bukamata.id – Persib Bandung kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Indonesia. Tidak hanya berjaya di era modern, Maung Bandung juga tercatat sebagai klub pertama yang mampu meraih tiga gelar juara beruntun di kompetisi kasta tertinggi nasional, sekaligus menambah koleksi prestasi hingga mencapai “panca takhta” atau lima bintang di era profesional.
Terbaru, Persib memastikan gelar juara Super League 2025/2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga penutup di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Hasil tersebut membuat Persib mengoleksi 79 poin, sama dengan Borneo FC, namun unggul head to head sehingga berhak mengangkat trofi juara.
Momen ini terasa semakin spesial karena Persib berhasil memastikan gelar di kandang sendiri, sesuatu yang sebelumnya belum pernah terjadi dalam sejarah panjang klub kebanggaan Bobotoh tersebut.
Juara di Rumah Sendiri Jadi Sejarah Baru Persib
Sepanjang sejarahnya, Persib memang beberapa kali menutup musim dengan kepastian juara di laga terakhir, namun pengesahan gelar kerap terjadi di luar Bandung atau ditentukan hasil pertandingan tim lain.
Pada musim ini, cerita berbeda terjadi. Kepastian juara hadir langsung di GBLA di hadapan ribuan Bobotoh yang memadati stadion. Situasi ini menjadi simbol kuat bahwa Persib kini bukan hanya kuat secara teknis di lapangan, tetapi juga matang secara mental dalam mengunci gelar di bawah tekanan besar.
Panca Takhta: Lima Era Kejayaan Persib
Gelar Super League 2025/2026 melengkapi catatan panjang kejayaan Persib yang dikenal sebagai panca takhta, yaitu lima era juara di kompetisi utama Indonesia sejak masa Perserikatan hingga liga profesional modern.
Persib tidak hanya unggul di era modern, tetapi juga sudah menunjukkan dominasi sejak kompetisi masih bersifat amatir. Berikut perjalanan panjang kejayaan Maung Bandung yang membentuk sejarah besar klub ini.
Awal Dominasi: Kejurnas PSSI 1937
Kejayaan pertama Persib dimulai pada Kejurnas PSSI 1937 di Surakarta. Saat itu, Persib—yang dikenal dengan julukan Bulao, berhasil menjadi juara tanpa terkalahkan di babak final.
Persib menaklukkan sejumlah rival kuat seperti Persis Surakarta, PSIM Yogyakarta, hingga PSIT Cirebon. Kemenangan demi kemenangan itu mengukuhkan Persib sebagai kekuatan besar sejak era awal sepak bola Indonesia.
Bangkit Kembali Setelah 24 Tahun: Kejurnas 1959/1961
Setelah lama tanpa gelar, Persib kembali berjaya pada Kejurnas PSSI 1959/1961. Kompetisi panjang tersebut menjadi saksi kebangkitan Maung Bandung yang tampil konsisten tanpa kekalahan.
Dengan permainan solid, Persib menaklukkan PSMS Medan, PSIS Semarang, hingga Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta. Gelar ini menjadi bukti bahwa Persib bukan sekadar tim besar, tetapi juga tim dengan fondasi kuat.
Era Perserikatan: 1986, 1989/1990, dan 1993/1994
Memasuki era Perserikatan, Persib kembali menunjukkan dominasinya.
Pada 1986, Persib meraih gelar setelah mengalahkan Perseman Manokwari di final. Gol legendaris Djadjang Nurdjaman menjadi penentu kemenangan di Stadion Utama Senayan.
Empat tahun kemudian, Persib kembali juara pada 1989/1990 usai mengalahkan Persebaya Surabaya. Lalu, pada 1993/1994, Persib menutup era Perserikatan dengan trofi terakhir sebelum kompetisi bergabung menjadi Liga Indonesia.
Era Profesional Dimulai: Liga Indonesia 1994/1995
Persib kemudian mencatat sejarah baru di era semi-profesional dengan menjuarai Liga Indonesia 1994/1995. Gol Sutiono Lamso di final melawan Petrokimia Putra memastikan gelar perdana di era baru sepak bola nasional.
Liga Super Indonesia 2014: Akhir Penantian 19 Tahun
Setelah hampir dua dekade tanpa gelar, Persib kembali menjadi juara pada Liga Super Indonesia 2014. Kemenangan dramatis atas Persipura Jayapura melalui adu penalti menjadi momen emosional bagi Bobotoh.
Dua Musim Beruntun di Era Modern: 2023–2025
Kebangkitan Persib berlanjut di era Liga 1. Pada 2023/2024, Persib mengakhiri penantian panjang dengan mengalahkan Madura United di final.
Momentum tersebut berlanjut dengan keberhasilan back to back juara Liga 1 2024/2025, sekaligus menegaskan dominasi Persib di era modern bersama pelatih Bojan Hodak.
Super League 2025/2026 Lengkapi Panca Takhta
Gelar terbaru di musim 2025/2026 menjadi penutup sempurna perjalanan panjang Persib. Dengan koleksi lima gelar di era modern dan puluhan tahun sejarah kejayaan sebelumnya, Persib kini tidak hanya disebut sebagai klub besar, tetapi juga sebagai salah satu simbol konsistensi dan tradisi juara di sepak bola Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








