar telah menjadi garda terdepan layanan darurat masyarakat.

Ke depan, tantangan pemerintah adalah menyamakan standar kecepatan, memperkuat koordinasi lintas lembaga, dan memastikan waktu respons benar-benar berpihak pada keselamatan warga, karena dalam kondisi darurat, waktu bukan sekadar angka, melainkan penentu hidup dan mati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.